Mengintip Perilaku Transumers : Konsumen Masa Depan?

Mengintip Perilaku Transumers : Konsumen Masa Depan? Mengintip Perilaku Transumers : Konsumen Masa Depan? transumers menhair info

Pernahkah Anda bertemu calon klien atau kolega bisnis yang kalau meeting meminta ketemu di hotel-hotel mewah dan ketika datang ke tempat tersebut mobil yang ditumpangi selalu mobil-mobil lux nan mahal kelas satu dan berganti-ganti jenis mobilnya? Dan juga dandanan dan aksesorinya yang melekat dari leher hingga kaki, muali dari jam tangan, parfum, sepatu serta tas yang ditenteng juga tidak kalah mengkilap yang juga merek-merek mahal? Tentunya Anda pernah mengalaminya bukan? Tetapi apakah Anda pernah menyadarinya kalau semua yang melekat tadi tidak semuanya barang kepunyaan sendiri alias merupakan barang sewaan ?

Menurut Trendwatching, sebuah perusahaan kelas dunia yang mengkhususkan diri meneliti perilaku konsumen menyebut konsumen yang saya paparkan di atas sebagai “Transumers”. Transumer menurut Trendwatching digambarkan sebagai konsumen yang berperilaku karena didorong keinginan mencari pengalaman baru ketimbang pengalaman ‘tetap’ yang begitu-begitu saja. Hal ini mereka lakukan untuk membongkar deraan kebosanan, sehingga melakukan “petualangan” hal-hal baru merupakan kesenangan mereka. Disamping itu, ciri konsumen ini ingin lepas dari keribetan dari efek kepemilikan (itu sebabnya menyewa lebih praktis menurut mereka). Tipe konsumen seperti ini menggandrungi aktivitas hidup yang menghadirkan kosa kata baru dalam hidupnya.

Jadi merujuk fenomena yang contohkan di atas, konsumen transumers berkeinginan untuk menyewa barang-barang mewah dan lux untuk bisa mendapatkan pengalaman baru “menikmati” barang-barang mewah tersebut tetapi tidak mau diribeti dengan urusan yang menemani hal itu. Misalnya mengurusi pajak mobil mewah yang menggelayuti, kerusakan yang bakal muncul dalam ketika menggunakan. Pokoknya mereka ingin bisa memakai tanpa harus berpusing-pusing mengurusi konsekuensi logis dari pemakaian barang tersebut. Jadi solusi menyewa merupakan kecenderungan yang dipilih. Mendapatkan status “kemewahan” tanpa harus ribet mengurusi ekses yang mengikutinya.

Konsumen transumers menyukai petualangan-petualangan baru, karena itu mereka gemar untuk sharing belbagai pengalaman yang diikutinya. Karena era ini social network merupakan “kebutuhan baru”, tak ayal sharing cerita, sharing foto tentang petualangan baru menarik minat tipe konsumen ini. Jadi kalau Anda mempunyai kolega yang rajin status update berkali-kali dalam sehari di facebook misalnya, atau memasang foto-foto terbaru di laman flickr, dipastikan ini merupakan tanda-tanda konsumen berciri transumers mulai mekar di sekitar Anda.

Seperti yang disebut Trendwatching, petualangan baru adalah yang men-drive mereka. Tipe Transumer butuh pengalaman baru untuk diceritakan, bisa ditebak tempat-tempat pelancongan unik dan khas bakal ramai dikunjungi. Ini berarti turunan dari bisnis yang mendukung dari hotel, pesawat, kuliner lokal dan pernak-pernik industri travel bakal berkembang pesat. Peran Rumah di masa yang akan datang sepertinya bakal hanya untuk “tempat mampir tidur” semata. Sekarang di Jakarta saja, orang hanya pulang untuk tidur saja bukan? Hari Sabtu-Minggu, mereka akan keluar rumah untuk berekreasi menghilangkan kepenatan kerja. Coba hitung berapa jam Anda berdiam dalam rumah selama 1 minggu?

Pelajaran menarik dari mengobservasi perilaku Transumer dari kacamata bisnis :

Pertama, karena kecenderungan tampil “wah” lebih mengemuka tapi tidak mau diribeti urusan turunannya, kecenderungan menyewa ketimbang membeli, trend-nya bakalan naik. Kalau sekarang mungkin yang disewa hanya mobil-mobil mewah, dikemudian hari bukan tidak mungkin untuk pergi ke pesta, mereka bakalan berpikir untuk menyewa jas atau gaun pesta. Aksesori tas mewah dan semacam itu bakal ikut-ikutan melonjak trend-nya. Barangkali kedepannya bisnis penyewaan barang-barang lux dan mewah akan melonjak.

Kedua, dari keinginan kuat untuk “menceritakan” aktivitas mereka di social network, bisnis-bisnis yang terkait dalam kemudahan untuk “memamerkan” kegiatan terbaru mereka bakalan menjadi bisnis yang disesaki para transumers ini. Kalau Anda piawai membangun konsep internet marketing yang dipadukan dengan kegiatan social network, ini bakal menjadi bisnis yang menggiurkan.

Ketiga, keinginan kuat untuk menceritakan hal-hal baru bakalan membuat bisnis “hospitality” khususnya bisnis traveling, beauty service (salon kecantikan), kuliner unik (khususnya lokal), entertainment bakalan melaju pesat. Mereka bakal meramai-ramai menceritakan pengalaman, makanan, service unik yang didapatkan dari kolong jagat lain untuk di-share lingkungan inner-circle-nya.

Jadi, melihat kecenderungan tersebut bisnis apa ingin Anda geluti dalam menservis para transumers?

Credit photo : menhair.info

Previous

Mencermati Kecenderungan Outsourcing

Next

Mantra Dahsyat itu Disebut : Mimpi Positif !

7 Comments

  1. Jadul

    Hmmm… harus pinter” bidik pasar dan ambil langkah strategis nih… juga resep POAC-nya harus mateng.

    Thank’s Pak Donny.

  2. betul banget harus bisa melihat kecenderungan konsumen yang akan mengarah kemana
    nice info

  3. hery hariyanto

    mirip bisnis jasa buat anak kost…he2x…

  4. hery hariyanto

    weh ‘libidonomics’ semakin menguat ya mas…

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén