dont_give_up_screen_print Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Pesta Wirausaha 2013 Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Pesta Wirausaha 2013 dont give up screen printMekarnya kelas Menegah di Indonesia tidak pelak merupakan sesuatu yang perlu disyukuri (Baca di blog ini : Sosok Kelas Menegah Terbesar Indonesia:The Climber). Betapa tidak dengan semakin mekarnya kelas menengah Indonesia dengan tentu saja kemampuan daya belinya (ada sekitar 135 juta kelas menengah kuat), sesungguhnya menghadirkan peluang-peluang baru akan permintaan-permintaan yang dulu tidak terbayangkan. Permintaan akan kesehatan yang lebih baik, kesadaran akan makanan yang kebih higenis dan sehat, lalu lintas barang-barang yang meningkat, dls. Sayangnya yang sering membuat saya sedikit masygul dan kecewa, kesempatan dan berkah besar yang terselebung ini, kerap kali malah ditangkap para entrepreneur dari luar yang meneropong adanya perubahan ini. Ibarat ada pesta di dekat kita, kita hanya kebagian menonton riuh rendahnya pesta. Bukan sebagai peserta pesta.

Oleh karenanya saya menaruh hormat kepada para pihak di tanah air yang tidak jemu-jemunya meneriakkan dan memasyarakatkan virus entreprenurship dengan caranya sendiri-sendiri. Bapak Ciputra lewat pendidikan dengan Ciputra University-nya, Mas Mono (owner ayam bakar Mas Mono) yang rajin berkunjung ke daerah-daerah untuk membakar semangat berwira usaha, termasuk Blog Manuver Bisnis yang sedang Anda baca ini, meskipun tidak “segarang” dan “seaktif” yang lain, Blog Manuver Bisnis memandang penting untuk menyuarakan hal ini mengingat aspek strategis dari perlunya menambah deretan orang yang berusaha mandiri di Republik ini.

Salah satu komunitas yang cukup aktif dan mau berbagi bagaimana melakoni serta menggelindingkan usaha sendiri antar anggotanya, dan cukup sering mengadakan “sesi berbagi” tentang bisnis adalah Komunitas Tangan Di Atas. Komunitas yang berdirinya diprakarsai oleh Mas Badroni Yuzirman ini, yang juga pengusaha pakaian jadi muslim memang luar biasa. Anggotanya cukup militan dalam berbagi ilmu dalam membangun bisnis sendiri. alah satu program bagus dari komunitas itu adalah apa yang disebut sebagai Kelompok Mentoring Bisnis (atau disebut sebagai KMB). Dalam kelompok ini anggota yang sudah senior dari sisi omzet, menjadi katalisator bagi 4 – 5 orang anggota yang omzetnya masih kecil atau yang baru mulai tumbuh. Semua entrepreneur dari yang bermargin “receh” sampai beromset miliyaran kumpul di komunitas ini. Setidaknya berdasar kartu keanggotaan yang dikeluarkan, Komunitas ini ada sekitar 2000-3000 orang dengan latar belakang bisnis yang beragam. Hingga kini, TDA tercatat ada di 30 kota/kabupaten. Setiap wilayah memiliki program serta kegiatan tersendiri.

Salah satu agenda besar tahunan TDA yang sering ditunggu-tunggu banyak orang adalah Pesta Wirausaha, tahun 2013 ini rencananya akan digelar di JIEXPO Kemayoran tanggal 8-10 Februari 2013. Pesta Wirausaha tahun ini merupakan pesta yang keempat kalinya digelar. Kalau Anda sudah berketetapan hati atau sedang merintis usaha sendiri, menghadiri pesta ini untuk mendengarkan sharing para pengusaha sukses Indonesia perlu untuk disambangi. Beberapa pembicara yang akan meramaikan acara itu seperti Mas Yuswohady, Kang Jamil Azzaini, Mas Nukman Luthfie, dll, Silahkan meluncur ke TKP kalau berminat untuk ikut belajar bersama merajut impian menjadi entrepreneur.

Tapi kalau boleh sedikit memberikan sedikit tips saran, bagi yang kebetulan masih bar dan ingin mencebur ke dunia entrepreneur ini:

Pertama, usahakan mulai berbisnis dengan hal yang Anda sukai, atau bahasa kerennya yang sering dipakai adalah Anda harus menemukan passion bidang bisnis yang hendak ditekuni. Alih-alih mencari bisnis yang langka dimana jarang ada yang berkecimpung, itu akan memakan waktu untuk memilahnya.  Jangan-jangan malah tidak jadi berbisnis karena sibuk memilih bisnis yang jarang ditekuni. Kalau memilih bisnis sesuai dengan minat dan passion Anda, semangat untuk terus berjuang akan terbantu dengan motivasi “kecintaan” diri terhadap barang yang Anda sukai.

Kedua, Selalu “blusukan” mencari celah bagaimana produk atau jasa yang ditawarkan selalu menarik minat para konsumen.  Ingat konsumen sekarang lebih cerewet dan lebih banyak tahu karena dukungan informasi yang semakin mudah. Selalu blusukan disini atau sering menyambangi dan melihat kondisi bisnis secara langsung merupakan salah satu cara Anda selalu “tune in” dengan bisnis baru yang Anda tekuni. Sehingga insight business-nya akan bisa Anda rasakan dan dapatkan. Hal ini amatlah membantu Anda menyusun strategi untuk bisa menjual lebih baik dan lebih banyak ke konsumen.

Ketiga, jangan mudah menyerah bila kegagalan menerpa. Amatlah jarang bisnis yang dibangun dan dimaui bisa langsung lancar dan cepat membesar. Silahkan cek ke teman, kolega, atau entrepreneur yang sukses. Pasti ada serangkaian kegagalan pernah menimpanya. Mulai ditipu, salah menentukan harga, pasokan bahan mentah tersendat, pegawai kabur. Semua itu dinamika dalam berusaha, jadi kalau terpuruk janganlah terlalu dimasukkan hati. Tetap semangat.

Silahkan menyambangi Pesta Wirausaha bagi tertarik, dan sukses untuk bisnis Anda 🙂

Credit Photo: bigcartel.com