Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi

Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi ants

Sebaik-baik orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain” (Nabi Muhammad ).

Ada sebuah undangan datang dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) untuk menjadi dosen tamu adalah sebuah kehormatan tersendiri yang pantang untuk ditolak. Di kampus ini pula, ada banyak teknokrat jebolan fakultas ini yang ditahbiskan menjadi menteri di Republik ini, sebut saja Ali Wardhana, JB Soemarlin, mantan menteri Keuangan Sri Mulyani sampai Bapak Agus Martowardojo menteri Keuangan saat ini adalah alumni jebolan FE-UI. Berbicara di depan mahasiswa di kampus kuno-berwibawa peninggalan Belanda di kampus UI-Salemba merupakan sensasi tersendiri. Tapi saya sedang tidak mengulas kedigdayaan FE-UI, tapi ingin sharing teman bicara saya di sesi itu, seseorang yang sederhana dengan prestasi yang “tidak sederhana”.

Saya tidak menyangka, orang berpakaian santai dan sederhana tersebut akan menjadi partner dosen tamu di sesi itu. Gaya bicaranya biasa tapi dari track record-nya sudah luar biasa, membuat saya malu ketika di berbicara bersama beliau di sesi itu. Siapa Beliau? Dialah Achmad Nuril Mahyudin, CEO Tas merek Reptil dan Amphibi sekaligus pelukis yang karyanya “kurang dikenal” di Indonesia, tapi kiprahnya dan master piece-nya dikenal di luar negeri. Lukisan kaligrafi-nya dibanderol mulai 40 jutaan sedangkan replika dijual di kisaran 5 juta- 17 juta. Sedangkan lukisan master piece-nya ditawarkan mulai US$400.000 (Sekitar 3,6 miliar) per lembar. Salah satu lukisannya pernah dibeli presiden Megawati dengan harga US$ 185.000. Wah saya semakin terperanjat.

Nuril menyebut karya lukisan beraliran Wet Positive Abstract of Nurielist memang digemari orang mancanegara. Pameran lukisan di San Diego, Yokohama, California hingga Amsterdam dibanjiri dan diminati banyak orang. Kalau Anda mampir di studionya di kawasan Pamulang, jangan kaget kalo koleksi lukisannya harganya sudah mencapai milyaran. Tetapi yang membuat mulut saya menganga heran sekaligus takjub adalah langkah socialpreneur yang dilakoninya. Hasil penjualan lukisannya yang dikenal di luar negeri tersebut tidak dipakai untuk membeli barang-barang yang “memuja kenikmatan”. Dia mendirikan perusahaan yang core business-nya membuat tas dengan merek Reptil dan Amphibi. Yang menarik adalah, seluruh karyawan yang mengerjakan diambil dari anak-anak jalanan, anak-anak putus sekolah dan anak-anak yatim. “Saya ingin tenaga kerjanya berasal dari kalangan grass-roots yang tidak memiliki pengalaman kerja. Tapi, setelah itu saya didik dan latih, akhirnya mereka mampu berkarya”, ucapnya datar.

Yang lebih mencengangkan lagi, pelanggan tas-nya tadi tidak hanya konsumen domestik saja tapi juga pasar luar negeri. Tercatat USAID (United State Agency for International Development), University Of melbourne merupakan pelanggan setianya. Ini berarti walaupun memakai tenaga dari kalangan “orang-orang tersisih”, kualitas produksi yang prima tetap mengundang pelanggan untuk memesannya . Ini berarti proses quality control di perusahaan yang dia dirikan berjalan dengan baik.

Kalau perusahaan besar dan raksasa melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) adalah hal lumrah. Tapi perusahaan UKM yang melakukan program CSR seperti perusahaan milik Pak Nuril giat melakukan langkah-langkah membantu kemashalatan orang banyak, barangkali belum banyak. Nuril menjelaskan, sebagian keuntungan dari Amphibi disumbangkan untuk orang-orang miskin dan orang-orang jompo (tua), sedangkan merek Reptile dikhususkan untuk anak-anak yatim piatu dan anak-anak putus sekolah. Sebuah sinergi bisnis sebagai pelukis dan CEO Amphibi dan Reptile dengan kisi-kisi kemanusian merupakan langkah bijaksana yang perlu ditiru.

Saya hanya membayangkan kalau perusahaan “UKM” seperti yang dipunyai Pak Nuril (dia tetap merendah minta agar perusahaan yang dia dirikan disebut UKM) melakukan langkah-langkah mulia seperti yang dilakukan Pak Nuril, saya yakin kemiskinan yang membelit sebagian besar saudara kita di Republik ini akan tereduksi dengan drastis. Yakinlah Bisnis dan langkah dermawan bukanlah sebuah hal yang berjarak seperti bumi dan langit, tetapi sebuah hal yang beriringan.

Sesi itu dia tutup dengan kata-kata yang cukup mengetuk hati “, Sebaik-baik orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Sebuah contoh bijak yang perlu diamini. Sudahkan perusahaan Anda melakukan hal itu?

Photo Credit : www.antonymayfield.com

Previous

Ulang Tahun Ke-2 dan 3 Artikel Terbaik

Next

Menjadi Entrepreneur di Usia Senja : Beresiko ?

18 Comments

  1. marsus

    beliau memang sangat sederhana dan luar biasa

  2. Ogi Muchamad Rizali

    Saya pernah dikunjungi oleh beliau, beliau orangnya sangat sederhana dan rendah hati,beliau kaya tapi kekayaannya tidak ia gunakan untuk pribadi, melainkan memperhatikan orang-orang yang kesusahan, anak-anak jalanan, membangun sumuran di daerah-daerah kering, yang paling saya kagumi beliau langsung terjun dalam pembangunan tersebut dan beliau rela tinggal bersama orang-orang miskin. andaikan para pelaku bisnis di negeri ini seperti beliau maka tidak mungkin di negeri ini banyak orng-orang yang kesusahan dan anak-anak jalanan. semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan keluasan rizki-Nya. Aamiin…

    • @ Ogi : walaupun saya baru sekali ketemu di forum itu, saya juga merasakan hal yang sama Mas Ogi….terima kasih mampir di Blog Manuver Bisnis

  3. Moh. Zamroni

    beliau seorang yang bijaksana, selalu memikirkan keadaan kaum lemah, berdikari, dan selalu punya manuver spektakuler…
    karakter multitalent yang dimilikinya… beliau seniman,pengusaha,dan dermawan…

  4. Rouf Supriyanto

    Tulisan anda sungguh inspiratif untuk dapat berkarya memberikan yang terbaik baik umat manusia… salam sukses…Rouf

  5. Ahyat mulki

    Sebuah contoh yang patut untuk di ikuti semua lini masya rakat di tengah-tengah krisis kemanusiaan. “sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat untuk manusia” Terima kasih guruku…

  6. halinzho

    lukisan karya Ust.Nuril memang benar-benar mengagumkan, wlaupun kurang dikenal di Negara kita, beliau telah memberikan sesuatu yg belum tentu orang lain bisa. SALUTE !!!

  7. endang syahrul

    Subhanallah ! Mas Donny makasih banget, artikel njenengan bikin NURILEIST semakin arambana, Ust Nuril adalah mutiara keluarga, putra mama yang taat, milik umat & care abis sama anak – anak yatim, fakir miskin ,semoga karya-karyanya yang incredible & fabulous senantiasa market star dan benih bahagia yang ditebar tuk kaum dhuafak kian luas hingga mimpi – mimpinya jadi realita amiin .

  8. Perkenalkan saya rois abidin, dimanakah saya bisa mendapatkan kontak person pak Nuril ya…kmngkinan mw krjasama. makasih 🙂

  9. Blog yang meng-inspiratif! Salut untuk Pak.Nurul! Jangan lupa Manajemen Usaha! 5 tahun pertama, 99% UKM / UMKM bangkrut karena melupakan-nya! Gunakan Software / Program Toko untuk membantu mengambil keputusan bisnis. Bentuk Socialpreneur saya :Kunjungi http://program-umkm-gratis.blogspot.com Sukses Selalu!

  10. wah Saya kangen sama Ust. Nuril coz dh 2 tahun lebih beliau g ngajak saya Baksos.. mudah2an Saya bisa mengikuti jejak beliau..

  11. mohammad fawzy

    SEORANG USTD, PENGUSAHA, & SENIMAN YANG… TAWADU, SEMOGA ALLAH SWT KEMULIAAN DUNIA & AKHIRAT..
    AMIIN ..YRA

  12. ini bentuk dari keluasan hati kyai Nuril Mahyudin,semoga menginspirasi kita semua.semoga Allah menjadikan kita senantiasa berguna bagi orang lain.Amiin.

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén