Month: Desember 2011

Mengkonversi Obrolan Jadi Rekomendasi Pembelian

Mengkonversi Obrolan Jadi Rekomendasi Pembelian Mengkonversi Obrolan Jadi Rekomendasi Pembelian sumardybook1

Tentunya Anda pernah mengamati sebuah produk atau jasa yang iklannya heboh luar biasa di layar kaca, diulang-ulang di radio, juga ramai diiklankan di billboard di jalan-jalan? Bahkan ramainya pembicaraan menular dalam obrolan dan dunia maya lewat kanal-kanal social media yang banyak digandrungi masa kini seperti facebook, twitter, foursquare dll. Setelah “kehebohan” lewat, ternyata keberhasilan membikin heboh serta menarik perhatian massa dengan membobardir lewat kanal iklan dan social media yang ada tidak berbanding lurus dengan raupan penjualan yang diidam-idamkan. Bahkan ada yang lebih menyesakkan, produk itu hanya eksis seumur jagung. Ada apa yang salah?

read more

Menyisipkan Gelegak Nasionalisme di Ranah Bisnis

Menyisipkan Gelegak Nasionalisme di Ranah Bisnis Menyisipkan Gelegak Nasionalisme di Ranah Bisnis i love indonesian batik by indonesia1

Politik Perdagangan RI masih terlampau lugu” (MS Hidayat, Menteri Perindustrian RI, Detik Finance, 16 Des 2011).

Kebetulan Ketika Obama bertandang ke Denpasar bulan November lalu, saya termasuk yang “merasakan” atmosfer yang lebih ketat dan sedikit “tegang” dari biasanya karena sedang berada di Denpasar. Sampai lalu lintas udaranya sempat dikosongkan beberapa jam menjelang Sang Presiden yang pernah bermukim di Menteng ini mendarat itu. Diantara agenda yang tight, tidak sekedar menghadiri acara summit semata, beliau juga dijadwalkan menghadiri penandatanganan MOU pembelian 250 pesawat Boeing ke maskapai Indonesia, Lion Air. Ada aroma “bisnis” pekat yang sulit ditampik disitu yakni dukungan pemerintah Amerika Serikat kepada para pebisnis-nya.

read more

Memanfaatkan Trickle Down Effect 5,6 US Miliar

Memanfaatkan Trickle Down Effect 5,6 US Miliar Memanfaatkan Trickle Down Effect 5,6 US Miliar indonesia japan1

Belasan tahun lalu kalau melihat rekan trainee dari IMM Japan (sekarang IM Japan) atau sering dikenal dengan nama kenshuusei (研修性)mengirim uang kepada keluarganya, terkadang saya “geleng-geleng kepala” sekaligus bersyukur. Betapa tidak, anak-anak muda itu seringkali mengirim uang ke tanah air secara nominal cukup besar yang dipastikan belum tentu dinikmati oleh seorang level staf bahkan terkadang selevel supervisor sekalipun di Indonesia. Kala itu pengirimannya belumlah menggunakan medium perbankan resmi yang sekarang gencar disosialisasikan oleh pemerintah lewat Bank Indonesia. Kala itu, banyak “bank-bank gelap” yang rajin beroperasi menawarkan jasa “pengiriman uang” dengan ongkos yang lebih murah.

read more

Mengibarkan Employer Branding Strategi

Mengibarkan Employer Branding Strategi Mengibarkan Employer Branding Strategi youre hired1
Salah satu penyebab mengapa perusahaan yang berkiprah di bisnis head hunter dan mengurusi recruitment talenta perusahaan begitu dicari adalah kecenderungan menurunnya jumlah kelahiran yang berujung pada mengerutnya jumlah tenaga kerja. Seperti di Jepang misalnya, sudah lama kecenderungan ini terbaca. Meskipun diiming-imingi sederetan kemudahan dan support dari Pemerintah untuk mempunyai anak “lebih banyak”, agaknya tidak membuat warganya bergeming. Alhasil, kekurangan tenaga kerjanya sebagian ditutupi oleh pekerja asing yang didatangkan dari luar negeri, termasuk dari Indonesia diantaranya.

read more

Bisnis Berwawasan Kemanusiaan

Bisnis Berwawasan Kemanusiaan Bisnis Berwawasan Kemanusiaan occupy wall street21

Greed, for lack of a better word, is good. Greed is right. Greed works. Greed clarifies, cuts through, and captures, the essence of the evolutionary spirit” (Gekko dalam film Wallstreet).

Dua minggu lalu di sebuah kamar hotel yang sepi tempat saya menginap, sebuah stasiun berita CNN membentangkan berita akan maraknya serangkaian pemrotes akan “ketidakadilan” wallstreet yang dikenal sebagai “Occupy Wallstreet”. Di siaran itu gambar-gambar para demonstran yang nekat membuat kemah-kemah meneriakkan “Kemarahan terhadap Wallstreet”, dibubarkan dengan paksa oleh para polisi. Yang melawan, tidak ada ampun mereka ditangkap oleh para polisi. Sebuah fenomena yang agak jarang dilihat di negara yang mengklaim diri sebagai negara kampium demokrasi, demonstran ditangkapi. Mencoreng kewibawaan Wallstreet dan Amerika ? atau betul-betul hal itu “mengganggu” ketertiban?

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén