Hendy Setiono : The Indonesian Mc Donald’s

Hendy Setiono : The Indonesian Mc Donald’s Hendy Setiono : The Indonesian Mc Donald’s fs baba rafi pic 3

Saya tidak pernah menyangka kalau Kebab Turki yang kebab saya beli karena jagoan kecil saya merengek pingin mencobanya, dinahkodai seseorang anak muda yang usianya jauh lebih muda dari saya. Tapi meskipun “daun muda”, kiprah bisnisnya tidak lagi bisa dianggap “muda”. Mengomandani 650 gerai yang tersebar dari Sabang sampai Merauke tentunya bukan pekerjaan remeh dan gampang, 90 gerai diantaranya dikelola sendiri. Sebuah prestasi anak muda yang pantas diancungi jempol, tidak pernah cari kerja tetapi malah membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang.

Siapakah Dia? Ya, sebagian dari kita mungkin sudah pernah membaca manuver-manuver bisnis–nya yang hebat itu, dialah Hendy Setiono. CEO dari PT.Babarafi Indonesia yang memulai usahanya 7 tahun lalu dengan modal 4 juta dengan sebuah format gerobak (booth) di Surabaya. Sekarang formatnya berkembang tidak hanya dengan booth yang didorong-dorong semata, tetapi mulai merambah format gerai indoor dan kafe. Nama merek Baba Rafi dicomot dari nama anak sulungnya, Rafi Darmawan. Baba Rafi berarti “Bapaknya si Rafi”.

Tidak puas hanya bermain di arena domestik, kini usahanya mulai membidik pasar manca Negara. Hendy Setiono yang sempat mencicipi kuliah di Institut Sepuluh November Surabaya (ITS) selama 4 semester ini, membangun imperium bisnisnya di Malaysia dengan nama Baba Rafi Sdn Bhd. Bahkan sekarang, Hendy sedang merancang menyasar sasaran berikutnya di Philipina. Untuk memuluskan rencananya berekspansi dan menggarap pasar luar negeri, tenaga kerja pun direkrut dari wilayah setempat. Luar biasa ! Tidak heran salah satu media dari Jerman menggelarinya “The Indonesian McDonald’s”.

Kiprah pria bertubuh gempal tidak hanya berhenti di titik ini saja, di tahun 2006, Dia membangun usaha roti dengan merek Roti Maryam Aba Abi, di tahun 2008 Dia lebarkan usahanya ke Pizza dengan merek Piramizza, di tahun 2009 menyasar makanan berbasis ayam dengan merek Ayam Bakar Mas Mono. Melihat sederetan manuvernya yang luar biasa, tak ayal sederetan penghargaan sebagai entrepreneur muda berdatangan, baik pengakuan dari negeri sendiri maupun mancanegara. Dari manca Negara, Ernst and Young mengganjarnya dengan Special Award Entrepreneurial Spirit 2009.

Saya sendiri membayangkan kalau Republik ini anak muda-nya seperti Hendy Setiono ini ramai-ramai menerjuni dan berani menjadi entrepreneur seperempat saja dari ramai serta penuh sesaknya para anak muda yang mengikuti tes CPNS yang selalu berjubel. Barangkali cerita sedih yang berulang menghiasi layar TV tentang nasib saudara-saudara kita yang berjibaku sebagai TKI di luar negeri bisa tereduksi (kebetulan saja cerita sedih itu sedikit tenggelam dengan mengharu birunya prestasi Timnas sepak bola yang diulas saban hari). Tapi sepertinya sosok seperti Mc Donald’s dari Indonesia di atas masih menjadi sosok mewakili minoritas kita.

Minggu lalu, saya kebetulan menyambangi seminar menarik yang diadakan di sebuah hotel mewah di bilangan SCBD, salah satu pembicaranya adalah begawan Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya. Meminjam data Pak Hermawan, pendapatan perkapita Indonesia sudah melewati angka psikologis US$ 3000, ini berarti “ledakan-ledakan ekonomi “ seperti yang dialami Negara China ketika pendapatan melampaui angka US$ 3000, 2-3 tahun lalu, bisa jadi yang terjadi di negeri ini. Akan banyak perubahan di era transisi ini. Sosok anak muda seperti Hendy-lah dengan kekereatifannya yang mampu memanfaatkan momentum peluang itu dengan tidak sekedar sebagai “penggembira” serta menjadi obyek perubahan yang terjadi. Tetapi juga menjadi subyek dan pelaku yang berkiprah aktif.

Masalahnya sekarang, mampukah kita ikut berperan aktif memanfaatkan momentum ini seperti yang dilakukan Sang Mc Donald’s Indonesia? Kalau sosok Hendy yang juga menyantap nasi seperti kita mampu, mestinya kita kita tentunya juga mampu ya…..masalahnya tinggal kemauan mau melakukannya atau tidak bukan ?

Credit Photo : www.ifranchisemalaysia.com

Previous

Membumikan Spirit Technopreneurship

Next

Mengantisipasi Era Mikrosegmentasi

2 Comments

  1. irfan mubasyir

    wahhh itu bos saya… proud to pak hendy n babarafi corp…

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén