Tahta Bisnis Untuk Anak Muda

Tahta Bisnis Untuk Anak Muda Tahta Bisnis Untuk Anak Muda ceo room2 kattni
Youngs are like diamonds, and diamonds are forever” (Petikan lirik lagu Forever Young, dinyanyikan oleh grup Alphaville).

Petikan syair di atas merupakan lagu yang pernah menjadi hit sekitar era 80-90an yang mengumpamakan anak-anak muda bagaikan kilauan elok berlian yang “terus bersinar”. Walaupun tentunya tidak semua anak-anak muda akan menjadi berlian-berlian yang elok nan memikat. Tetapi amsal tentang anak muda yang digambarkan bak berlian, merupakan suatu ungkapan bahwa masa muda adalah “masa emas” dimana energi produktif di masa muda merupakan masa puncak dimana pencapaian terbaik dalam hidup dimulai dari masa muda.

Berbicara tentang Anak Muda, edisi majalah Swa bulan Maret 2010 mengangkat Sajian Utama-nya mengulas fenomena 100 anak-anak muda (berusia dibawah 40 tahun) yang menjadi pemimpin bisnis. Ada beberapa anak muda yang masih belia mendapatkan kepercayaan memegang kendali bisnis perusahaan yang prestisius. Karir yang melenting serta melesat cepat merupakan sebuah buah strategi matang, yang tentunya tidak diperoleh ujug-ujug (tiba-tiba). Sebuah jepretan fenomena menarik yang kudu ditularkan.

Dilaporkan ada beberapa rute dari para “berlian muda” ini dalam melentingkan karirnya dalam mengemudikan kapal bisnis mereka. Ada Beberapa diantara mereka meretas sebagai profesional murni, seperti Firmanzah (Dekan FE-UI yang berusia 32 tahun), Jimmy Gani (Dirut PT.Sarinah yang berumur 35 tahun saat diangkat menjadi Dirut). Ada yang melewati rute dengan meneruskan bisnis keluarga yang tidak kalah menantang seperti yang dilakukan Michael Hermawan (COO MarkPlus & Co, berusia 34 tahun) dan Anindya Bakrie (CEO Bakrie Telecom dan Presdir ANTV berusia 36 tahun ).

Ada juga generasi yang melewati rute suksesnya menjadi entrepreneur alias membangun imperium bisnis sendiri seperti Ahmad Dhani (Pemilik Republik Cinta Management, 38 tahun) atau Andrew Darwis (Pendiri dan Pemilik Kaskus yang anggotanya 1,1 juta, 31 tahun). Ada juga yang berhasil meneruskan bisnis keluarga sekaligus sukses meretas bisnis sendiri seperti Francis Wanadi yang sukses mengelola PT .Anugrah Pharmindo Lestari milik ayahnya sekaligus sukses pula membangun bisnis sendiri seperti Gold Gym. Luar Biasa !

Masa sudah bergeser, sudah tidak jamannya lagi untuk menjadi pimpinan bisnis harus berlama-lama “antri urut kacang”, yang berarti menghabiskan puluhan tahun untuk mencapai posisi “pucuk kepemimpinan” di bisnis. Terus resep apa yang harus dilakukan agar kaum muda bisa tertular virus “youngs on top” :

Pertama, rata-rata mereka yang berada dalam 100 list youngs on top adalah sedari umur muda “gemar” menggembleng diri mereka sendiri dengan sederetan kemampuan serta membangun sikap hidup yang mendukung ke arah itu. Kemandirian, tahan banting, gigih belajar, merupakan manifesto yang menjadi “ritual keseharian” mereka sejak mereka kecil. Tak heran “kekerasan” untuk menempa diri sendiri, membuahkan hasil. Jadi ungkapan “kalo kita keras terhadap diri sendiri, kehidupan akan lunak terhadap kita” dipraktekan secara berkesinambungan dan konsisten.

Kedua, mereka memahami betul kalau tuntutan dalam bisnis pada dasarnya “berpacu” dengan kebutuhan masyarakat. Jadi untuk mengantisipasinya, berpikir terbuka yang mengedepankan pemikiran-pemikiran baru menjadi tuntutan yang tidak terelakkan. Berpikir terbuka secara tidak langsung akan menggiring mind-set mereka menuju berpikir “kreatif”. Sebuah mantra kunci dalam persaingan bisnis yang kian mengetat.

Mimpi menjadi nahkoda bisnis dalam usia muda bukanlah mimpi di siang bolong. Masalahnya sekarang, rute menuju “tahta yang luar biasa” tersebut merupakan jalan berliku yang membutuhkan perjuangan yang luar biasa pula. Tertantang untuk menduduki posisi puncak sebelum usia 40 tahun? Itu perlu amunisi yang memadai bukan sekedar ambisi semata. Ingat, life begin at 40……Selamat mencoba !!

Credit Photo : kattni@flickr.com

Previous

Ciputra dan “Inovatif Entrepreneur”

Next

Mengail Segenggam Rupiah dari Rumah

4 Comments

  1. Wah hebatnya… Hm, ada yang bilang life begin at 17… Dan setelah 17 saya sedikit ngerti itu. Kalau kini mas Donny bilang life begin at 40… Gimana ya rasanya nanti??? Apalagi yang muncul??? Hm..

  2. hery hariyanto

    kalo org yg biasa-biasa saja, seperti saya…dr mana harus mulainya ya mas.. 🙁

    • @ Hery : Tidak perlu berkecil hati Mas Hery, tidak semua yang berada di “youngs on top” berasal dari keluarga yang secara ekonomi “mapan” tapi toh berhasil menyeruak tampil. Misalnya seperti Pak Firmanzah yang menjadi dekan termuda di UI, dibesarkan oleh “single parent” tapi bisa jadi dosen di Perancis sebelum balik “memimpin” fakultas yang banyak menyumbang lulusannya sebagai menteri ekonomi Republik ini. Kuncinya punya determinasi yang kuat dan pantang menyerah Mas, dicoba dulu….semoga berhasil 🙂

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén