Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia

Consumer 3000 Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia consumer 3000Beberapa hari lalu, seorang kawan yang dulu saya kenal sejak masa kuliah di Jogja dulu, mengundang saya untuk menghadiri acara yang digagasnya bersama Majalah SWA yang bertajuk “Indonesia Middle-Class Consumer Report 2013” yang diadakan di sebuah hotel di bilangan Kuningan. Sudah lama saya tidak bersua face-to-face dengannya. Hanya sesekali berbalas sms ber-say hello. Lembaga riset yang baru didirikannya bernama CMCS ( Center for Middle-Class Consumer Studies) yang memfokuskan untuk mengulak-mengulik “perilaku kelas menengah Indonesia” yang diyakini bakalan membesar kedepannya.

Teman saya Yuswohady memang bukan teman saya dulu yang gemar berdiskusi dan berwacana seperti masa mahasiswa dulu. Sekarang bak seorang Begawan Pemasaran, setiap kata-katanya disimak dengan tekun dan penuh perhatian oleh para hadirin yang rata-rata merupakan para marketer yang menjadi motor penggerak dari perusahaan-perusahaan masing-masing. Ya, Siwo-itulah panggilan akrabnya—memang bukan lagi mahasiswa berbaju lusuh yang saya kenal dulu. Dengan aksennya jogjanya yang masih medok, ceplosan analisisnya masih terasa lugas dan kritis dan banyak diamini orang.

Kalau Anda menyempatkan membaca bukunya teranyar yang bertajuk  Consumer 3000:  Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia, ada aksen-aksen jernih yang mengingatkan para marketer khususnya bahwa ada perubahan perilaku kelas menengah Indonesia yang perlu dicermati agar ranumnya kue yang digenggam kelas menegah kita tidak bergeser ke competitor.

Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluarannya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari) tetapi geliat dampaknya sudah luar biasa. Ramainya bandara, banyaknya jumlah mobil dan motor terjual, klinik kesehatan dan serta kecantikan yang semakin disesaki merupakan salah fenomena adanya “consumer shift” di kalangan kelas menengah Indonesia.

Teman saya Siwo punya analisa menarik tentang berubahnya perilaku Consumen Indonesia. Setidaknya ada 3 signal adanya perubahan tersebut:

Pertama, Hypervalue-oriented consumer. Para konsumen kelas menengah Indonesia, walaupun daya belinya meningkat, sesungguhnya belumlah “sekuat” kelas menengah yang ada di  Eropa, Jepang atau Amerika. Jadi mereka dijangkiti ingin membeli barang-barang “berkualitas bagus” walupun duitnya tidak banyak-banyak amat. Fenomena ini menjawab bagaimana banyak barang yang “dipersepsikan” mempunyai keunggulan kualitas ketika discount sedikit saja, mendadak sontak para pembelinya mengular dan rela mengantri. Jadi bagi para marketer yang mempunyai “barang” atau “jasa” yang dipersepsikan bagus, tidak ada salahnya sekali-kali mendesain program “discount” untuk hal tersebut untuk menarik konsumen.

Kedua, Mereka mencari Merek yang tidak sekedar “memuaskan” dirinya tetapi juga merek yang mampu “membangun” ikatan batin (emotional connection) dengan konsumen dengan bentuk kepercayaan (trust), kebanggan (pride), kegairahan (passion). Makanya ada sebuah iklan minuman yang selalu meneriakkan kegairahan dalam beraktivitas ini karena ingin produknya “terkoneksi” dengan konsumen. Atau sebuah produk jamu yang dulunya dikenal menyasar konsumen kelas bawah, mencoba “naik kelas” menyasar merek kelas menengah dengan slogannya “orang pintar minum….”, ini menunjukkan betapa merek tersebut ingin membangun “kebanggan”,

Ketiga, Mereka adalah komunitas ter-connected. Artinya walaupun uangnya gak banyak-banyak amat, konsumen kelas menengah sangatlah “well-informed”. Mereka punya jaringan dengan media sosial  yang teramat kental.  Contoh paling sering dilihat, mereka rajin mengecek lewat internet tentang barang yang hendak mereka beli. Sebelum mereka memutuskan untuk membeli, serangkain “survey”, menguping perbincangan merek di sosial media, minta pendapat teman, relasi dekat sebelum membeli (word of mouth marketing). Jadi merangkul mereka lewat jalur-jalur sosial media adalah salah satu jalan untuk merangkul dan memahami konsumen yang hendak disasar.

Bagaimana dengan konsumen Anda? Apakah juga mengalami perubahan seperti di atas?

Credit Photo: www.yuswohady.com

Previous

Diatur Waktu atau Mengatur Waktu ?

Next

Berpikir dan Berperilaku Efektif

48 Comments

  1. Arin Duwi Astari

    Arin Duwi Astari

    Dari bacaan diatas, saya menyimpulkan bahwa seorang marketer harus pandai menyiasati dan melihat perubahan-perubahan para konsumen di Indonesia agar mencegah banyaknya competitor yang dapat menyebabkan kerugian pada usaha kita.

    Perubahan yang paling menonjol pada konsumer indonesia adalah para konsumer mulai cermat dalam menentukan harga. Walaupun sebenarnya kalangan menengah mempunyai anggaran yang besar untuk menghabiskan uangnya setiap bulan bahkan setiap hari. Namun, orang indonesia jika ada yang lebih murah kenapa harus yang mahal. Untuk itu, “discount” menjadi alasan utama para konsumen menghabiskan uangnya.
    Selain itu, tidak hanya harga murah yang dicari agar dapat banyak dari budget yg tersedia, namun mereka juga memperhatikan “brand” atau “merek”. Merek menjadi tujuan selanjutnya para pemburu barang-barang berkualitas untuk membangun rasa kepercayadirian mereka.
    Yang terakhir adalah informasi mengenai produk tersebut. Sebelum membeli barang yg diinginkan, biasanya konsumen mencaritahu tentang barang yg akan ia beli. Karena konsumen indonesia apalagi kelas menengah sudah mulai cermat dan teliti dalam memilih barang atau jasa.

    Untuk itu, para produsen/marketer harus lebih bisa jeli melihat perubahan-perubahan yg terjadi dalam kalangan konsumen mengengah nya agar tidak kehilangan dan beralih kepada competitor-competitor yang ada.

  2. Halimatussa'diyah F 201010068

    Dari artikel ini, saya dapat mengambil kesimpulan yang menarik bahwa Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluaran nya ada di range US$ 2-20 per hari walaupun banyak kelas menengah Indonesia yang porsi terbesarnya masih ada di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari tetapi dampaknya sudah luar biasa. Jika Indonesia benar-benar ingin membuat perubahan yang signifikan untuk para konsumen nya, maka Indonesia harus mampu membuat sebuah perubahan perekonomian yang baik. Bahkan Indonesia bisa saja mampu menyaingi kelas menengah yang ada di negara Eropa, Jepang, dan Amerika, Jikalau memang perubahan itu benar-benar dilakukan semaksimal mungkin.
    Dan untuk para pengusaha yang memproduksi barang dan jasa tersebut, seharusnya mereka mampu memproduksi brand yang mereka ciptakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para konsumen nya, yaitu dengan membuat barang atau jasa yang tidak hanya memiliki kualitas bagus, tetapi harganya sesuai dengan apa mereka atau yang para konsumen inginkan. Dan untuk mencari brand itu sendiri, Pengusaha juga harus sebisa mungkin mampu memuaskan para konsumen dalam bentuk kepercayaan, kegairahan, dan kebanggaan tersendiri agar para konsumen suka dan tertarik akan manfaat brand yang mereka beli.

  3. ariane

    menurut saya artikel di atas sangatlah menarik dimana para masyarakat indonesia yang lebih cenderung dalam memuaskan dirinya untuk memilih sesuatu yang lebih berkualitas bagus (bermerk) walaupun pendapatan / uang yang mereka punya hanyalah pas – pasan asal mereka bisa memuaskan batin mereka, apalagi dengan perkembangan jaman banyak terbukanya peluang untuk melihat lebih banyak barang – barang yang berkualitas dan murang dengan adanya media sosial yang berkembang sekarang ini.

    dan saya yakin kelas menengah di indonesia akan lebih membesar pada era sekarang ini karena daya beli masyarakat di indonesia sangat banyak apalagi bila ada barang yang murah tetapi berkualitas bagus pastilah akan di beli oleh masyarakat kita, itu makannya kita harus mencari sasaran yang tepat agar kelas menengah di indonesia bisa menyaingi kelas menengah di Eropa, Amerika maupun Jepang.

    Ariane,

  4. Madya Singgih Trihandoko

    Menurut saya artikel yang bapak tulis diatas tentang Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia sangatlah menarik sekali, karena apa yang dibahas adalah permasalahan yang benar benar ada di sekeliling kita, dilihat dari perkembangan jaman di indonesia dari tahun ketahun mengalami perubahan paradigma pemikiran mulai dari hal yang kecil menengah dan yang besar sekalipun.

    Contoh Jika ada orang dikalangan menengah (Middle Class) Membeli suatu barang maka ia akan membeli barang yang rata – menjual Branded/bermerk, Terkenal, dan yang pasti Murah / harga miring. hal itu mengakibatkan pangsa pasar yang baru , sehingga banyak sekali produsen yang membuat barang – barang KW ataupun Asli tapi palsu. jika semua hal ini tidak dicermati lebih mendalam oleh orang indonesia akan membuat produsen di luar negri yang akan melihat kesempatan ini. Pada ujung – ujungnya akan mematikan pasar di Indonesia yang sejak dulu baru mulai akan berkembang.Kesimpulannya Cermati, Amati, dan Lakukan

    Madya Singgih Trihandoko

    singgih_trihandoko@yahoo.com

  5. rizki maisarah (f.2010.10.174)

    Menurut saya, artikel diatas sangat bagus, merubah bagaimana ber-marketing bersama konsumen. Apa lagii perusahaan diatas merubah pelayanan berdasarkan kebiasaan konsumen menengah di indonesia. Maka hal itu sangatlah baik dilakukan untuk perusahaan yang di kelola. Sejauh ini saya sudah pernah melakukan perubahan pelayan usaha saya yang kecil ini. Dengan melakukan sistem credit, dengan pelayanan yang cepat, sehingga konsumen saya selalu ke saya untuk membeli Pulsa, dan sistem pembayaran yang sekarang juga bisa di lakukan di mana saja. Selagi konsumen menggunakan M-banking. Untuk pelanggan yang tidak menggunakan m-banking pembayaran dilakukan jika kami saling bertemu, dan sesempatnya saja. Jadi consumen juga tidak terlalu pusing untuk memikirkan pembayaran.
    Dan saya merima order via media sosial, bbm, sms, telfon, dan fasilitas yang sekarang lagi gempar-gemparnya. Jdi konsumen tidak lagi perlu bersusah payah ke counter untuk membeli pulsa ponsel mereka, dengan demikian banyak keuntungan yang mereka dapat juga. Seperti waktu yang tidak lagi di perlukan untuk berjalan dan mencari counter pulsa.

    Dengan perubahan pelayanan tersebut para konsumen juga tidak lari ke distributor-distributor lainnya.

  6. Dyah Purwaning Prihastuti

    Dari postingan yg dituliskan mengenai Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia, saya beranggapan bahwa peristiwa yg diceritakan merupakan peristiwa nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

    Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluaran nya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari). Hal itu mengakibatkan masyarakat Indonesia memiliki kemampuan belanja yg lebih besar. Sehingga semua menjadi terlihat terjangkau. Tanda-tandanya seperti mobil-mobil sudah mulai membanjiri jalanan sehingga menyebabkan kemacetan, mall dan tempat hiburan penuh sesak oleh pengunjung dan lain sebagainya. Tapi disisi lain, kelas menengah juga pintar dan memiliki pengetahuan yg luas. Meningkatnya pendidikan para konsumen membuat mereka akan lebih rasional dalam menentukan pembelian dan memilih barang-barang yang akan mereka beli. Mereka selalu ingin mendapatkan keuntungan dengan kepuasan atas barang yg dibelinya dan merek (brand) barang tsb yg membuat dirinya merasa bangga, dan meningkatkan kepercayaan dirinya tapi dengan harga semurah murahnya tapi dengan kualitas yg sama.

    Oleh karena itu, marketer harus jeli melihat perubahan dalam lingkungan bisnis yg berubah terus menerus, harus bisa mengenai sasaran target dalam pemasaran. Dari hal-hal tsb para marketer harus memasang strategi ampuh untuk menaklukkan dan mendapatkan kemenangan apabila dapat merespon lebih cepat perubahan dan mendahului pesaing-pesaing nya.

  7. Wacana di atas membuktikan bahwa indonesia semakin berkembang dengan tinggi nya tingkat konsumsi di masyarakat terutama di kalangan menengah ke atas dapat di lihat dari ada nya di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari) tetapi geliat dampaknya sudah luar biasa,,itu arti nya marketer harus dapat mensiasati dan cermat melihat perubahan yang sangat signifikan.
    Kesimpulan dari wacana tentang berubahnya perilaku konsumen Indonesia 3 signal perubahan tersebut yaitu harga,brand,dan strategi pemasaran di dunia internet,dari ketiga hal itu produsen/marketer di haruskan lebih creatif,cermat dan inovatif dari para pesaingan nya,hal ini bertujuan agar barang dan jasa yang dijual/pasarkan itu dapat bersaing dan tak tersingkirkan dari para pesaing nya.

  8. ARIEF VIA AKBAR. F201010054

    Wacana di atas membuktikan bahwa indonesia semakin berkembang dengan tinggi nya tingkat comsumtif di masyarakat terutama di kalangan menengah ke atas dapat di lihat dari ada nya di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari) tetapi geliat dampaknya sudah luar biasa,,itu arti nya marketer harus dapat mensiasati sudah luar biasa,,itu arti nya marketer harus dapat mensiasati dan cermat melihat perubahan yang sangat signifikan.
    Kesimpulan dari wacana tentang berubahnya perilaku Consumen Indonesia 3 signal perubahan tersebut yaitu harga,brand,dan strategi pemasaran di dunia internet,dari ketiga hal itu produsen/marketer di haruskan lebih creatif,cermat dan inovatif dari para pesaingan nya,hal ini bertujuan agar barang dan jasa yang dijual/pasarkan itu dapat bersaing dan tak tersingkirkan dari para pesaing nya.

  9. Mega Humairoh

    Kemajuan ekonomi per pendapatan kapita memang telah meningkat secara signifikan,dan sebagai hasilnya, standar kehidupan masyarakat indonesia juga meningkat. ini terjadi dalam situasi di mana sebuah konsep middle class baru di indonesia muncul sebagai pihak yang di untungkan oleh kemajuan ekonomi.

    analisis kelas mengutarakan pembentukan kelas yang dinamis dan terus-menerus. kenyataannya, kelas adalah sesuatu yang selalu berada dalam produksi dan reproduksi berkelanjutan melalui pengalaman-pengalaman kultural. Fenomena ‘kafe tenda’ dan budaya mall mencontohkan proses pembentukan middle class di Indonesia.
    sehingga perubahan perilaku consumen di indonesia sangat signal untuk middle class adanya perubahan tersebut,
    -hypervalue-oriented consumer, middle class lebih mementingkan kualitas bagus walaupun uang mereka tidak begitu banyak tetap mereka lebih mementingkan kualitas dari barang atau produk tersebut
    -kelas menengah mencari merk, mereka tidak hanya sekedar merk tetapi juga memuaskan dan membangun ikatan batin sehingga konsumen atau kelas menengah trust,pride and passion makanya sangat penting juga untuk mempromosikan produk atau barang tersebut.
    -dan jaringan kominukasi yang sangat mudah (ter- conneted), middle class juga lebih mudah mengakses komunikasi dengan adanya handphone dan dengan adanya internet yang memiliki akses-akses yang lebih luas.

    jadi, marketer harus mempunyai strategi dalam pemasaran produk tersebut, harus mengetahui harga pasaran sehingga mampu bersaing sesuai dengan harga pasaran tersebut, marketer juga harus mempertahankan kualitas barang atau produk tersebut sehingga consumen tidak merasakan kecewa :))

  10. Memang saat ini konsumsi kelas menengah telah meningkat, hal tersebut dapat dilihat di sekitar kita dimana pada saat ini tempat perbelanjaan semakin ramai dukunjungi oleh para konsumen dan konsumen lebih selektif dengan barang yang dikonsumsinya namun tidak mengurangi tingkat konsumsi mereka. hal ini bisa dijadikan oleh para pengusaha lama untuk lebih mengembangkan sayapnya lagi dan seiring dengan meningkatnya jumlah konsumsi tingkat menengah bisa mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru. oleh karena itu hal ini dapat menyebabkan persaingan dikalangan pengusaha.

    Dengan meningkatnya konsumsi tingkat menegah ini pengusaha yang memiliki pemikiran kreatif lah yang dapat bertahan, sebagai contoh saat ini lebih banyak orang indonesia datang ke india dibandingkan orang india datang ke indonesia. data ini saya peroleh ketika saya mengikuti seminar “The Incredible Of India”, yang ingin saya sampaikan adalah dengan melihat data tersebut kita menjadi tahu bahwa memang benar tingkat konsumsi mayarakat indonesia cukup besar.

    Irwansyah Aditya S
    Siliwangi Tour And Travel

  11. Dea Adelina

    Dari judul postingan ini saja sudah sangat menarik. “Revolusi Konsumen kelas menengah di Indonesia”. Hal tersebut menunjukkan bahwa Negara kita saat ini sedang mengalami peningkatan pertumbuhan pada perekonomiannya, yang didorong oleh perubahan perilaku masyarakat yang ingin meningkatkan kemakmuran serta daya belinya terhadap barang atau jasa yang hendak mereka miliki atau nikmati. maka penyumbang revolusi konsumen pada kelas menengah ini kebanyakan berasal dari konsumen kelas bawah yang ingin naik kelas menjadi konsumen kelas menengah (termasuk konsumen kelas menengah bawah range US$ 2-4 per hari). Meskipun begitu, daya magnet dan pertumbuhannya di pasar sudah berdampak sangat luar biasa. Dampaknya pun dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti ramainya 7-eleven, KFC. padahal dulunya konsumen yang masuk ke situ adalah konsumen kelas atas, tapi sekarang konsumen dari kelas menengah pun dapat dengan mudahnya keluar masuk tempat itu. Tak sedikit juga dari konsumen kelas menengah ini yang terjangkit sindrom branded style atau suka membeli barang-barang bermerek atau paling tidak barang-barang KW nya, hal itu dilakukan agar dapat mendongkrak gengsi yang menunjukkan bahwa hidup mereka sudah lebih baik (life style).
    dibalik itu, kita bisa melihat adanya sebuah potensi yang sangat besar pada segmen kelas menengah ini. Untuk itu, diharapkan para marketer khususnya marketer dalam negeri harus dapat merespon dengan cepat potensi pasar yang luar biasa besar pada segmen ini, apalagi pergerakan pasar ini dinamis, maka dapat diramalkan beberapa tahun kedepan seluruh brand akan bergerak agresif untuk mengincar dan masuk ke dalam segmen ini. apabila para marketer tidak dapat mengejar pertumbuhan ini, siap-siap saja Indonesia lagi-lagi akan dikuasai oleh para kompetitor yang asalnya kebanyakan adalah dari luar dan menguasai konsumen kelas menengah yang sudah berjumlah sebesar 56% dari jumlah penduduk di Indonesia. Sangat disayangkan. Jadi, diperlukan adanya kecermatan dan kelihaian dari para marketer lokal dalam mebidik dan memahami perubahan psikografis pada setiap segmen pasar agar dapat mengarahkan pemasarannya secara lebih tajam, dan tentu saja dengan memberikan inovasi-inovasi serta kualitas yang tak kalah saing dengan para marketer dari luar.

  12. mega humairoh

    Dari analisis tentang revolusi konsumen kelas menengah Indonesia,sangat gampang sekali masyarakat kelas menengah tertarik dengan produk-produk yang menurutnya bagus atau menarik sehingga marketer juga agak mudah untuk membuat strategis daya tarik consumer.
    Marketer juga harus membuat produk-produk yang berkualitas sehingga consumer tidak merasakan kecewa karena sesuai dengan merk tersebut yang menurut kelas menengah itu memuaskan atau dapat membentuk kepercayaan kelas menengah.
    walaupun duit kelas menengah ketidak terlalu banyak tetap mereka lebih mementingkan kualitas barang tersebut, makanya salah satu strategis marketer membuat discount sehingga consumen dapat membeli barang atau produk tersebut walaupun duit mereka tidak terlalu banyak.
    Adanya perubahan perilaku consumen indonesia,marketer harus lebih mengusai harga-harga pasar yang ada di indonesia.
    bagi seorang wirausaha kualitas itu nomer satu, jangan sampai karna kualitas tidak sesuai dengan harga sehingga membuat consumen tertarik dengan produk-produk lain.

  13. Putri rachma wardani

    Dari artikel diatas dapat ditarik ringkasan bahwa kelas menengah di Indonesia yang kebanyakan mendapatkan pengasilan U$ 2-4/hari mempunyai dampak yang besar. Sehingga, konsumsi dalam negeri mampu berkontribusi sangat besar dalam peningkatan perekonomi Indonesia. Perilaku konsumen Indonesia, mengalami banyak perubahan. Kini, Para konsumen tak lagi menjadikan harga sebagai patokan utama membeli sebuah kebutuhan, tetapi banyak faktor lain yang berpengaruh. Konsumen semakin pintar dalam memilih kebutuhan yang mempunyai kualitas bagus tetapi memiliki harga terjangkau dengan adanya discount hal itu semakin mudah didapatkan. Selain itu, konsumen mengengah memilih kebutuhan mereka didasari dengan merek terkenal dan konsumen mengengah saat ini sudah semakin selektif dalam memilih tidak hanya mengutama harga murah dan merek yang terkenal tetapi juga memcari data-data (survey) dengan akurat untuk mengetahui apakah yang akan dibeli berkualitas dan bisa meningkatkan kepuasan para konsumen. Jadi, sebagai Pengusaha juga harus bisa menberikan apa yang konsumen inginkan sesuai dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam sehingga dapat bersaing dengan strategi- strategi bisnis yang dapat meningkatkan daya beli konsumen.

  14. Saya dapat menyimpulkan bahwa konsumen/masyarakat kelas menengah Indonesia dapat mendongkrak tingginya angka pembelian suatu barang, makanan dan minuman ditahun 2013 dan diharapkan di tahun yang akan datang juga semakin tinggi. Bila kita melihat fenomena bisnis diIndonesia masyarakat menengah kebawah sudah mulai menyiasati bahwa pentingnya suatu kesehatan, tak jarang orang Indonesia yang sakit karena tidak memikirkan bahwa kesehatan itu mahal harganya, untuk itu dihimbau untuk masyarakat Indonesia untuk hidup sehat dengan makan-makanan yang sehat seperti kehigenisan yang perlu diperhatikan,banyak makanan yang dijual agak mahal tapi produsen memperhatikan kebersihan atau kehigenisan makanan agar dapat dikonsumsi oleh konsumen dengan sehat, konsumen juga mulai melirik kesuatu makanan seperti misal “Nasi Organik” walau terbilang harga yang sedikit mahal namun masyarakat tetap membelinya karena sadar akan kesehatan khususnya orang yang lanjut usia tapi tak jarang anak muda pun juga membelinya karena penyakit itu tidak memandang usia tua atau muda. Sama halnya disisi penjualan minuman, sama seperti penjualan makanan bahwa masyarakat tetap memprioritaskan kesehatan lewat makanan atau minuman yang dikonsumsinya walau harga yang relative sedikit mahal.

    Bila kita melihat lagi fenomena daya beli masyarakat menengah misal sepatu wanita/pria mereka akan mencari kualiatas bagus namun harganya murah,karena masyarakat kelas menengah lebih mengutamakan kepuasaan dan keuntungan atas barang yang diperolehnya begitu sebaliknya dengan produsen yang meningkatkan keuntungan barang yang diperjual belikan. Oleh karena itu walau daya beli masyarakat menengah diIndonesia belum seperti tingginya masyarakat menengah di negara Eropa seperti Amerika atau Jepang tapi masyarakat menengah Indonesia juga memiliki tingkat daya beli yang besar pula.

  15. Alfi Hastoni

    KARAKTERISTIK KONSUMEN KELAS MENENGAH INDONESIA :

    1. Konsumen Kelas Menengah indonesia mempunyai penngeluaran ada di range US $ 2 – 20 per hari, walau masih banyak Kelas Menengah Indonesia di kisaran US $ 2 – 4 per hari dan sampai di range US $ 6 – 8 per hari, tetapi dampaknya sangat luar biasa. Hal itu mengakibatkan kemampuan belanja yang lebih besar.

    2. Konsumen Kelas Menengah Indonesia walaupun daya belinya meningkat, namun belum sekuat Kelas Menengah yang ada di Eropa, Jepang dan Amerika sebab mereka berkeinginan untuk membeli barang-barang yang berkualitas dan merek yang tidak sekedar memuaskan dirinya tapi mampu membangun ikatan batin (emotional connection) dengan konsumen dalam bentuk kepercayaan (trust), kebanggaan (pride), kegairahan (passion).

    3. Mereka adalah komunitas ter-connected, artinya walaupun uangnya tidak banyak konsumen kelas Menengah sangatlah well-informed. Mereka punya jaringan dengan media sosial yang sangat kuat, Contohnya mereka rajin mengecek lewat internet tentang barang-barang yang mau di beli sebelum memutuskan untuk membeli, survey, dan mendengarkan merek lewat media.

    4.Seorang marketer harus pandai menyiasati dan melihat perubahan-perubahan para konsumen di indonesia agar mencegah banyaknya competitor yang dapat menyaingi usaha kita.

    5. Disiplin melakukan skala prioritas dalam hidup dan menyadari tidak semua hal penting. Dalam hal itu adalah hal yang kita sukai.Menjadi disiplin berarti mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan, bukan sekedar mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan.

    6. Usahakan memulai berbisnis dengan hal yang anda sukai atau harus menemukan passion bidang bisnis yang hendak ditekuni. Jika memilih bisnis sesuai dengan minat dan passion maka akan timbul semangat untuk terus berjuang dengan motivasi kecintaan diri terhadap barang yang anda sukai.

    7. Selalu belusukan mencari celah bagaimana produk atau jasa yang ditawarkan selalu menarik minat. Konsumen, karena ini merupakan salah satu cara anda yang selalu tune in dengan bisnis baru yang anda tekuni. Hal ini sangatlah membantu dalam menyusun strategi untuk bisa menjual lebih baik dan lebih banyak konsumen.

    8. Jangan mudah menyerah bila mengalami kegagalan. Jarang suatu bisnis yang di bangun bisa langsung. Lancar dan cepat membesar. Semua itu adalah dinamika dalam berusaha, jadi jika terpuruk janganlah berputus asa dan tetap bersemangat.

  16. Muhammad Your Daniel Kalangi

    dari artikel diatas kita bisa mengetahui bahwa tinggi nya tingkat konsumsi dan konsumen di Indonesia sangat lah tinggi baik dikalangan bawah maupun menengah. dilihat dari pendapatan range US$ 2-20 per hari jadi bisa dibilang. seorang marketer harus bisa mensiasati dan mengetahui apa saja kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga yang relevan. mengingat dengan pendapatan range US$ 2-20 per hari di masyarakat.

    kesimpulannya seorang marketer harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak terkira tetapi dengan harga yg relevan. sehingga masyarakat akan tertarik dengan apa yang seorang marketer tawarkan kepada masyarakat dengan harga yg sesuai di kalangan masyarakat dan dalam bersaing dalam dunia marketing

  17. Nelyana Indri Astuti

    Dari artikel diatas yang bertajuk revolusi kelas menegah indonesia, ada beberapa hal yang menarik untuk dikaji. Yang pertama adalah tentang Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluarannya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari), namun jika kita kaji lebih dalam daya beli dan kenaikan jumlah konsumsi kelas menengah Indonesia pasti berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yakni sekitar 6,4 % ditahun 2012 yang 30%nya dinikmati oleh masyarakat kelas menengah kebawah dan 70% nya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas, disini yang ditonjolkan oleh pemerintah adalah kenaikan pertumbuhan ekonomi di indonesia yang dalam arti lain Indonesia telah mampu bangkit 6,4 % namun pada kenyataan nya kenaikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu dinikmati oleh kalangan menengah keatas, masih kalangan menengah keatas yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Indonesia membuat seakan-akan bangsa ini tumbuh namun pada kenyataannya masyarakat menengah kebawah masih dalam standar kehidupan yang masih bias dibilang kekurangan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa revolusi kelas menengah di Indonesia ini belumlah terlalu signifikan karena penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia masihlah dalam kalangan menengah keatas atau tidak merata.
    Seperti yang sudah kita ketahui bahwa masyarakat di Indonesia adalah masyarakat yang konsumtif jadi tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan menghabiskan uangnya demi sebuah kebutuhan atau bahkan untuk sebuah gengsi. Dari 3 signal yang menyatakan berubahnya perilaku konsumen di Indonesia yakni :
    1. Hypervalue-oriented consumer, yang berarti mereka dijangkiti ingin membeli barang-barang “berkualitas bagus” walupun duitnya tidak banyak-banyak amat” disini dapat kita lihat bahwa mereka menghabiskan uang mereka yng tidak terlalu banyak demi sebuah barang yang berkualitas bagus dan yang akan menjadi bahan pertimbangan oleh konsumen di indonesia adalah soal harga yang terjangkau dan kualitas yang bagus, hal ini tentunya akan membuat sang produsen/marketer memutar otak guna mencapai target penjualan yang dihadapkan pada sikon konsumen dengan uang yang pas-pasan contohnya mereka membuat discount dengan harapan konsumen akan membeli walau harus rela mengantri panjang, selain discount, cara lain yang dilakukan marketer adalah dengan membuat kredit untuk sebuah barang, jadi konsumen dapat mencicil barang tersebut sesuai kemampuan mereka, karena kemampuan daya beli setiap orang berbeda-beda, dan saya fikir hal ini adalah cara jitu guna menarik konsumen untuk mencapai taget penjualan.
    2. Mereka mencari Merek yang tidak sekedar “memuaskan” dirinya tetapi juga merek yang mampu “membangun” ikatan batin (emotional connection) dengan konsumen dengan bentuk kepercayaan (trust), kebanggan (pride), kegairahan (passion). Dari sini dapat kita lihat bahwa mereka membeli sebuah barang bukan hanya untuk kebutuhan, namun lebih kepada sebuah gengsi yang besar yang mengundang kebanggaan tersendiri pada penggunanya. Dan menurut mereka memakai barang original itu bukan sombong, melainkan suatu kebanggan tersendiri jika memakaiya, contohnya seorang wanita lebih akan memilih tas branded dengan harga selangit guna menunjang penampilannya yang mungkin menurut orang lain itu wasted money tetapi menurut dia adalah kebanggaan, kepuasan tersendiri dalam hidupnya. Dengan demikian merk/brand membangun kebanggaan bagi si penggunanya, dan tentunya merk/brand akan menarik konsumen untuk membelinya guna mencapai target penjualan.
    3. Mereka adalah komunitas ter-connected. Jadi merangkul mereka lewat jalur-jalur sosial media adalah salah satu jalan untuk merangkul dan memahami konsumen yang hendak disasar. Menurut saya cara ini merupakan cara yang bagus dan jitu guna menarik konsumen, karena perkembangan teknologi yang semakin canggih jadi konsumen tidak perlu repot-repot mencari informasi yang dibutuhkan, karena dengan berjejaring social ria konsumen dapat mendapatkan informasi yang dicarinya.
    Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa menjadi seorang marketer haruslah cermat, cepat tanggap dalam membaca situasi pasar, dapat membca perubahan lingkungan, dan mampu membuat strategi jitu guna mengguncang pasar. Seorang produsen/marketer harus kreatif dan inovatif agar konsumen tidak beralih ke competitor lain.

    Nelyana Indri Astuti

  18. Aditya Pratama Mulhandi

    Dari posting yang anda tulis mengenai Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia. Data menarik “Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluarannya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari)”. Saya mungkin akan menambahkan tentang ananlisis menarik sebuah perubahnya perilaku Consumen Indonesia yang setidaknya ada 3 signal adanya perubahan, yaitu menurut saya signal yang berikutnya adalah dari sistem pembayaran di indonesia yang sangat mudah sehingga para konsumen kelas menegah di indonesia dapat membeli apa saja yang mereka inginkan dengan mudah, walaupun pendapatan mereka tidak berimbang dengan pengeluaran atau daya beli mereka yang relatif lebih besar dari penghasilannya. Salah satu contohnya sistem pembayaran secara kredit atau angsuran ditambah lagi dengan adanya kartu kredit yang ditawarkan oleh bank-bank yang ada di indonesia. Dengan demikian daya beli kelas menengah di indonesia menjadi luar biasa sehingga dapat menarik investor-investor dari luar negeri untuk menanamkan modalnya di indonesia yang akan menimbulkan roda perekonomian di indonesia akan berkembang dan maju.

  19. Indra Koestoer

    Menarik dan lanjutkan volks…

  20. ahmad sidik

    dari tulisan diatas, saya mendapatkan gambaran tentang konsumen yang paling banyak ada di indonesia, yaitu konsumen kelas menengah. dalam postingan tersebut ada beberapa hal menarik yang dibahas mengenai sikap dan prilaku konsumen kelas menengah di indonesia.
    meskipun pendapatan konsumen kelas menengah berkisar antara US$ 2-20. tetapi mereka ingin mempunyai daya beli yang tidak kalah jauh dari konsumen kelas atas, yakni berupa :

    1) Hypervalue-oriented consumer = fenomena ini dapat diartikan sebagai konsumen kelas menengah yang ingin mempunyai barang-barang berkualitas bagus tetapi pendapatan mereka belum mencukupi, hal ini dimanfaatkan oleh para marketer untuk mengambil kesempatan tersebut, maka dari itu para marketer tersebut membuat program “Discount” !

    2) konsumen kelas menengah sekarang selain memperhatikan harga barang yang ingin mereka beli, mereka juga memikirkan segi “Kebanggan” atas apa yang telah ia beli atau gunakan.

    3) konsumen kelas menengah akan lebih sering mensurvei haraga barang yang ingin mereka beli dan akan lebih memilih harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

    jadi seorang pengusaha harus bisa mengerti dan menyiasati perkembangan yang semakin cepat berubah. dan dapat dengan cepat melakukan perubahan pada barang/jasa yang di jual nya.

  21. mahardhika caesar

    dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa konsumen di indonesia itu di dominasi oleh Konsumen Kelas Menengah yang pengeluarannya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari,dan menurut analisa diatas dapat dilihat bahwa konsumen pada kelas menengah ini memiliki 3 perilaku menarik tentang berubahnya perilaku konsumen Indonesia.ada 3 signal adanya perubahan tersebut seperti “Hypervalue-oriented consumer“,mereka mencari brand“dan Mereka adalah komunitas ter-connected

    setelah melihat analisis mengenai sikap dan perilaku konsumen tingkat menengah ini kita menjadi tahu tentang perilaku mereka terhadap kebutuhan yang mereka butuhkan,dengan kebutuhan mereka yang tinggi kita sebagai marketer membutuhkan suatu strategi yg memicu pada analisis yang dijelaskan diatas untuk dapat berkompetisi menarik konsumen sebanyak banyak nya ,dengan cermat menilai situasi pasar, cepat tanggap, kreatif dalam berfikir,membuat suatu inovasi terbaru berbeda dengan yg lain agar kita tidak kehilangan konsumen

  22. ahmad sidik

    Dari tulisan diatas, saya mendapatkan gambaran tentang konsumen yang paling banyak ada di Indonesia, yaitu konsumen kelas menengah. dalam postingan tersebut ada beberapa hal menarik yang dibahas mengenai sikap dan prilaku konsumen kelas menengah di indonesia.
    meskipun pendapatan konsumen kelas menengah berkisar antara US$ 2-20. tetapi mereka ingin mempunyai daya beli yang tidak kalah jauh dari konsumen kelas atas, yakni berupa :

    1) Hypervalue-oriented consumer = fenomena ini dapat diartikan sebagai konsumen kelas menengah yang ingin mempunyai barang-barang berkualitas bagus tetapi pendapatan mereka belum mencukupi, hal ini dimanfaatkan oleh para marketer untuk mengambil kesempatan tersebut, maka dari itu para marketer tersebut membuat program “Discount” !

    2) konsumen kelas menengah sekarang selain memperhatikan harga barang yang ingin mereka beli, mereka juga memikirkan segi “Kebanggaan” atas apa yang telah ia beli atau gunakan.

    3) konsumen kelas menengah akan lebih sering mensurvei haraga barang yang ingin mereka beli dan akan lebih memilih harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

    jadi seorang pengusaha harus bisa mengerti dan menyiasati perkembangan yang semakin cepat berubah. dan dapat dengan cepat melakukan perubahan pada barang/jasa yang di jual nya

  23. Novita Sari

    Satu hal yang menjadi daya tarik ketika memahami bacaan dibuku tersebut, yaitu “ konsumen di Indonesia cenderung ingin gaya dengen merk setara kualitas atas tapi dengan harga yang jauh dari harga ‘atas’ ”
    Dengan memahami makna kalimat diatas, yang muncul di benak saya adalah gaya hidup. Lebih spesifik lagi yaitu gaya hidup yang nantinya menunjukkan seakan akan si empunya ini memiliki status yang ‘wah’, misalnya pakaian, tas, sepatu, dll. Karena tuntutan pasar yang seperti itu maka akhirnya muncullah ‘produsen plagiat’ yang membuat produk yang mirip asli secara kasat mata tapi kenyataan nya palsu atau sering kita sebut dengan KW. Adanya produsen yang fasih meniru dengan persis produk bermerk itu sebenarnya menunjukan kreatifitas produsen, ya kreatifitas meniru maksud nya.
    Saya pun menganalisa, dengan adanya produsen kreatif tersebut kenapa kita tidak kumpulkan kemudian mengarahkan kekreatifitasan tersebut di jalur yang sebagaimana mestinya. Yap, kita buat produk atau brand baru dengan mengemas nya dalam bentuk slogan ‘cinta produk tanah air’ tapi kualitas internasional.
    Jadi sasaran saya adalah ciptakan produk baru berkualitas dengan menggandeng para produsen plagiat, arahkan sebagaimana mestinya, gencarkan promosi cinta produk tanah air, terus berusaha dan bidik konsumen yang tepat (kalangan menengah yang ingin bergaya mewah tapi dengan harga orang susah), dan terakhir jangan lupa berdoa diberi kelancaran , goodluck .

  24. Niken Puspitasari

    Dari postingan artikel diatas mengenai “Revolusi Konsumen kelas menengah di Indonesia” sangat menarik untuk dibaca dan di telaah bagi para marketer untuk menguasai pangsa pasar. Artikel di atas, menujukkan bahwa negara Indonesia yang katanya sebagai negara berkembang, saat ini sedang menujukkan perkembangannya dalam hal peningkatan pertumbuhan perekonomian. Peristiwa ini dapat dilihat dengan adanya perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang menjadi konsumtif.
    Hal ini terjadi karena terdapat faktor, Hypervalue-oriented consumer yaitu meningkatnya daya beli masyarakat midlle class terhadap barang dan jasa. Efek ini terjadi karena, masyarakat Indonesia suka sekali berbelanja, apalagi jika sudah ada barang discount dengan harga yang murah dengan kualtitas yang baik. Mereka rela mengantri demi barang yang diinginkannya. Selain itu, masyarakat seperti ini juga branded sytle, yaitu lebih mengutamakan merk terkenal bahkan tak jarang mereka menggunakan barang KW yg bermerk demi menaikkan strata sosial kehidupan mereka, dan menjaga popularitas dan eksistensi mereka di lingkungan sekitarnya.
    Di era modern saat ini, semakin canggih teknologi dan informasi. Hal ini tentu saja memudahkan para konsumen untuk berbelanja barang yang mereka inginkan. Banyak konsumen memanfaatkan kecanggihan teknologi ini, misalnya mereka jika ingin berbelanja hanya melalui online shop saja dan system pembayarannya pun bisa di transfer. Hal ini tentu saja lebih efektif, dan efisien dalam menghemat waktu dan biaya.
    Dengan melihat keadaan seperti ini tentu ada potensi pangsa pasar yang luas pada middle class yang dibisa dikuasai. Diharapkan para marketer, bisa lebih jeli melihat lalu menelaah peristiwa ini agar pasar tidak dikuasai oleh para competitor. Karena masyarakat sekarang lebih pinter dalam memilih, dan suka dengan hal yang baru serta berbeda. Jadi hanya marketer yang bedalah yang bisa menang dalam menarik hati pangsa pasar dari masyarakat, selain itu menciptakan produk yang berkualitas dengan bekerja sama perusahaan ternama lalu diiklan dengan icon bintang ternama pula( misal artis, dll) tentunya dengan kreasi dan inovasi yang menghasilkan karya yang kreatif serta inovatif,sedangkan masalah harga harus sesuai kantong masyarakat middle class,

  25. I Gede Zico Rakasiwie

    Dari artikel diatas jelas bahwa memang konsumen tingkat menengah atas di indonesia itu memang gemar atau bisa di katakan ‘barang bagus dan berkualitas’ bisa membuat dirinya merasa di hargai oleh banyak orang
    kita bisa lihat dari fenomena yang ada , barang apapun lah istilah nya yang berkualitas dan harga nya mahal di indonesia pasti ada yang memiliki nya baik itu berupa pakaian, mobil ,motor dan sebagainya

    Dari perilaku konsumen yang seperti ini lah yang harus pintar-pintar nya pengusaha untuk tetap bisa bersaing dengan yang lain nya . contoh nya dari artikel diatas sudah jelas jika konsumen di indonesia sangat ingin memiliki barang-barang yang tidak hanya bermerk atau High Branded tp juga dengan harga yang miring, terbukti ketika barang tersebut discount sedikit pun sudah banyak masyarakat yang rela ngantri untuk membeli barang tersebut.

    Mungkin peluang yang ada jika saya mejadi seorang pengusaha adalah dengan menggunakan teknik orang China, yaitu amati, tiru, kemudian modifikasi .
    Makanya banyak produk-produk china di Indonesia yang saat ini beredar luas.

    kita bisa meniru barang tersebut kemudian modifikasi dengan cara mungkiin salah satunya dengan harga dari barang tersebut yang kita sedikit turunkan atau miringkan tetapi tetap melihat kualitas dari barang itu sendiri untuk menarik konsumen untuk membeli nya.

    Dengan cara ini pengusaha masih tetap eksis karena dilihat dari fenomena yang ada di indonesia bahwa barang-barang yang dikatakan KW (tidak asli) , banyak kok peminat nya .

    Mungkin itu yang saya bisa tanggapi dari artikel diatas.

    I Gede Zico Rakasiwie

  26. El Eva Nadiva

    Dari informasi yang kita peroleh di atas kita tahu bahwa saat ini konsumsi kalang menengah meningkat. hal ini sebenernya dapat kita rasakan sendiri. contohnya saja saat ini orang cendrung lebih suka membeli gadget seperti handphone keluaran terbaru. maksudnya seseorang lebih suka berganti-ganti handphone padahal handphone yang ia gunakan sebelumnya baik-baik saja (tidak rusak) dan sebenarnya fungsi dari handphone yang sebelumnya tidaklah jauh berbeda, sama-sama memiliki fungsi yang hampir sama, mungkin yang berebada hanya dari segi memori dan ukuran layar saja bisa membuat konsemen tertarik untuk mengeluarkan uangnya, karena itu tadi saat ini konsumen akan merasakan ras kebanggaan (pride), kegairahan (passion) apabila memiliki barang yang ‘up to date’.

    Fenomena ini lah yang sebenarnya menjadi daya tarik di indonesia saat ini, banyak pengusaha asing yang telah mengetathui hal ini. sebagai kaitannya dengan contoh di atas kita dapat merasakan bahwa saat in produsen handphone memanfaatkan peluang ini, dimana produk-produk yang dijualanya pasti akan ada penambahan fitur yang menurut saya itu bisa saja di hadirkan pada handphone generasi sebelumnya. sebagai contoh bulan ini produsen hp x mengeluarkan tipe hp sss dengan spesifikasi layar 3 inch memori 1 gb dan lain-lain. nah pada 5 bulan kemudian dari produk ini keluar varian barunya mungkin dengan penamabahan memori internal dari 1 gb ke 2g. prubahan ini sangat kecil bagi produsen tapi memiliki dampak bagi konsumen karena dengan penambahan hal itu menjadi daya tarik konsumen untuk menyesihkan uangnya. jadi sebaiknya pengusaha-pengusaha di indonesia dapat melihat hal ini agar kondisi ini tidak terlalu banyak dimanfaat orang luar.

  27. AGREN SHEPHERD MAITULUNG

    Hasil analisa yang fantastik oleh Pak Yuswohady yang kembali diangkat oleh Pak Donny dalam menyadari perubahan perilaku konsumen Indonesia terutama untuk para pengusaha dalam melihat peluang terhadap konsumen kelas menengah untuk meningkatkan daya beli nya yang tidak sekedar hanya memuaskan hatinya saja tapi juga membangun kepercayaan diri untuk mengungkapkan perasaan-perasaan emosionalnya ke publik.

    Hyper-extrovert menjadikan medium ekspresi personal dalam media sosial seperti facebook dan twitter menjadi senjata ampuh untuk para pengusaha dalam memahami konsumen kelas menengah yang ingin meningkatkan kepercayaan diri nya dalam membeli produk yang dikenal orang dan diketahui semua orang bahwa ia membelinya namun tetap dalam harga yang terjangkau konsumen kelas menengah (connected customers create a narcissistic world)

    Pengusaha harus menyadari suatu syndrome saat ini bahwa “narsis becomes way of life” dan “they have to pay little more to get narsis in narcissistic world). Suatu syndrome yang menjadikan suatu perlombaan orang beken untuk menjadi konsumen narsis dengan biaya tipis. Senjata ampuh yang mestinya disadari pengusaha adalah komunitas dan social media tools. Sebuah formula sederhana adalah energi marketing yang luar biasa, word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut dan komunitas baik yang didukung media social.

    Namun tidak semua konsumen kelas menengah adalah konsumeris, salah satu ciri konsumen kelas menengah adalah smart customer yang peduli value/benefit yang ditawarkan produk/servis oleh sebab itu pengusaha seharusnya tidak lengah dan terus berinovasi dan peka mencari cara untuk menarik minat konsumen yang tidak semua konsumeris dengan memberikan kejutan promo / diskon / keuntungan lainnya yang bisa didapat konsumen kelas menengah.

    *AGREN SHEPHERD MAITULUNG*

  28. putu anggraeni

    terdapat perilaku masyarakat kelas menengah Indonesia yang sangat konsumtif yang dimulai dari kalangan remaja sampai dengan orangtuanya. Perilaku konsumtif ini dapat dilihat dari pemakaian merek produk makanan, perawatan, pakaian dan produk elektronik yang dibeli rata2 berlabel luar negri yang menunjang penampilan, gengsi yang merupakan gaya hidup. Dari kalangan pengusaha hanya sedikit saja yang berhasil dalam bisnis perdagangan, sedangkan pengusaha yang mengangkat produk lokal tidak ada. Produk lokal sendiri sangat perlu dikembangkan terutama kebutuhan pokok sehari2 seperti beras, kedelai dll, yang saat ini sedang bermasalah adalah bawang merah dan bawang putih terlihat sangat tergantung dari impor.

  29. fransiskus

    Dalam prakeknya memang tidak bisa dipungkiri,kalangan menengah Indonesia khususnya jakarta telah mengalami gejolak perubahan

    Hal in bisa terjadi karena banyak hal,diantaranya

    1.kebijakan pemerintah akan UMR/UMK/UMP meningkat tiap tahunnya,kenaikannya pun cukup signifikan.di Jakarta saja kenaikan mencapai 37%.

    2.menjamurnya minimarket baik lokal (indoma*et,alfama*t) maupun asing (law*on,seven*leven). Secara tidak langsung dengan menjamurnya mini market di jakarta telah meningkatkan daya beli masyarakatnya

    3.layanan kredit dengan bunga ringan dan syarat mudah, di era serba elektronik ini kartu kredit sudah menjadi menu utama di dompet masyarakat indonesia. Tanpa sadar dengan kartu ukuran 5×10 cm itu telah membuat banyak masyarakat indonesia semakin dikendalikan dengan uang.

    4.perkembangan mall di jakarta. Pada tahun 2012 saja sedikitnya 6 mall besar dengan gagahnya berdiri melengkapi kepadatan di Jakarta. Dan dalam proses 2013 direncanakan ada 5 mall besar lainnya yg akan menyusul.

    Ibarat pribahasa “ada gula ada semut”,begitulah kiranya pangsa pasar di indonesia khususnya jakarta ini. Diskon murah,cuci gudang,special price,dll itulah kata2 yang dapat membuat rakyat indonesia semakin terbuai dan semangat mmbelanjakan uangnya

    Sekian komentar dari saya

    Fransiskus

  30. fransiskus

    Dari bacaan diatas saya dapat memberika sedikit tambahan. Pada dasarnya semua kenaikan pasar masyarakat menengah tidak jauh merupakan hasil campur tangan pemerintah dan pengusaha. Beberapa alasan diantaranya

    1.Kebijakan pemerintah akan kenaikan UMR/UMK/UMP setempat. Di Jakarta saja kenaikan thn 2013 mencapai 38% dari tahun sebelumnya. Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

    2.Menjamurnya minimarket lokal maupun asing. Secara tidak langsung hal ini membuat kemampuan masyarakat akan membeli suatu produk pun meningkat

    3.Dalam tahun 2012 saja tercatat sedikitnya 6 mall besar dan megah berdiri melengkapi kepadatan di Jakarta. Dengan demikian terbukti bahwa investor di Indonesia “happy” dalam mengumpulkan uang rakyat

    4.Syarat kredit mudah dan bunga. Sadar atau tidak sadar kartu kredit dengan ukuran +- 5×10cm telah membuat rakyat semakin dikendalikan uang. Kartu ini juga telah menjadi menu utama di dompet masyarakat Indonesia

    Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya berlaku peribahasa “ada gula, ada semut”. Jadi seluruh gejolak kenaikan pangsa pasar kelas menengah di Indonesia tidak lari jauh dari peran INVESTOR dan PEMERINTAH.

    Fransiskus

  31. M.Rizali Mantovani

    perilaku Consumen di Indonesia. Setidaknya ada 3 signal adanya perubahan tersebut ,yaitu :

    a). Hypervalue-oriented consumer = dalam hal ini dapat menjadi senjata bagi marketer untuk menari konsumen kelas menengah dengan memberikan discount pada produk mereka, dikarenakan masyarakat kelas yang ingin membeli barang yang kerkualitas agar tidak ketinggalan tapi uangnya tidak ada, karena hal itu markeret memberikan discount.

    b). konsumen masyarakat menegah, mereka membeli produk yang bagus, murah tapi bisa dibangkan tau menjadi “kebangaan” atas apa yang telah dia beli.

    c). konsumen masyarakat kelas menengah lebih sering meninjau harga terlebih dahulu, mereka mencari harga yang paling murah akan tetapi memiliki kualitas yang sama dengan harga yang mahal.

    Menurut saya alasan mengapa masyarakat kelas menengah di Indonesia sangat konsumtif dikarenakan pengaruh modernisasi dan arus globalisasi sangat pesat, yang dikarenakan masyarakat kelas menengah selalu ingin menemukan hal yang baru yang bisa dibilang trendy atau keren dan juga tidak ketinggalan zaman. akan tetapi masyarakat kelas menengah selalu mencari alternatif lain, yaitu dengan membeli barang “KW”. contoh : sekarang keluar Hp blackberry baru Z10, karena tidak mau ketinggalan zaman tidak sedikit masyarakat menengah membeli produk tersebut. (data didapat dari pedagang Hp di Mega Bekasi).selain itu tingkat arus modernisasi yang sangat pesat sangat mempengaruhi perubahan tingkat konsumtif masyarakat kelas menengah karena perubahan teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat kembali lagi tidka ingin ketinggalan zaman akan teknologi yang sudah ada.

  32. Saya sangat setuju dengan pendapat Yuswohadi tentang 3 signal perilaku consumen Indonesia atau 3 psikografis. Karena sudah hukum alam yang telah membudaya di Indonesia jika posisi seseorang mulai merasa nyaman atau mapan biasanya pergerakan dan perubahan akan lebih smooth atau lebih mulus.

    Perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri. Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan.

    Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikaplanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen.Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.

    Ardiyanto.

  33. Terdapat parameter psikografis konsumem kelas menengah
    1.Kepemililan sumberdaya
    2.Tingkatan pengetahuan
    3.Tingkatan kondisi sosial

    Hal ini yang membuat konsumen kelas menengah menjadi konsumtif sekaligus cerdas.Dengan jumlah kelas menengah tahun 2010 sebesar 134 juta jiwa dari sekitar 81 juta jiwa pada 2003.Kenaikan jumlah kelas menengah ini diakibatkan oleh faktor mobilitas kelas atas yang turun menjadi kelas menengah ataupin sebaliknya kelas bawah yang naik menjadi kelas menengah. Pertumbuhan ini dapat menjadikan Indonesia menjadi negara terbesar ke-7 didunia pada 2030.Konsumen kelas menengah yang jumlahnya banyak ini rela membeli barang atau jasa yang berkualitas tinggi.Oleh karena itu banyak produsen yang mengalihkan sasarannya kepada kelas menengah.Tetapi komsumen kelas menengah juga sudah mulai cerdas dalam membeli barang atau jasa,selain sesuai dengan kebutuhan tetapi juga kebanggaan ketika menggunakan barang atau jasa tersebut.Sekarang tinggal produsen yang harus memamnfaatkan jumlah kelas menengah yang banyak ini dengan menawarkan barang atau jasa dengan penawaran-penawaran yang selain menawarkan kebutuhan tetapi juga kepuasan dan kebanggaan ketika menggunakannya.

    Jadi sekarang ini sudah terjadi pergeseran selera konsumen yang dulu hanya untuk pemenuhan kebutujan saja tetapi sekarang selain pemenuh kebutuhan juga untuk pemenuhan kepuasan.Bahkan para konsumen kelas menengah ini rela membeli barang tiruan atau “KW” supaya dapat mengikuti gaya hidup kelas atas hanya demi untuk kebanggaan diri sendiri.

    Kholidin

  34. Hafizah F201110208

    masyarakat indonesia cenderung konsumtif,selalu mengikuti perkembangan zaman dan bahkan tidak pernah puas atas apa yang mereka miliki dan dapatkan. mereka juga selalu menginginkan yang praktis dan cepat. maka saat ini kebanyakan orang tidak memikirkan merek namun lebih kepada fungsi dan apa yang akan mereka dapatkan sehingga merek merek yang baru tidak banyak mengalami kesulitan untuk memasuki pangsa pasar jika mereka dapat menciptakan atau memberikan sesuatu yang masyarakat banyak harapkan.

    maka dari itu banyak perusahaan yang melakukan wawancara atau survei langsung kepada masyarakat atas apa yang mereka harapkan di era globalisasi ini dan banyak pula perusahaan yang lebih mendengarkan sang konsumen atas barang yang akan di produksinya sehingga saat ini konsumenlah yang berkuasa atas produksi barang.

    Hafizah

  35. ahmad muzaki

    menurut analisa saya:
    bahwa kelompok menengah inilah yang paling banyak berkontribusi terhadap belanja konsumsi domestik di indonesia. karna kelompok ini paling gemar berbelanja dan memiliki pendapatan yang muntuk memadai untuk mendukung gaya hidup dan mengejar barang-barang bermerek / produk kw untuk mendongkrak gengsi gaya hidup kelas menengah ini dipilah berdasarkan kombinasi antara orientasi sosial seseorang pengetahuan dan kepemilikan sumber daya , karna orang indonesia selalu ingin mengikuti gaya orang lluar

    ahamad muzaki
    f201110201

  36. Bunda Pratiwi (F201110231)

    tulisan diatas cukup menarik, dimana kita dapat mengetahui prilaku konsumen dan bagaimana pemasaran atau promosi yang dipergunakan oleh penjual .
    seperti, Hypervalue-oriented consumer yaitu discount sangat mempengaruhi Para konsumen kelas menengah. mereka juga tidak melihat suatu barang dari berapa besar harga ataupun kualitas yang sekedar memuaskan dirinya tetapi juga memuaskan batin emosionalnya dan mereka juga lebih aktif untuk mengetahui lebih dulu tentang produk yang di minatinya, maka dari itu produsen juga tidak boleh kalah aktif memasarkan atau mengenalkan produknya dengan cara online melalui internet misalnya. dari situ konsumen dapat berinteraksi sebelum membeli .

  37. Sintia Tustianti

    Menurut saya, artikel yang disampaikan sangat menarik. Memang sekarang ini para konsumen di Indonesia sudah banyak berubah dalam memilih dan membeli produk. Mereka semakin pandai dan memiliki banyak pertimbangan sebelum membeli suatu produk.

    Saya tertarik dengan kelas konsumen di Indonesia yang masih dalam range US$ 2-4 per hari.
    Meskipun konsumen di Indonesia masih di kelas menengah bawah tetapi Indonesia memiliki potensi market yang luar biasa baik dari segi jumlah maupun kualitas daya belinya.

    Di berbagai kota sudah terlihat pesatnya perkembangan jumlah pusat perbelanjaan yang menandai terdapatnya peningkatan angka konsumerisme masyarakat Indonesia. Peningkatan ini pula dapat menyebabkan meningkatnya kegiatan industri dan perdagangan di Indonesia serta mempercepat perputaran roda perekonomian dalam negeri.

    Konsumen dimasa kini memiliki harapan dan aspirasi yang berbeda dengan konsumen di tahun-tahun sebelumnya. Konsumen sekarang ini mencari dan membeli barang dengan mempertimbangkan kebutuhan, kualitas, pelayanan, dan gengsi.

    Beragam karakter yang dimiliki konsumen memberikan banyak peluang dan tantangan untuk produk-produk dalam negeri menjadi raja di negeri sendiri.

    # Banyak PELUANG, banyak TANTANGAN, dan banyak ide-ide baru yang lebih kreatif dan inovatif.

    Sintia Tustianti

  38. Desi Ratnasari

    Dari artikel tentang mengenai customer 3000: revolusi kelas menengah di Indonesia.
    itu sangat menarik karena kelas menengah dapat mengeluarkan di range US$2-20 per hari( walaupun ada dikisaran range US$2-4 per hari,belum disampai dirange US$ 6- 8 per hari) maka ini membuktikan indonesia memiliki globalisasi yang sangat pesat.

    walaupun kelas menengah dapat menghabiskan uang setiap hari tetapi mereka lebih memilih barang yang lebih murah dan memiliki kualitas barang yang bagus dan bermerek. dan bisa mengecek harga barang yang diminati lewat internetan.
    maka dari itu buat produsen harus lebih kreatif dan berinovasi dalam melakukan penjualan agar supaya lebih banyak di minati oleh konsumen.

    by Desi Ratnasari

  39. tri sugihyanto

    Menurut saya pada 3 signal perubahan, kalau boleh saya tambahkan bahwa sekarang ini banyak juga masyarakat yang mengejar barang yang berkualitas tinggi namun karena keterbatasan daya beli dia hanya mampu membeli barang yang bermerek atau berproduk “KW” demi mendongkrak gengsinya. Bagi mereka walau murah namun mereknya sama dengan yang harga mahal. Dengan demikian kita tahu ada banyak masyarakat yang hanya mengkonsumsi barang melihat dari mereknya dan ini bisa menjadi ancaman bagi pengusaha produk – produk yang berkualitas tinggi, karena masyarakat yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli barang yang asli namun sebagian besar dari mereka tetap banyak yang mengkonsumsi barang yang bermerek atau produk “KW”. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat lebih memilih barang yang sama namun dengan harga yang lebih murah.

  40. Asri Dwi Pratiwi

    Sebelumnya terimakasih atas informasi yang telah diberikan melalui artikel ini ..
    Dari 3 tipe prilaku warga negara indonesia memang sangat terlihat jelas sekali bahwa kebanyakan warga negara Indonesia benar2 konsumtif . Meskipun uangnya tidak banyak tetapi mereka tidak rela jika mereka ketinggalan diskon. Karna mereka menilai bahwa diskon adalah situasi yang sangat menguntungkan. Dengan uang yang sedikit mereka bisa mendapat banyak barang. Padahal belum tentu barang yang dibeli itu bermanfaat. Tapi bagus juga mereka tidak hanya membeli suatu barang hanya karna melihat merekny. Tetapi mereka juga memikirkan apakah barang yang mereka beli itu bisa dipercaya. Berarti mereka masih memikirkan kualitas dan efek samping. Dan untuk tipe yang kW3, mereka mencerminkan bahwa mereka tidak asal membeli, dengan memanfaatkan fasilitas internet mereka senantiasa berhatihati untuk membeli barang yang akan mereka beli, mereka dapat melihat terlebih dahulu barangbarangnya. Kalau barang yang mereka lihat dari gambar tidak bagus mereka akan membeli barang yang akan di update berikutnya, jadi kalaupun tidak jadi membeli mereka tidak malu dengan si penjual barang tersebut.

  41. YOS RIZAL ELFATCHAN

    Menurut saya, karakteristik konsumen di Indonesia adalah Climber. Pada saat ini para konsumen semakin pintar dalam menentukan produk yang akan dibeli. Di samping mereka beraktivitas sebagai follower. misalkan seperti nonton bareng, memakai pakaian/kaos bola baik laki-laki maupun perempuan, kuliner, internet, media cetak dan sebagainya tetapi mereka juga menginginkan sesuatu hal yang baru.
    Kebanyakan masyarakat lebih memilih barang yang bekualitas atau bermerk akan tetapi mereka mencari tiruannya dan mereka lebih meninjau terhadap barang-barang yang ada discontnya.

    Yos Rizal Elfatchan

  42. siti aisyah (f201110224)

    Dari artikel ini, saya dapat mengambil kesimpulan yang menarik bahwa. apa yang dibahas adalah permasalahan yang benar benar ada di sekeliling kita bentuk dari tingkat konsumtif di indonesia itu lebih tinggi meraka lebih mementingkan kebutuhan mereka apa yang terupdate mengikuti era zaman yang berganti sedikit apapun uang yang mereka miliki asal mereka merasa terpuaskan, dilihat dari perkembangan jaman di indonesia dari tahun ketahun mengalami perubahan paradigma pemikiran mulai dari hal yang kecil menengah dan yang besar sekalipun dengan ini kelas menengah tengah atau kelas menegah bawah sekali pun tingkat royalitas masyarakat indonesia sangat tinggi mereka tidak memikirkan untuk kebutuhan yang akan datang,apapun yang mereka ingin sekarang akan mereka dapat kan.Konsumen Kelas Menengah Indonesia yang pengeluaran nya ada di range US$ 2-20 per hari (walaupun kebanyakan kelas menengah Indonesia porsi terbesar masih ada di di kisaran US$ 2-4 per hari, belum sampai di range US$ 6-8 per hari).disini dapat dibanding kan antara pengeluaran dengan pendapatan,dengan ini produsen/marketer di haruskan lebih creatif,cermat dan inovatif dari para pesaingan nya,hal ini bertujuan agar barang dan jasa yang dijual/pasarkan itu dapat bersaing dan tak tersingkirkan dari para pesaing nya.berwirausaha sangat lah cocok untuk masyarakat indonesia yang tingkat konsumtif nya sangat lah tinggi.

  43. hijratun Rahamwati

    berdasarkan dari data diatas saya jadi paham mengapa perekonomian bangsa kita masih bisa dikatakan berkembang sangat baik dikarenakan tingkat beli yang tinggi. padahal pendapatan mereka terkadang hanya pas-pasan namun dikarekan trend yang terus berkembang masuk ke negara ini dan mengakibtakan tingkat gengsi semakin tinggi maka semakin gencar pula para konsumen untuk mengikuti trend-trend tersebut.

    misalnya : banyaknya masyarakat sekarang yang berlomba-lomba mengikuti trend demi gengsi mereka dengan menggunakan segala macam merk, padahal belum tentu merk” yang ternama tersebut berkualitas lebih baik dari produk indonesia.

    bagi seorang pengusaha haruslah cerdik dalam melihat segala luang yang dapat mengembangkan usaha mereka, mungkin dengan melakukan perbaikan kemasan sehingga dapat membuat para konsumen menjadi lebih tertarik.
    dan selalu menjadikan produk-produk yang berkualitas 🙂

  44. enjeliana

    menurut saya tentang artikel diatas sangat benar dan saya setuju dengan pexdapat tersebut. dikarenakan konsumen di Indonesia kebanyakan pada kelas menengah keatas yang bersifat konsumtif, hal tersebut sesuai dengan kenyataan bahwa konsumen menengah keatas di Indonesia pada n cendereng pada trend masa kini yang selalu mengikuti perkembangan zaman.
    hal tersebut dapat dilihat dari penghasilan mereka dimana mereka memiliki penghasilan diatas rata rata maupun dibawah rata rata selalu menginginkan atau membeli barang barang mewah dan juga bermerek yang menjadi trend pada saat ini. dimana mereka sangat menggemarinya walaupun hanya dapat memiliki yang KW (tidak asli). hal tersebut dikarenakan harga barang yang asli sangat tinggi. walaupun demikian mereka merasa telah terpenuhi walau belum puas karena belum mendapatkan yang aslinya. dengan begitu pengusaha harus cepat dan tanggap terhadap keinginan konsumen, sehingga dapat terus melakukan inovasi terhadap keinginan konsumen yang trend pada saat ini.

  45. menurut saya konsumen zaman sekarang terlalu di manja,akhirnya jadi manja.manjanya pun suka kelewatan,contohnya suka menawar harga barang yang mereka inginkan di bawah harga modal,dan lebih parah nya mereka nawar dengan “ngotot” tanpa “ngotak”.kebiasaan buruk itu mempengaruhi harga barang di pasaran,sebab ada pedagang lain yang memberi harga kelewat miring,nyaris menyentuh harga modal barang.saya berharap di buat asosiasi pedagang agar bisa “meratakan” harga produk. saya kurang setuju dengan slogan: pembeli adalah raja.kalau tidak ada pedagang si raja itu mau beli di mana?gantilah slogan baru: pembeli dan pedagang sama saja.
    soalnya saya kan pedagang 😀 . trims ruang curhatnya gan

  46. Thanks sudah berbagi, Saya sangat menghargai apa yang di ulas dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di blog ini. Terima Kasih

  47. Sama-sama semoga sukses untuk bisnis sepatu Anda

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén