Category: Asian Business Ways (Page 1 of 4)

Memahat Masa Depan ala Toyota

“The Best way to predict the future is to invent it” (Alan Kay)

toyota-kijang-78 Memahat Masa Depan ala Toyota Memahat Masa Depan ala Toyota toyota kijang 781Salah satu kelihaian Toyota sebagai salah satu pemain otomotif kelas dunia disamping kehandalan menerapankan efisiensi ala Toyota yang dapat dibaca dibukunya Jeffry Liker di buku Toyota Way, menurut saya adalah kelihaian “membaca” apa yang konsumen inginkan dan harapkan. Contoh keberhasilan Toyota Kijang di Indonesia kalau merujuk sejarahnya, sempat “ditertawakan” dan diolok-olok seperti mobil “kotak sabun”, karena modelnya kala itu “tidak trendy” sama sekali ketimbang mobil-mobil lain khususnya mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika kala itu. Tetapi sejarah mencatat mobil Toyota Kijang dan turunannya (Innova, Avanza, dll) adalah mobil dengan tingkat lakunya paling tinggi, bahkan dengan guyonan ada beberapa menyebutnya “mobil rakyat”, karena rata-rata orang mempunyai mobil tipe ini.

read more

Menonton Aksi LG Mendengarkan Gemba

Menonton Aksi LG Mendengarkan Gemba Menonton Aksi LG Mendengarkan Gemba gembaAda sebuah perbincangan menarik ketika ada kunjungan bisnis di sebuah pabrik di Sukoharjo. Saya dikenalkan seorang tamu pebisnis Jepang yang sedang berkunjung di Indonesia. Setelah menemani beliau makan, untuk menjaga privasinya, tamu itu sebut saja namanya Matsumoto-san diajak kolega saya berjalan-jalan menikmati keindahan desa-desa di daerah Sukoharjo yang masih asri, dengan sedikit kaget beliau berujar desa-desa di Indonesia sudah mengalami “perubahan” lumayan banyak. Matsumoto-san ini merupakan pebisnis yang cukup lama, dan sudah cukup sering bolak-balik mengunjungi daerah-daerah di Indonesia.

read more

Ikujiro Nonaka : Inisiator Knowledge Management

Ikujiro Nonaka : Inisiator Knowledge Management Ikujiro Nonaka : Inisiator Knowledge Management ikujiro nonaka1“In the act of creating, people argue. They have heated dialogue. They get upset! Without real exchange, you can’t create knowledge. Knowledge creation is a human activity.” (Ikujiro Nonaka)

 Melanjutkan studi ke Negeri Jepang di benak saya dulu selalu identik belajar perihal berbau Keteknikan dengan penuh jamahan IT yang teramat kental. Teramat jarang terdengar seorang mahasiswa menyambangi negeri Matahari Terbit ini untuk belajar manajemen, bisnis atau ilmu-ilmu sosial lain. Kalau belajar bahasa Jepang tingkat lanjut, masih banyak yang melakukan, dan itu wajar belajar langsung bahasa dan budayanya. Tapi ketika belasan tahun lalu, saya membaca salah satu buku adikarya di kasur lusuh di sebuah kamar kost di Jogja dulu (buku itu berjudul Relentless: The Japanese Way of Marketing yang ditulis bareng bersama Johannson), saya merasa ada insight yang luar biasa dari buku tersebut. Saking terkesimanya, buku itu saya resensi dan sempat dimuat di salah satu majalah mingguan manajemen dan bisnis di Jakarta kala itu. Buku itu menggedor diri saya untuk mengulik lebih lanjut perihal frame of thinking Japanese Management langsung di negerinya.

read more

Gamangshite Kudasai !

Gamangshite Kudasai ! Gamangshite Kudasai ! waitsign

Saya mendapatkan teman bicara menarik ketika menapaki sebuah perjalanan menaiki kereta api yang ditingkahi gerimis tipis dan awan gelap menyelimuti di suatu sore. Kebetulan lawan bicara saya seorang pemuda yang berprofesi menjadi pegawai negeri yang berkantor di sebuah departemen di lapangan banteng. Dari perbincangan tersebut, saya bisa tahu pemuda di hadapan saya cukup piawai dan cakap di bidangnya dibalik cara bertuturnya yang taktis dan hidup. Sungguh menggairahkan bicara dengan anak muda dengan struktur pemikirkan visioner seperti dia.

read more

Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas

Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas productivity

Dulu tempat saya bekerja, per dua minggu sekali, kita ada acara chourei (chou berarti Pagi, rei Berarti hormat) yakni semacam “briefing pagi” di tradisi kita. Bedanya, kalau briefing pagi di tempat kita terlampau banyak “bunga-bunga” bahasa dan basa-basi yang terkadang membuat makna pesan yang disampaikan agak kabur. Chourei di yang dilakukan di perusahaan saya, lebih banyak menyampaikan fakta-fakta lapangan, seperti tingkat prosentase defect produk yang diproduksi agar dibawah 0,005%, agar tetap mengurangi kesalahan produksi, sampai kiat-kiat secara singkat untuk berperilaku produktif disertai dengan penjelasannya.

read more

Page 1 of 4

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén