Mengail Segenggam Rupiah dari Rumah

Mengail Segenggam Rupiah dari Rumah Mengail Segenggam Rupiah dari Rumah netpreneur krelic 2
Lalu lintas Jakarta yang padat, berdebu, dan macet merupakan pemandangan lumrah bagi warga Jakarta. Ditingkahi dengan kurang disiplinnya warga pengendara yang saling tidak sabaran dan saling sodok, terkadang ditambah suara klakson yang meraung-raung tidak sabar menyebabkan jalan-jalan di Jakarta terasa seperti “neraka” bagi para commuter yang wira-wiri di jalanan ibu kota. Tak heran “ketidaknyamanan” serta “ketidakramahan” jalanan terkadang menyebabkan banyak orang enggan, bahkan “emoh” berkutat di jalanan ibukota.

Fenomena jalanan Jakarta yang serba macet khususnya di pusat-pusat bisnis menyebabkan pertemuan bisnis sedikit terganggu. Saya yang menghabiskan sebagian waktu saya di “mengukur jalanan” merasakannnya, dalam sehari bisa ketemu 3-4 klien itu sudah hasil maksimal, mengingat tidak bersahabatnya jalanan. Menggunakan sepeda motor atau jasa ojeg tidak pula banyak membantu, mengingat jumlah motor yang luar biasa banyak, banyak “jalan-jalan tikus” pun mengalami bottleneck yang parah karena ruas-ruasnya dipenuhi gerombolan motor. Pernah ada yang bertanya, bolehkan kita bekerja di rumah saja sehingga tidak harus mengalami “sintingnya” jalanan Jakarta yang terkadang meluapkan emosi kita? Kalau ada, apakah nominal income-nya bisa menyamai dan malah lebih pendapatannya jika dibanding dengan bekerja di kantor?

Kolega saya ada yang sudah tidak perlu stress dan capek di jebakan jalanan Jakarta yang terkadang membuat kita bertegang urat leher dengan sopir metro mini yang “lebih galak” di jalanan walaupun jelas-jelas melanggar aturan lalu lintas. Siapa Dia? Dialah Mas Yodhia Antariksa, konsultan di bidang performance management dan pengasuh blog Strategi+Manajemen. Tiap hari, Mas Yodhia tetap “bekerja” laiknya orang bekerja tetapi beliau tidak perlu “mengalami” kemacetan jalanan Jakarta. Cukup duduk di depan lap-top dan komputer yang terkoneksi internet di rumah yang dia sulap sebagai kantor, mulailah Beliau beraktivitas kerja. Ya, Mas Yodhia adalah salah satu orang yang berprofesi sebagai Netpreneur. Yakni Entrepreneur yang menggunakan media maya (net) sebagai media berbisnisnya. Dari pekerjaan yang dilakoninya sebagai netpreneur, dalam wawancarannya dengan salah satu stasiun televisi, tidak kurang dalam sebulan pendapatannya mencapai kisaran 40-juta rupiah. Wow !! Sebuah penghasilan yang “lebih dari cukup” saya pikir dimana waktunya lebih fleksible, tidak kena macet dan income-nya cukup “lumayan”.

Disamping menjadi konsultan, dan meng-up-date tulisan di blog tiap hari senin, yang jumlah pelanggannya sudah mencapai angka 5000 pelanggan, beliau juga membuka toko online “berjualan” materi-materi presentasi dengan topik manajemen di RajaPresentasi.com. Ternyata cukup banyak juga peminatnya. Disamping itu, pundi-pundi penghasilan Mas Yodhia juga dikeruk dari toko on-line yang berbisnis kaos di BisnisKaos.com. Mas Yodhia benar-benar memaksimalkan era internet ini untuk melancarkan usahanya. Dengan sederetan “lapak on-line” yang dikelola, wajar pundi-pundi penghasilannya melesat jauh. Di sisi lain, beliau tidak perlu bermacet-macet ria di jalanan Jakarta. Enak juga ya 

Akan tetapi meretas jalan seperti yang dilakoni Mas Yodhia juga perlu sederetan strategi yang tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak lantas setelah membuat lapak di website , lalu tinggal “duduk manis” menunggu ada orang mencolek dan mampir di web-nya, kemudian serta merta tertarik dan memutuskan membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Mas Yodhia menjemput bola dengan memasang iklan di blog orang lain serta menyempatkan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar manajemen di salah satu portal di bidang sumber daya manusia maupun di blognya. Sehingga “reputasi bisnis” di jagat maya terbentuk dan berujung pada kepercayaan. Kepercayaan ini bergerak menuju naiknya omset penjualan maupun order jasa konsultasi yang beliau kelola.

Bagi yang merasa tidak nyaman dengan atmosfer jalanan di Jakarta, juga kota-kota besar lain di Indonesia yang mulai didera “kemacetan yang akut”. Pilihan menjadi Netpreneur, terutama untuk para Ibu yang masih mengurus putra-putrinya yang masih kecil, barangkali pilihan ini pas untuk dilakoni. Tertarik menjadi Netpreneur seperti Mas Yodhia ?

Photo Credit : krelic@flickr.com

Previous

Tahta Bisnis Untuk Anak Muda

Next

Ulang Tahun Pertama dan 3 Artikel Terbaik

6 Comments

  1. Wah ternyata Pak Yodhia netpreneur penuh ya… Btw, yang paling besar dari mananya ya Mas? Jualan slide presentasi, kaos, atau jasa konsultasinya?

  2. hery hariyato

    adanya internet sekarang, mungkin merubah pengertian organisasi dan manajemen ya mas..

    • @Hery Hariyanto : Benar sekali Mas….setiap “perubahan” memang terkadang mengharuskan kita “merubah” pula…..terima kasih bersedia mampir di Blog Manuver Bisnis 🙂

  3. Blog yang Bagus Bung Donny. Saya juga salah satu pelanggan artikelnya Pak Yodhia.

    Bukan hanya orang2 seperti Pak Yodhia saja, menjadi Netpreneur juga tuntutan bagi semua pebisnis di jaman informasi sekarang ini dalam melebarkan sayap bisnisnya, kalau tidak mau terlindas mobilisasi informasi yang hampir tak terbendung lajunya.

    Terus berbagi pak Donny. Terima kasih telah berkunjung ke web saya.

    Salam,
    Basrul Yandri

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén