Indonesia Top CEO Wisdom: Precious Lesson

gmbr buku Indonesia Top CEO Wisdom: Precious Lesson Indonesia Top CEO Wisdom: Precious Lesson gmbr buku
The wisest people the best people in the state, who would approach human problems with reason and wisdom derived from knowledge of the world of unchanging and perfect ideas” (Plato)

Tak ayal lagi, salah satu penentu signifikan keberhasilan sebuah organisasi bisnis ditentukan “sentuhan kepemimipinan” seorang pemimpin, terutama sekali dari pemimpin puncaknya , sang CEO. Kebetulan beberapa minggu lalu, saya mendapat undangan dari Binus Business School dan Penerbit Gramedia dalam peluncuran buku “Indonesian Top CEO Wisdom: Precious Lesson” di sebuah mal di bilangan Thamrin. Sebuah judul buku yang cukup profokatif untuk dilewatkan begitu saja. Wow, acara yang kudu disambangi.

Barangkali membaca buku-buku bercerita serta berbagi tentang kearifan, pengalaman, cerita sukses para CEO dari perusahaan kelas dunia dari belahan dunia lain, terutama dari Amerika, Jepang, Eropa barangkali relatif banyak dan mudah didapat di rak-rak toko buku. Mulai dari Lee Iaccoca, Soichiro Honda misalnya. Cuman terkadang membaca cerita sukses mereka itu terkadang “agak sulit” diterapkan serta diduplikasi di ranah Republik ini karena ada beda perbedaan iklim bisnis, infrastruktur, budaya. Hadirnya bagi-bagi pengalaman CEO made in Indonesia tentunya merupakan “angin segar” untuk kemajuan manajemen di Indonesia.

Misalnya dipaparkan bagaimana seorang Aswin Wirjadi yang mempunyai kiat 11 professional Wisdom membagi pengalamannya menahkodai BCA. Beliau mempunyai formulasi yang cukup menarik. Dimata seorang Aswin, nasabah atau pelanggan adalah ada di posisi ke-2 setelah para karyawan. Berlawanan dengan adagium bisnis yang kerap kita dengar bahwa “Consumer is The King”. Tidak ada “customer commitment” tanpa “employee commitment”. Jelasnya kepuasan karyawan harus dimaknai sebagai keberhasilan seorang CEO.

Oleh karenanya menurut Bos CEO salah satu bank besar di Republik ini, obsesi seorang karyawan haruslah diperhatikan dengan sepenuh hati, ndak bisa setengah-setengah. Tidak sekedar dari segi pembinaan seperti pelatihan semata, tetapi dari segenap sudut pandang. Singkatnya kalau karyawan puas, secara otomatis pelanggan pun biasanya puas.

Lain Aswin, lain kiat dari Sudhamek. Kini CEO yang yang memimpin Garuda Food yang bernaung dibawah Tudung Grup punya sederetan prestasi yang cukup mencorong. “Leading in Innovationtagline di brand-nya mencerminkan Sudhamek tidak main-main dengan inovasi. Tidak sekedar semboyan an sich, namun diaktualisasikan secara nyata di lapangan. Sekedar informasi, merek produk dari kacang Garuda Food meraih Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) selama 9 tahun berturut-turut dalam kurun waktu 2000-2008.

Salah satu langkah menarik yang diterapkan Sudhamek adalah penerapan Knowledge Management untuk memastikan continuous improvement dan continuous innovation yang dapat menciptakan nilai tambah secara berkesinambungan serta terlembaga dengan baik. Penerapan Knowledge management diawali dengan mengolah beragam data, dari input masukan data maka SDM akan menelorkan banyak ide yang kemudian menjadi knowledge. Proses tersebut dilakukan secara berkesinambungan sehingga knowledge terus terakumulasi yang akhirnya terkristalisasi menjadi wisdom and intuisi. Pada level Wisdom dan Intuisi inilah menurut Sudhamek merupakan level tertinggi tahapan pengembaraan intelektual SDM Garuda Food. Intinya terciptanya kolaborasi antar fungsi hingga terbentuk Information Capital yang terintegrasi.

Disamping dua CEO diatas, masih ada beberapa pimpinan puncak perusahaan Indonesia yang berkenan membagi wisdom-nya. Sebuah buku yang layak untuk dibaca untuk para pemutus keputusan di perusahaan. Aroma ke-indonesiaan yang cukup terasa, memungkinkan buku yang sarat akan ide ini diimplementasikan di ranah perusahaan di Indonesia.

.

Previous

Pindah Kuadran : Harus Menunggu Berumur Dulu-kah?

Next

Marketing Beraksen Jepang

1 Comment

  1. heru.

    wah seandainya kita bisa ambil dari budaya jepang yang para UKM2 mendaptkan support baik dari pemerintah sendari maupun dari perusahaan yang besar, saya yakin perekonomian di Indonesia akan mengalami kemajuan sehingga dapat menekan tingkat kemiskinan. Semoga saja pemerintah dapat mencontoh Jepang.

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén