Month: Maret 2012

BRICS : Kiblat Bisnis Baru ?

BRICS : Kiblat Bisnis Baru ? BRICS : Kiblat Bisnis Baru ? rics summit new delhi m

Hari ini sambil bersantai menikmati sarapan pagi saya memindah remote TV media asing. Di antara top berita politik Syria dan isu nuklir yang ada, terselip sebuah berita bisnis-ekonomi yang cukup seksi yang diliput belbagai stasiun TV dunia seperti CNN, BBC, AL Jazeera, dll. Apa lagi kalau bukan pertemuan para pemimpin blok ekonomi baru bernama : BRICS yang sedang dilangsungkan di kota New Delhi, India. Sebuah blok ekonomi baru yang terdiri dari 5 negara “berkembang” yakni: Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan).

read more

10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh

10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh 10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh business thinker

Kalau pembaca mengikuti majalah Forbes, pasti tahu kalau majalah satu itu sering membikin ranking-rangking-an “orang-orang terkaya”, “wanita terkaya dan berpengaruh”, dls. Ulasan menarik tentunya disertai data-data serta wawancara dengan yang bersangkutan. Kali ini saya tidak akan mengulas rangking-rangkingan “orang kaya” yang biasa Forbes lakoni. Tapi saya mau sedikit mengulas daftar 50 ranking pemikir bisnis dan manajemen yang berpengaruh di dunia versi majalah Forbes (The World’s Most Influential Business Thinkers). Parameter yang dipakai jelas sebagai thinker, adi karya buku-buku yang dihasilkannya. Tapi yang diulas di Blog ini cukup top 10 besarnya saja :

read more

3 Langkah Agar Mimpi Menjadi Wirausaha Tetap Menyala

3 Langkah Agar Mimpi Menjadi Wirausaha Tetap Menyala 3 Langkah Agar Mimpi Menjadi Wirausaha Tetap Menyala entrepreneur dream

Hari ini saya mendapat jatah mengajar kuliah anak semester awal yang masih segar dan bersemangat di sebuah kampus. Biasa sesi pertama disamping memberikan paparan rencana kuliah satu semester ke depan, saya mengajak mereka mengobrol dengan para mahasiswa baru sambil “mencairkan” suasana. Ada ‘pembelajaran” menarik dari kelas saya ajar hari ini, hampir separuh mahasiswa di kelas itu mempunyai mimpi mendirikan usaha sendiri nantinya setelah sebelumnya bekerja terlebih dahulu setelah lulus. Sebuah fenomena yang menggembirakan menurut saya, walaupun nantinya mereka belum tentu mengambil pilihan ini. Setidaknya sudah terbersit di benak mereka bahwa pilihan berusaha sendiri hadir sebagai sebuah pilihan.

read more

Ketika Marketing via Socmed “Keplintir”

Ketika Marketing via Socmed “Keplintir” Ketika Marketing via Socmed “Keplintir” socialmedia

Teman saya dari yang ada di Jerman pernah terkesiap kaget (untuk tidak mengatakan terkejut) ketika saya bercerita mulai nge-trend anak-anak duduk di kelas SD berame-rame mempunyai akun (account) di FB (facebook). Saya hanya bisa mengulum senyum sambil menimpali, “ Hari gini Bro, mungkin sebuah keanehan orang ndak punya akun di facebook.” Bahkan, saya pernah melihat sendiri, beberapa orang yang tidak terlalu “intim” bahkan sama sekali buta internet, karena desakan tren ini beramai-ramai bikin akun e-mail, yang gak bisa minta dibikinkan akun, alasan jelas terang benderang : agar bisa bikin akun facebook untuk konfirmasi pembukaan akun. Setelah itu akun email dilihat hanya untuk melihat konfirmasi akun FB, maka email diacuhkan, dan mulailah menggunakan FB lewat ponselnya. Tak heran di negeri ini akun FB bisa nangkring nomer dua sejagat menurut data statistik.

read more

Proteksi Pemerintah untuk Infant Industries

Proteksi Pemerintah untuk Infant Industries Proteksi Pemerintah untuk Infant Industries man with red umbrella

Tidak semudah menemukan lahan pertanian di Jepang ketimbang melihat pabrik dan industri yang bertebaran hampir di seluruh negeri itu. Yang membedakan adalah, di tengah negeri dimana tanahnya tidaklah sesubur negeri kita misalnya, disamping kerlingan mata untuk memasuki sektor industri yang teramat kuat. Tetap masih banyak orang Jepang yang memilih profesi petani dengan perasaan “bangga”. Sepertinya saya pernah bercerita di blog ini, seorang petani di tanah air yang saya tumpangi malah alih profesi menjadi pengojek, dengan menjual tanah garapannya di kampung karena “pertanian” telah “gagal” menghidupi keluarganya (baca : Cerita Tentang Bapak Ojek dan Petani Jepang).

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén