Month: September 2012

Menduniakan Tempe ala Rustono dan Luisa Velez

Menduniakan Tempe ala Rustono dan Luisa Velez Menduniakan Tempe ala Rustono dan Luisa Velez dialog monozukuri rustono“Tempeh is a gift from Indonesia for the world” (Luisa V, pemilik Tempeh Bintang dari Mexic0)

Hari sabtu lalu di aula Kementerian Koperasi dan UKM mendapatkan tamu istimewa, tidak heran ada sekitar 200 orang berbondong-bondong menghadiri dan datang menyambanginya. Dengan dihadiri sekitar 200 peserta yang didominasi mahasiswa dari UI, IPB, IKOPIN, UNAS, BINUS, LP3I, dan masih banyak institusi lain ikut nimbrung acara itu. Ada apa gerangan? Magnitude acara ini tidak lain dan tidak bukan karena sang Raja Tempeh yang membuka pabrik di Jepang dengan merek Rustoh tempe sedang berbagi cerita disana. Didampingi oleh Luisa V, seorang produsen tempeh dengan merek Bintang dari Mexico ikut pula mengegap gempitakan acara yang ramai hujan pertanyaan dan dialog tersebut.

read more

Sungging Senyum Untuk Sang Bumi

Sungging Senyum Untuk Sang Bumi Sungging Senyum Untuk Sang Bumi green businessBanyak perusahaan karena “tekanan-tekanan” tertentu, berpura-pura untuk “ramah” pada lingkungan.  Ada juga yang ikut berslogan “green business” untuk meraih simpati konsumen tertentu. Tapi kalau ditelisik lebih jauh, kegiatan best practice yang dilakukan untuk itu terkadang tidak bergaung ke dalam sisi internalnya sendiri. Artinya slogan untuk ber-green business gaung di medianya ada, tapi gerak langgam para karyawannya sendiri terkesan abai serta adem ayem dalam perilaku ini.

Di salah satu kantor klien saya, saya pernah menjumpai para karyawannya  cukup getol membumikan nafas bisnis yang ramah terhadap lingkungan. Sekilas slogannya remeh, tapi dengan jumlah karyawannya yang lumayan banyak, saya malah yakin kalau hal ini dilakukan dengan konsisten, penuh keiklasan, dan dilambari kesadaran sepenuhnya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian penting yang perlu dikedepankan, hal itu akan berimplikasi luas.

read more

Kiat Wardah Menjual Segmented Products

Kiat Wardah Menjual Segmented Products Kiat Wardah Menjual Segmented Products segemeted product1“Wardah adalah perusahaan kosmetik Indonesia. seluruh produknya yang berjumlah 200 macam telah mendapat sertifikasi halal, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penjualan yang dimulai sejak tahun 1995 melalui door to door ini kemudian telah berkembang menjadi 1500 outlet yang tersebar di Department Store dan Pusat perbelanjaan lengkap dengan konsultan kecantikannya.” (Asahi Shimbun, 2011)

Walaupun banyak orang bilang orang Jepang “suka” berbasa-basi, tetapi Asahi Shimbun merupakan Koran yang pelit untuk berbasa-basi dan memuji suatu produk tanpa prestasi “luar biasa” yang menggelayutinya. Liputan Asahi Shimbun adalah bentuk pengakuan atas “keberhasilan” Wardah bisa menjadi sebuah merek kosmetik kecantikan yang menyasar segmen pasar yang “sempit” (niche market) tapi kedepannya mampu sukses dan mendapatkan porsi pasar yang cukup lumayan di percaturan kosmetik Indonesia.

read more

Menginjeksikan Corporate Culture Baru

Menginjeksikan Corporate Culture Baru Menginjeksikan Corporate Culture Baru indonesia power2People want guidance, not rhetoric. They need to know what the plan of action is, and how it will be implemented. They want to be given responsibility to help solve the problem and authority to act on it.”
(Howard S, Pour Your Heart Into It: How Starbucks Built a Company One Cup at a Time)

Dalam kacamata manajemen dan bisnis, seringkali skala prioritas menginjeksikan budaya-budaya positif dalam organisasi belum menjadi skala pilihan utama. “Ah begini saja sudah sukses, mengapa harus mengubah kebiasaan yang mempersulit diri sendiri?”, pertanyaan seperti ini kurang lebih yang dihadapi para rekan-rekan yang ada di departemen SDM yang biasanya membawahi ihwal bab corporate culture ini. Acapkali resistensi malahan muncul dari internal, khususnya para “senior” perusahaan yang merasa perubahan budaya yang diintrodusir dan dikenalkan masih dianggap hal yang “merepotkan” dan “mengada-ada”.

read more

Whistle Blower dan Integritas Bisnis

Whistle Blower dan Integritas Bisnis Whistle Blower dan Integritas Bisnis whistleblower whtAbove all, success in business requires two things: a winning competitive strategy, and superb organizational execution. Distrust is the enemy of both. I submit that while high trust won’t necessarily rescue a poor strategy, low trust will almost always derail a good one. ”
(Stephen M.R. Covey, The Speed of Trust : The One Thing That Changes Everything)

Beberapa hari “berkantor” di tempat klien terkadang menimbulkan suasana sensasi tersendiri. Disamping berkesempatan melihat atmosfer baru, melihat aktivitas bisnis dari dekat merupakan suatu hal yang menarik. Mengobrol, berdiskusi dengan intens dengan beberapa pegawai sedikit banyak ada beberapa pembelajaran yang bisa ditarik.Tidak jarang obrolan ringan sambil mempelototi sederetan informasi yang ada, merupakan sebuah keasyikan tersendiri.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén