Ekonomi Amerika “Meriang”, Siapkan Sekoci Bisnis ! Ekonomi Amerika “Meriang”, Siapkan Sekoci Bisnis ! dollar falling1

Minggu-minggu ini, pemberitaan di televisi seperti CNN, BBC maupun media cetak mulai dari Business Week , Fortune sedang berdendang dengan langgam yang senada. Apalagi kalau bukan memberitakan tentang muram dan meriangnya kondisi makro ekonomi negara kekuatan No.1 di jagad ini, Amerika Serikat. Gambar kartun Obama sedang mengibarkan bendera putih di sebuah majalah bisnis yang terbit di Amerika sampai suara bernada keprihatinan dalam pemberitaan di televisi seakan menegaskan kemuraman tersebut.

Standard and Poor (sering dikenal S&P), sebuah perusahaan berpengaruh dalam pemberian “pemeringkatan” tentang kredit, saham, layanan keuangan yang laporannya selalu menjadi rujukan dunia bisnis yang biasanya selalu memberi peringkat tertinggi, AAA (berkualitas baik dan stabil) untuk peringkat Amerika. Kali ini menurunkan peringkat ke level AA+ yang berarti stabil tetapi sedikit beresiko ketimbang AAA. Profesor Nouriel Roubini seperti yang dikutip oleh Okezone.com, profesor dari New York University, memprediksi AS akan mengalami krisis lanjutan (double-dip crisis). Diperkirakan, Amerika Serikat Ibarat orang sakit yang sudah diinjeksi dan digelontor obat, tetap saja kondisinya tidak bisa pulih dengan segera.

Amerika Serikat sekarang bukan Amerika Serikat yang dulu. Ibaratnya, kharisma sebagai pemain ekonomi No.1 Dunia sedang goyang. Di tanah air, kurs Dollar terhadap Rupiah cenderung mengalami penurunan. Rasio utang pemerintah Amerika Serikat terhadap perekonomian (PDB) nyaris menyentuh 100 persen, sementara tingkat defisit juga sudah sangat tinggi (kurang lebih 10 persen). Apa implikasi ekonomi dan bisnis terhadap Indonesia?

Setidaknya secara jangka pendek kedepannya, akan terjadi banjir barang masuk dari Amerika ke Indonesia cenderung meningkat, karena barang-barang dari Amerika menjadi lebih “murah” di tanah air. Hal ini secara tidak langsung pasti merangsang merangkaknya angka inflasi di tanah air. Kedua, potensi ekspor pelaku bisnis ke Amerika akan mengalami “penurunan”, karena margin terpangkas seiring melemahnya Dollar. Mau tidak mau, para pelaku bisnis di Indonesia harus “bersiap-siap” menghadapi efek dari meriangnya kondisi ekonomi Amerika. Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk meminimalisasikan situasi ini.

Pertama, pelaku bisnis di Indonesia yang tujuan pasar atau ekspornya adalah Amerika karena institusi bisnis yang merasakan tergerusnya margin karena melemahnya Dollar, mulai dari sekarang harus mulai membuka pasar-pasar baru lain selain ke Amerika. Karena diperkirakan “meriang”-nya Amerika agak sedikit berlangsung lama. Sebaliknya, pelaku bisnis yang raw-material-nya (bahan mentah) didatangkan dari Amerika, harus bisa memanfaatkan momentum lemahnya Dollar untuk berekspansi bisnis. Jangan menjadikan limpah ruahnya profit yang diraup menjadikan kita kehilangan kewaspadaan atau kehilangan intuisi bisnis. Saat ini bukan saatnya “merayakan pesta” atas melemahnya Dollar, tapi saatnya berekspansi. Sementara yang produk bisnisnya mirip dengan barang/jasa keluaran Negara Paman Sam, bersiap-siaplah menghadapi “perang panjang” dengan membanjirinya produk dari Amerika ke tanah air. Saatnya untuk menerapkan “tight money policy” di institusi bisnis Anda.

Kedua, pelaku bisnis yang kebetulan mempunyai “cadangan” dalam denominasi dollar, saatnya Anda untuk “memecah” tabungan investasi nya. Sepertinya tetap menyimpan denominasi dalam dollar sepenuhnya dalam kondisi seperti ini sedikit “mengkhawatirkan”. “Don’t Put All Your Eggs In One Basket” kata pepatah investasi. Tidak ada salahnya menukar sebagian dollar Anda dalam denominasi lain seperti Yen, Euro, atau malah Yuan (seiring membaiknya perekonomian di China). Sehingga kalau ada kemungkinan terburuk, “telur” Anda tidak pecah semua. Malahan menukar dan menyimpan dalam emas maupun perak yang akhir-akhir ini yang harganya cenderung naik, bisa dijadikan alternatif.

Bagaimana dengan institusi bisnis Anda? Sudahkan menyiapkan strategi dengan “meriang”-nya atmosfer bisnis di negeri Uncle Sam ini?

Credit Photo : jeromeparker.wordpress.com