8 Karakteristik Segmen Kelas Menengah Indonesia

8 Karakteristik Segmen Kelas Menengah Indonesia 8 Karakteristik Segmen Kelas Menengah Indonesia kelas menegah

Menurut data Bank Dunia di tahun 2011, konsumen yang sering disapa “The middle Class” atau kelas menengah Indonesia telah menggapai 134 juta jiwa. Dengan patokan kriteria pengeluaran US$ 2-20 per hari, jumlah kelas menengah Indonesia secara pasti menggeliat naik. Jadi kalau ada antrian mengular anteri beli tiket murah Super Junior (Suju) yang heboh ingin beli tiket yang “tidak murah”, wira-wiri menenteng gadget terbaru, kongkow-kongkow di café mahal sambil berselancar internet, merupakan salah satu potongan gambaran perilaku kelas menengah. Tak ayal perilaku ini dipotret sebagai awal gaya baru berkonsumsi para kelas menengah yang menarik dibidik para produsen barang dan jasa di negeri ini.

Seorang teman lama, yang saya kenal dulu pertama kali sejak masih aktif menjadi salah seorang pemimpin umum pers mahasiswa di kota Jogja, mencoba mengelaborasi dan mencoba memilah wajah kelas menengah Indonesia melalui serangkaian riset di kota-kota besar berbasis FGD (focus Group Discussion) yang diramu dengan pendekatan etnografi (menangkap pembicaraan masayarakat dari social media). Ya..teman saya ini bernama Yuswohady, yang akrab dipanggil Siwo. Tapi kali ini saya tidak sedang membahas “nostalgia” dengan beliau tentang masa-masa mahasiswa dulu, tapi ingi membincangkan hasil risetnya yang menarik. Beliau sekarang memipin sebuah perusahaan konsultan bernama Center for Middle Class Consumer. Hasil risetnya kebetulan dipublikasi di majalah SWA edisi 08/XXVIII/12-25 April 2012.

Survei yang didesain untuk menguak karakteristik masyarakat kelas menengah Indonesia yang layak disimak. Menurut Yuswohady, ada 8 wajah karakter segmen kelas menengah Indonesia, yang resume singkatnya bisa disimak dibawah ini :

Pertama, The Aspirator. Wajah kelas menengah ini mewakili karakter idealis, memiliki tujuan, serta menjadi influencer terhadap komunitasnya. Kalangan ini umumnya hadir dari kalangan profesional mapan yang sangat melek terhadap informasi, serta peduli terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik. Merek-merek seperti The Bodyshop, Periplus, TV One, Polygon merupakan contoh merek yang diadopsi oleh tipe ini.
Kedua, The Perfomer. Kalangan ini diwakili kalangan profesional serta entrepreneur yang terus berusaha mengekar karier (self-achievement). Relatif tidak mudah puas, bermotivasi tinggi dan cenderung risk-taker. Seringkali melihat peluang sebagai tantangan yang harus dilakoni. Merek-merek seperti C-1000, Smart FM, Metro TV, Telkom Speedy merupakan contoh merek yang diadopsi oleh layer kelas menengah ini.

Ketiga, The Expert. Tipe ini diwakili orang yang selalu berupaya menjadi ahli di bidangnya. Memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi. Serta menjunjung tinggi norma-norma sosial dan kekeluargaan (traditional values). Merek-merek yang mewakili layer ini seperti Produk unit Link, Garuda Indonesia, Toyota Camri, Tabloid Otomotif.

Keempat, The Climber. Karakter tipe ini sangat economic-oriented. Risk taker dalam karier, serta menilai penghargaan dalam karier itu merupakan hal penting. Umumnya segmen ini terdiri dari karyawan level menengah/supervisor. Layer ini biasanya menggunakan merek-merek seperti Lion Air, Toyota Avanza, majalah Femina, Adira Finance, Majalah Info Franchise, dll.

Kelima, Trend Setter. Konsumen menengah ini berkarakter sedikit jarang bersosialisasi, jarang meng-up-date informasi, tetapi kemampuan finansialnya lumayan tinggi. Keinginan untuk dikagumi teman sebaya (peers) cukup tinggi. Tipe kalangan ini banyak dihuni tipe pekerja yang baru pertama kali “merasakan” bekerja (first Jobber) atau mahasiswa/pelajar yang berasal dari golongan menengah ke atas. Starbucks, iPad/iPhone, Mizone, Majalah Kosmopolitan, Honda Jazz merupakan contoh merek yang diadopsi kelompok ini.

Keenam, The Follower. Tipe ini perilakunya sangat digerakkan oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Ekspresi diri diejawantahkan dalam barang-barang bersifat life-style. Kalangan ini banyak diwakili mahasiswa dan anak-anak SMA. Merek-merek seperti 7 Eleven, Honda Scoopy, Majalah Hai, Samsung Galaxi Tab adalah merek-merek yang akrab di kalangan ini.

Ketujuh, The Settler. Kelompok ini mapan secara ekonomi dan finansial, karena umumnya kelompok ini berasal dari kelompok pedangang yang sukses. Tetapi dalam pengelolaannya cenderung bersikap konservatif. Kelompok ini biasa terkoneksi dengan merek seperti Dji Sam Soe, Hotel Santika, produk-produk Bank Syariah, Tabloid Nova.

Kedelapan, The Flower. Tipe ini bisa dikenali dengan kurangnya mengikuti perkembangan teknologi. Menjalani kehidupan mengalir seperti apa adanya. Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual serta menjadikan keluarga menjadi dunianya. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Ibu Rumah Tangga mendominasi kelompok menengah tipe ini.

Karena era ini adalah era kelas menengah, pemahaman yang komprehensif tentang tindak tanduk kelompok ini amatlah penting, lebih-lebih bila Anda akan punya bisnis menggarap kelas ini. Jadi menyiapkan materi manuver bisnis yang cocok untuk segmen yang akan dibidik merupakan hal penting yang perlu dilakukan. Semoga dengan info ini, sedikit banyak tergambar bagaimana menyusun strategi bisnisnya.

Jadi, kalangan kelas menengah segmen mana yang hendak Anda bidik???

Credit Photo : suwuk17.blogspot.com

Previous

Kesalahan Yang Kerap Terjadi dalam Business Plan

Next

Ulang Tahun Ke-3 dan artikel Terbaik

28 Comments

  1. abie

    the aspirator and the performer, i like that!!!!
    thank you for this information…..

  2. nice new point of view dari kelas menengah kita 🙂

  3. NINGRAT

    Artikel ini sangat membantu sekali untuk bagaimana membedakan kelas kelas tersebut agar kita tidak salah dalam memilih segmen tersebut

  4. Mencoba menelaah atas 8 Karakteristik Segmen Kelas Menengah Indonesia oleh saudara Donny Octavian Syah sangatlah tidak mudah. Hal ini disebabkan adanya perubahan globalisasi yang mengalami perkembangan dan perubahan yang sudah terjadi, alasannya adalah saat ini konsumen baik itu dari tingkat lower customer hingga higher customer telah terinformasi secara reguler mengenai informasi produk dan produsen. Produsen berusaha memberikan informasi secara detai mengenai produk dan mereknya melalui televisi, radio, jaringan internet, dipusat pembelanjaan majalah-majalah khusus atau media cetak lainnya, sehingga mempermudah produsen mengakses konsumen dimanapun ia berada. Disisi lain justru memperumit praktisi pemasaran untuk memelihara dan mengembangkan produknya.
    Persaingan bisnis semakin ketat dan saling mengungguli sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini mengharuskan perusahaan untuk selalu berinisiatif untuk mengembangkan hal-hal baru, bukan sekedar mempertahankan keunggulan yang sudah ada.
    Dari ke-8 karakteristik segmen kelas menengah di Indonesia, kita harus tahu terlebih dahulu dengan adanya pergeseran pandangan mengenai kualitas, yang tadinya dilihat dari sudut pandang perusahaan menuju sudut pandang pelanggan (Customer Centric).
    Di bank BUMN tempat saya bekerja juga sudah menerapkan Customer Centric yang menitik beratkan kepada “What are Customers Needs”, dengan segala upaya para petugas khsususnya frontliners menerangkan semua informasi produk perbankan secara detail, cepat, dan akurat sesuai dengan kebutuhan nasabah. Hal ini dilakukan agar petugas frontliners dan pemasar tidak meraba-raba dalam penjualan produk perbankannya. Untuk itu semua petugas diwajibkan mengenal sangat mendalam seluruh nasabahnya kalau perlu dari ujung rambut sampai ujung kaki sehingga ke-8 karakateristik konsumen kelas menengah diatas harus dikuasai dengan baik karena segmentasi perbankan sekarang mencakup semua karakteristik diatas.
    Untuk menunjang ke-8 karakteristik tersebut diperlukan acuan dalam mengetahui, mengukur, atau memantau kepuasan pelanggan ada hal-hal yang dilakukan :
    1. Sistem keluhan dan saran, misalnya menyediakan kotak saran
    2. Survey kepuasan nasabah, misalnya kuisioner
    3. Mystery shopping baik internal maupun eksternal melalui MRI (Market Research Indonesia)
    4. Kunjungan ke nasabah secara rutin
    5. Pelayanan nasabah utama (Emerald Customer)
    6. Familly Gathering

    Demikianlah hal-hal yang mungkin dapat ditelaah dari kondisi kalangan menengah di Indonesia. Semoga bermanfaat.

    Sumber pemikiran : dari sumber intern (kantor) dan ekstern buku-buku panduan
    Daftar Pustaka : Tjiptono, Fandy (2000). Strategi Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.
    Ditelaah oleh : SIGIT PURWADI

  5. fema hariyanti

    Mengetahui bahwa era ini adalah era kelas menengah, bisa saya jabarkan secara singkat tentang artiker diatas. Maka bisnis yang akan diambilpun harusnya tetap terfokus pada kelas menengah. Saya menangkap beberapa kelas menengah yang menarik jika saya memutuskan untuk membuka bisnis dikelas ini.

    Bisnis yang saya rasa akan menghasilkan progress yang baik adalah bisnis yang berfokus pada :

    The follower = jika mengutip dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang berada pada kelas ini mayoritas adalah anak-anak muda. Biasanya anak muda itu lebih suka mengeksplor jati dirinya dengan barang-barang brended, tempat nongkrong yang keren, intinya sesuatu yang dapat menaikan gengsi mereka.

    Dan jika ditanya bisnis apa yang akan berprogress , berikut bisnis yang berprogress menurut saya :
    • Pakaian : biasanya anak muda jaman sekarang suka mengeksplor diri dengan pakaian-pakaian yang sedang IN , misalnya saya meniru gaya orang korea yang terkenal dengan style k-pop nya . saya bisa membuat baju yang mayoritas anak muda jaman sekarang sukai. Dengan berani menabrak-nabrakan warna, mulai mengeksplor model-model pakaian apa saja yang lucu jika dikenakan, dan juga harga yang relative murah.
    • Café : anak muda jaman sekarang senang sekali yang namanya kongkow-kongkow bareng teman-teman, “anak gaul” katanya . dan disinilah harusnya peluang itu ditemukan. Menciptakan tempat bagi mereka , membuat menu-menu menarik, sehingga bukan hanya tempat saya yang menjadi patokan utama, tetapi juga makanannya.

  6. NPM : N201110067

    dari ulasan yang dapat saya ambil dari informasi tersebut di atas bahwa kalangan globalisasi kelas menengah memang lebih mementingkan kualitas, mutu, dan lebih kepada perkembangan zaman yang ter update.
    terutama pada kalangan muda, ibu rumah tangga dan kalangan lainnya. dari sekitar 130 juta penduduk indonesia adalah kelas menengah, mereka mampu croscek sampai Rp 130 triliun / bulan demi untuk menembus pasaran dengan karakter dan segmen yang berbeda-beda.

  7. lucas frasetya

    Dengan kemajuan teknologi dan cara berfikir masyarakat indonesia yang selalu ingin meniru atau. ” ikut-ikutan”. Maka semakin banyak kelas menengah dikalangan masyarakat indonesia, dari mulai pelajar hingga kelompok profesional.Seperti artikel diatas yang membuktikan bahwa kalangan menengah di Indonesia jelas mengalami kemajuan yg pesat,

    Mungkin,itu terjadi karena fasilitas atau teknologi-teknologi yang semakin canggih di sekitar kita yang membuat masyarakat kita ingin mencoba dan ingin tampil lebih modern.
    Menurut saya lingkungan disekitar kita sangat mempengaruhi, sehingga masyarakat kelas menengah di indonesia semakin meningkat.

    • Setelah saya telaah artikel tentang 8 karakter konsumen di atas,semua kelompok dapat di jadikan bahan untuk berbisnis dengan strategi mencari kebutuhan pokok apa saja yg di butuhkan oleh masing-masing kriteria kelompok tsb.dari 8 karakter tersebut yang paling menjanjikan progres yang pesat menurut saya adalah The Followers dapat disimpulkan bahwa kelompok tersebut moyoritas kalangan remaja yang minat belanjanya masih sangat menggebu gebu,dapat di buatkan lahan bisnis dengan membuka Cafe atau butik dengan barang yang update masa terkini.

    • Setelah saya telaah artikel tentang 8 karakter konsumen di atas,semua kelompok dapat di jadikan bahan untuk berbisnis dengan strategi mencari kebutuhan pokok apa saja yg di butuhkan oleh masing-masing kriteria kelompok tsb.dari 8 karakter tersebut yang paling menjanjikan progres yang pesat menurut saya adalah The Followers dapat disimpulkan bahwa kelompok tersebut moyoritas kalangan remaja yang minat belanjanya masih sangat menggebu gebu,dapat di buatkan lahan bisnis dengan membuka Cafe atau butik dengan barang yang update masa terkini.

      Npm: 201210233

  8. umul fadhilah

    N201010036

    karena di lihat dari 8 jenis kalangan itu yang paling menarik SEGMEN KELAS MENENGAH INDONESIA

    1. The Aspirator : karena kalangan itu mau mengikuti perkembangan yang ada di lingkungan sekitarnya, tak lupa orang yang memiliki sifat ini dia itu sangat suka memberi aspirasi dan inspirasi yang positive pada semua orang. Tujuan kalangan seperti ini agar orang di sekitarnya mampu mengerti dan mengikuti sifat dari orang orang yang punya sifat aspirator. Kalangan ini tak mau hanya mendengarkan tentang kejadian yang ada di sekitarnya, dia selalu ingin memberikan aspirasi nya dan solusi yang ada di pikiranya.
    2. The Performer : orang seperti ini itu tipe pekerja keras, dia sangat gigih dalam meraih apa yang dia inginkan. Serta kalangan ini tak mudah puas dalam meraih keinginanya dan kariernya sebelum tercapai, walau mungkin sudah tercapai orang seperti ini akan berusaha untuk mendapatkan yang lebih dari sebelumnya . kalangan ini selalu di setiap waktunya di upayakan untuk bekerja mereka tak mau menyiakan kesempatan yang ada, melihat peluang bisnis yang marak serta melihat apa yang di sukai dari para konsumen nya.

    Hal menariknya juga alasanya dari semua jenis kalangan, mereka itu selalu mengutamakan keinginan mereka sendiri tanpa melihat di sekitarnya. Setiap kalangan berbeda sifat dan perilaku ada yang baik juga ada yang buruknya, nah kalo semua itu di pertahankan tak akan membuat mereka berubah atau malah bisa membuat lebih kacau lagi dari cara hidup mereka harus ada solusi terbaik yang di berikan pada mereka.

  9. Bagi pembisnis pembisnis dikalangan menengah yang ada di indonesia mereka harus pintar memilih segmen mana yang cocok untuk dibuat atau di rancang stratei bisnis yang dapat menghasilkan progres yang bagus untuk bisnis mereka.
    Setelah saya membaca atikel tentang 8 kriteria konsumen kelas menegah tsb, dengan mengetahui era ini era kelas menengah saya menyimpulkan semua segmen dapat di jadikan lahan bisnis dengan strategi menyedikan apa saja yang menjadi kebutuhan pokok setiap kalangan tsb.
    Dari 8 kriteria diatas: menurut saya The Followers lah yang paling cepat menghasilkan progres yanga sangat pesat dari artikel diatas dapat disimpulkan kelompok the followes mayoritas kalangan anak muda yang antusias belanjanya masih sangat menggebu gebu.

    Eneng Rika Fitriani

  10. Euis waskita dewi

    Artikel yang sangat bagus dan membantu sekali untuk di ketahui dan di pelajari sebelum kita membuat suatu peluang usaha/bisnis.Apalagi di era kelas menengah yang mutunya harus lebih terjamin di karenakan finansial seseorang yg sudah lebih dari cukup dan mempunyai gaya dan selera yang jauh lebih tinggi,maka dari itu ketika saya baca artikel ini sangat bermanfaat sekali.

  11. Euis waskita dewi

    Artikel yang sangat menarik dan mudah untuk di mengerti dan di pelajari,apalagi kalau untuk di praktekkan bagi yang ingin berbisnis ini jalan agar kita mengetahui era yang ada di jaman sekarang ini yang mayoritas sudah berada di kalangan kelas menengah ke atas.

  12. Euis Waskita Dewi / N201010102

    Artikel yang sangat menarik dan mudah untuk di mengerti dan juga di peraktekkan bagi yang ingin memulai bisnis karena kita bisa mengetahui karakter dari era kelas menengah yang semakin maju perkembangannya.

  13. N201220380

    The Aspirator dikatakan sebagai kalangan yang berhasil dan juga profesional. orang-orang yang berada dalam kelas menengah ini dapat menjadi panutan serta memberi motivasi kepada masyarakat banyak sehingga timbul keinginan dalam diri masyarakat tersebut untuk berhasil dalam usaha yang mereka jalankan.
    the aspirator, karakteristik kelas menengah yang menarik untuk dituju.

  14. Fajar Wijaya

    Fajar Wijaya
    —————
    N 201210193

    Hasil baca dan jawaban yang saya resap pada artikel Delapan (8) karakteristik segmen kelas menengah,
    quote Bapak Donny Oktavian Syah selaku Dosen kami ialah jelas menurut saya di artikel ini saya akan memilih Segmen dengan nama “THE FOLLOWER” dengan penjelasan pada artikel pun jelas, karena Segmen “The follower” ini memang untuk orang orang yang gaya hidup nya tinggi atau dengan yang saya sebut (life-style). Life-style ini menurut segmen “the follower’ merupakan kebutuhan hidupnya sekaligus pembaruan dalam hidup pribadi dirinya, terlebih ia bercermin ke lingkungan sekitarnya. Gengsi yang dirasanya akan membangkitkan life-style atau rasa keinginan pembaruan pada dirinya tersebut. Dengan mencicipi barang barang baru dan bermerek / new brand yang dirasanya cukup untuk memajukan derajat hidupnya, maka orang orang pada segmen “the follower” akan mengUpdate dirinya dan terus memperbarui dan mencari info info pasar. Jadi pasar untuk kelas menengah disini akan maju pesat.

  15. Fajar Wijaya
    —————
    N 201210193

    Hasil baca dan jawaban yang saya resap pada artikel Delapan (8) karakteristik segmen kelas menengah,
    quote Bapak Donny Oktavian Syah selaku Dosen kami ialah jelas menurut saya di artikel ini saya akan memilih Segmen dengan nama “THE FOLLOWER” dengan penjelasan pada artikel pun jelas, karena Segmen “The follower” ini memang untuk orang orang yang gaya hidup nya tinggi atau dengan yang saya sebut (life-style). Life-style ini menurut segmen “the follower’ merupakan kebutuhan hidupnya sekaligus pembaruan dalam hidup pribadi dirinya, terlebih ia bercermin ke lingkungan sekitarnya. Gengsi yang dirasanya akan membangkitkan life-style atau rasa keinginan pembaruan pada dirinya tersebut. Dengan mencicipi barang barang baru dan bermerek / newbrand yang dirasanya cukup untuk memajukan derajat hidupnya, maka orang orang pada segmen “the follower” akan mengUpdate dirinya dan terus memperbarui dan mencari info info pasar. Jadi pasar untuk kelas menengah disini akan maju pesat.
    Terimakasih atas Info info nya.

    Hormat saya.

  16. Safitri Indah Anggraini

    Menurut saya, Untuk di jaman era masa kini pebisnis sudah cukup bagus untuk memenuhi kebutuhan konsumen. terutama untuk kalangan menengah ke atas.

    Dengan adanya teknologi yg canggih di dunia maya tersebut pebisnis bisa tetap memasarkan produknya. Tapi sayangnya terkadang suka disalah gunakan bagi para pebisnis yg ” Nakal ” contohnya, seperti bisnis online yg marak dipasaran. Konsumen membeli suatu barang yg terdapat di online tiba” tdk sesuai barangnya, atau payment sdh ditransfer tp barang tidak dikirim ( penipuan ). Padahal kalau boleh kita tau bisnis online bisa dibilang prospek yg baik untuk pebisnis mempunyai konsumen para ibu rumah tangga, pelajar serta orang kantoran.

    Jadi bisa dibilang pola pikir dan kemampuan tinggi bisa membawa kesuksesan si pebisnis tsb.

  17. Sri Purwati N201120244

    Setelah membaca artikel di atas yg mengulas mengenai kharakteristik dari 8 segmen konsumen kelas menengah sebagai pebisnis saya akan membidik kelompok followers dimana segmen tersebut memiliki kharakteristik perilaku konsumennya di pengaruhi oleh lingkungan sekitar yg menekankan kepada lifestyle dimana penggunaan produk dimaksudkan untuk eksistensi mereka di dlm komunitas nya. Selain itu kalangan yg biasanya terdiri dari mahasiswa dan para pelajar ini mudah dipengaruhi. Dan Bisnis yg saya akan gelar adalah bisnis cafe yg di lengkapi dengan wifi dan menyajikan makanan dan minuman cepat saji dengan harga yg sangat terjangkau oleh kantong mereka dan tersedia pula live music pada hari Sabtu yg dpt di manfaatkan juga oleh para pelajar dan mahasiswa yg ingin menyalurkan bakat. . Beragam Makanan Seperti Roti Bakar, Hotdog, Burger, Katsu, Kentang Goreng, Internet (Indomi Telur Kornet), Dimsum instan, Burjo atau bubur kacang ijo yg di lengkapi Roti, Kebab Dsb. Beragam minuman aneka Jus, Milk Shake, Es kelapa, Lemon Tea, Capucino Dsb. Berdasarkan Analisis SWOT
    S : Strenght : pembidikan konsumen followers mudah di pengaruhi selain itu cafe saya dilengkapi fasilitas wifi yg menjadi incaran para anak muda zaman sekarang untuk berselancar di dunia maya sambil kongkow kongkow dgn sosialitanya dan menyalurkan bakat yg dimiliki mereka melalui fasilitas live music.
    W: Weakness: Kelemahan membidik segmen ini kemampuan financial mereka masih terbatas dikarenakan belum memiliki penghasilan yg mapan. Tetapi kelemahan tersebut di antisipasi dengan sajian yg murah meriah namun untuk jangka panjang dan apabila dikonsumsi secara rutin dapat mengganggu kesehatan.
    O: Opportunity: bisnis ini memiliki peluang perkembangan yg cepat dimana kita tarik minat para pelajar dengan wifi dan live music agar dpt memberikan kesan cafe saya ramai dan cozy, dengan image tersebut dapat menarik para pelanggan lain yg penasaran terhadap cafe saya. Dengan membidik segmen followers memiliki peluang besar untuk berkembang karena mudah terpengaruh.
    T: Threat: rawan terhadap kegiatan yg tidak diharapkan seperti tempat transaksi bahan terlarang, dpt menumbuhkan sifat konsumtif di kalangan pemuda saat ini.

  18. Kalau menurut saya negara Indonesia adalah negara yang berkembang dan daya beli untuk barang-barang yg branded cukup banyak walaupun hanya ‘KW’ nya yang mereka beli, Ditambah dengan zaman modernisasi yang cukup tinggi sehingga di komunitas yang menjadi trendsetter tidak mau ketinggalan zaman sehingga mereka membeli gadget yg harga nya untuk kalangan menengah ke atas seperti keluaran apple contohnya, dan menurut mereka yg punya hobi browsing pun mengakui walaupun membeli gadget yg harganya mahal tetapi mereka ada kepuasaan dengan fitur-fitur yang dimiliki gadget tersebut.

  19. Sri Purwati N201120244

    Setelah membaca artikel di atas yg mengulas mengenai kharakteristik dari 8 segmen konsumen kelas menengah sebagai pebisnis saya akan membidik kelompok followers dimana segmen tersebut memiliki kharakteristik perilaku konsumennya di pengaruhi oleh lingkungan sekitar yg menekankan kepada lifestyle dimana penggunaan produk dimaksudkan untuk eksistensi mereka di dlm komunitas nya. Selain itu kalangan yg biasanya terdiri dari mahasiswa dan para pelajar ini mudah dipengaruhi. Dan Bisnis yg saya akan gelar adalah bisnis cafe yg di lengkapi dengan wifi dan menyajikan makanan dan minuman cepat saji dengan harga yg sangat terjangkau oleh kantong mereka dan tersedia pula live music pada hari Sabtu yg dpt di manfaatkan juga oleh para pelajar dan mahasiswa yg ingin menyalurkan bakat. Beragam Makanan Seperti Roti Bakar, Hotdog, Burger, Katsu, Kentang Goreng, Internet (Indomi Telur Kornet), Dimsum instan, Burjo atau bubur kacang ijo yg di lengkapi Roti, Kebab Dsb. Beragam minuman aneka Jus, Milk Shake, Es kelapa, Lemon Tea, Capucino Dsb. Berdasarkan Analisis SWOT
    S : Streght : pembidikan konsumen followers mudah di pengaruhi selain itu cafe atau bisnis kuliner tentu sangat diminati karena semua orang butuh makan ditambah dengan ide kreatif saya dilengkapi fasilitas wifi yg menjadi incaran para anak muda zaman sekarang untuk berselancar di dunia maya sambil kongkow kongkow dgn sosialitanya dan menyalurkan bakat yg dimiliki mereka melalui fasilitas live music.
    W: Weakness: Kelemahan membidik segmen ini kemampuan financial mereka msh terbatas dikarenakan belum memiliki penghasilan yg mapan. Tetapi kelemahan tersebut di antisipasi dengan sajian yg murah meriah namun untuk jangka panjang dan apabila dikonsumsi secara rutin dapat mengganggu kesehatan.
    O: Opportunity: bisnis ini memiliki peluang perkembangan yg cepat dimana kita tarik minat para pelajar dengan wifi dan live music agar dpt memberikan kesan cafe saya ramai dan cozy, dengan image tersebut dapat menarik para pelanggan lain yg penasaran terhadap cafe saya. Dengan membidik segmen followers memiliki peluang besar untuk berkembang karena mudah terpengaruh.
    T: Throught: rawan terhadap kegiatan yg tidak diharapkan seperti tempat transaksi bahan terlarang, dpt menumbuhkan sifat konsumtif di kalangan pemuda saat ini.

  20. Putri Damayanti (N201120247)

    Menurut data Bank Dunia di tahun 2011, konsumen Indonesia yang sering disapa yaitu kelas menengah dengan jumlah mencapai 134 juta jiwa, begitu juga berdasarkan data ADB (Asia Development Bank) pada tahun 2010 daya beli penduduk yang dimayoritasi kelas menengah dengan jumlah mencapai 135 juta jiwa atau sekitar 56% dari seluruh penduduk Indonesia. dan menurut saya rata-rata penduduk di Indonesia berada di segmen “The Follower“, dimana masyarakat akan mengikuti apa yang sedang trend saat itu dan terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, ini merupaka life style untuk mereka. nah kelompok kelas menengah segmen inilah yang paling banyak berkontribusi terhadap belanja konsumsi di Indonesia, sebagian besar diantara mereka senang berbelanja barang-barang yang sedang trend dan branded atau bermerek KW. dengan menggunakan barang-barang branded ini akan menaikan gengsi mereka dan menaikan status sosialnya, walaupun kualitas produknya tidak sebagus yang ORI atau produk aslinya. dan hal ini tentunya akan menguntungkan para produsen dengan menciptakan produk yang tepat untuk kelas menengah dengan membidik pasar sasaran dengan lebih akurat dan melalui mengenali perilaku para konsumennya. dengan demikian akan menaikan perekonomian Indonesia dan memajukan bisnis di Indonesia

  21. Destia handri

    NPM 201120243

    Berdasarkan artikel yg menarik diatas tentunya kita tersadarkan bahwa the middle class merupakan salah satu yg mendominasi pergerakan ekonomi negara indonesia. Dengan adanya mereka tentunya kita dapat mempunyai opportunity bisnis yg besar sesuai dengan 8 karakeristik kelas menengah yg unik tersebut.

    Dengan adanya 8 karakteristik tersebut yg paling menarik untuk dijadikan sebuah bisnis menurut saya adalah karakteristik yg ke empat dengan alasan :

    *the climber ; merupakan karakteristik dgn tipe economic – oriented dimana biasanya dr mereka menyukai barang2 branded dengan harga yg ekonomis, disni menurut nya bisnis seperti barang2 branded dengan kwalitas no 2 merupakan hal yg pas , karena dalam lingkungan mereka ingin memiliki high value tanpa harus memikirkan kualiatas original dari barang yg mereka miliki. Dengan memiliki barang2 branded kualitas no 2 (KW) sdh cukup mengangkat “nilai kegengsian” mereka d lingkup sosial mereka.

    Selain itu kita jg dpt berbisnis “tour n travel” tentunya dgn memberikan discount menarik atau paket tour ekonomis maupun tiket2 promo, karena biasanya tidak sedikit dr mereka dgn karakteristik sperti ini hanya ingin men-down load picture mereka agar lingkup mereka mengetahui “holiday trip” mereka. Dengan kata lain tentunya akan menaikan “nilai gengsi” mereka dalam lingkup sosial mereka.

    menurut saya karakteristik itulah yg manarik untuk saya bidik untuk bisnis, karna mengingat dari mereka yang tentunya membutuhkan persedian akan barang dan jasa yg dpt menaikan gengsi mereka dengan identitas mereka yaitu “economic-oriented“.

    Sehingga dengan bisnis tersebut diharapkan pula dapat mendongkrak nilai perekonomian negara kita. Karena meningat masyarakat middle class mngalami peningkatan tentunya hal ini terkait dengan daya beli mereka yg besar sesuai dengan karakterisik mereka masing- masing.

  22. RINA MARLINA

    Menurut pendapat saya tentang artikel diatas,, sangat menarik n membuat saya tertarik mengambil tentang segmen kelas menegah Bisnis yang saya rasa akan menghasilkan progress yang baik adalah bisnis yang berfokus pada :
    The follower = jika melihat dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang berada pada kelas ini mayoritas adalah anak-anak muda dan anak gaul. Biasanya anak2 seperti ini lah yg lebih suka
    mengeksplor jati dirinya atw mengexpresi dirinya dengan barang-barang branded, barang-barang mahal, tempat nongkrong yang keren, ngumpul sama teman-teman,, dengan begitu mereka akan merasa tingkat gengsi mereka akan lebih lagi, untuk bisnis yang cocok dengan segmentasi pasar yg seperti ini, saya lebih memilih bisnis fashion,, bisa kita lht aemua anak muda zaman sekarang dari ujung kaki sampai ujung rambut itu mengunakan fhasion, jika membuka bisnis fashion untuk segmen ini saya yakin akan mendapat progres yang sangat baik, apa lagi zaman sekarang anak muda mana yang tidak maw ber-fashion apa lagi dari dari tipe segmen ini anak mudah yg suka barang2 berbranded, dgn fashion akan menunjang rasa percaya diri yg tinggi untuk anak muda zaman sekarang,, dan kedua saya tertarik buka bisnis salon, dimana saya merasa dari segmen ini selain fashion dalam segmen kelas ini salon juga adalah bisnis yang sangat menguntungkan, karena dimana anak muda zaman sekarang selalu ingin tampil cantik, cool, keren, karena gaya hidup mereka yg ingin dilihat, gengsi yg tinggi pasti penampilan buat mereka utama, maka dari itu saya mengambil bisnis fashion dan salon..

  23. Bella Karina S

    Berdasarkan artikel diatas mengenai 8 karakteristik segmen kelas menengah Indonesia. Apabila saya menjadi pebisnis saya lebih memilih karakter “The follower” dengar target sasaran anak-anak muda. Karakter tersebut dominasi oleh para muda mudi dengan usia sekitar 15- 25 tahun. Di zaman sekarang ini penjualan dengan target sasaran ini lebih menguntungkan. Para anak muda ini dianggap lebih mementingkan life style, gengsi yang tinggi dan ingin dianggap anak gaul. Bahkan mereka menomorduakan bujet yang akan dikeluarkannya. Hal inilah yang dapat menjadi selling point-nya. Dari segi media pemasaran juga lebih mudah dengan media televisi seperti iklan atau tempat hiburan lainnya. Produk yang dipasarkan dengan karakteristik ini biasanya lebih cepat laku. Produk yang sekarang ini banyak dijual seperti pakaian model Korean, HP Blackberry atau Samsung dan produk lainnya ada juga tempat-tempat nongkrong yang gaul seperti seven eleven. Dari pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan media televisi seperti yang digunakan oleh seleb-seleb luar atau dalam negeri banyak diminati oleh para followers ini. Apabila ada produk baru mereka berbondong bondong membelinya bahkan sampai harus antri berjam-jam contohnya seperi I-phone 5S. Hal inilah yang menjadi peluang para pebisnis untuk mengeluarkan produk yang inovatif sesuai dengan target sasaran agar produknya laris dipasaran dan dapat meraup untuk yang besar.

  24. Rina Marlina

    menurut saya mengenai artikel di atas tentang 8 karakteristik segmen kelas menegah indonesia saya lebih tertarik kepada The Expert. Tipe ini diwakili orang yang selalu berupaya menjadi ahli di bidangnya. Memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi. Serta menjunjung tinggi norma-norma sosial dan kekeluargaan (traditional values). Merek-merek yang mewakili layer ini seperti Produk unit Link, Garuda Indonesia, Toyota Camri, Tabloid Otomotif. dari keterangan tersebut sudah jelas bahwa karakteristik ini adalah bener-bener yang bisa untuk memiliki leadership seorang pemimpin yang baik, karena karakter ini memiliki nilai-nilai yang sangat cocok untuk menjadi pembisnis…
    kekuatan dari karakter ini adalah dia memiliki sosok yang kepribadian yang lembut, menjaga norma-norma sosial yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan karakter ini disukai semua orang.
    Rina Marlina (N201220082)

Tinggalkan Balasan ke RINA MARLINA Batalkan balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén