Month: November 2011

Bisnis Kreatif ala Kementrian Desain Republik Indonesia

Bisnis Kreatif ala Kementrian Desain Republik Indonesia  Bisnis Kreatif ala Kementrian Desain Republik Indonesia foto dengan wahyu aditya

Porsi bisnis yang disumbang Industri Kreatif agaknya trend porsinya semakin terkerek naik. Kementerian Perekonomian memperkirakan industri kreatif bisa berkontribusi hingga 8% pada produk domestik bruto (PDB) pada 2015. Merujuk data staf ahli Menko Perekonomian Bidang Inovasi Teknologi dan Lingkungan Hidup, Bapak Raldi H.Koestoer, tahun 2008 kontribusi Industri Kreatif mencapai 7,28% dari total PDB. Dan, posisi Industri Kreatif sudah masuk 10 sektor industri unggulan Indonesia.

Melihat kecenderungan itu, agaknya tidak salah kalau ada nuansa lain dari Kopdar ke-10 yang diadakan KAJI (komunitas Alumni Jepang di Indonesia) hari Sabtu lalu menghadirkan pembicara yang berkecimpung di industri kreatif di restoran Torigen di bilangan Jakarta Selatan. Kalau biasanya menghadirkan pembicara dengan latar belakang beraroma teknis dan serius. Kali ini agak berbeda, salah satu pembicara yang dihadirkan merupakan anak muda kreatif, yang passion-nya tertambat pada dunia pernak-pernik animasi dan desain. Pembicara muda yang juga founder akademi animasi bernama Hellomotion ini pernah diganjar penghargaan oleh British Council sebagai Juara Dunia Creative Entrepreneur. Ada banyak “pesan” menarik yang dipresentasikannya dengan ala gaya sangat anak muda yang ditingkahi guyon cerdas serta tampilan goresan desain memukau nan lucu serta sering mengundang senyum lebar KAJIers yang hadir di siang itu.

Read More

read more

Membangun Basis Promoter Solid

Membangun Basis Promoter Solid Membangun Basis Promoter Solid expertise

“Ya ampun kapok gue pake ****, lebay banget” (sebuah status FB tentang sebuah produk). Kalau Anda mengenal dekat teman yang memposting status tersebut di laman akun-nya, apa yang akan Anda lakukan? lebih mempercayainya daripada iklan tentang produk itu?

Di era dimana rekomendasi dari teman akrab, kerabat dan lingkaran terdekat didengar “lebih kuat” ketimbang layanan iklan. Maka Menemukan basis konsumen yang mau untuk merekomendasikan merek tertentu kepada inner circle-nya menjadi hal penting. Dalam teori Pemasaran, khususnya dalam teori Net Promoter Score (NPS), perekomendasi merek disebut promoter (Baca artikel di Blog ini tentang CSR atau Customer Loyalty Program?). Menurut saya, hal ini lebih penting ketimbang sekedar mengejar kepuasan konsumen semata.

Read More

read more

Gamangshite Kudasai !

Gamangshite Kudasai ! Gamangshite Kudasai ! waitsign

Saya mendapatkan teman bicara menarik ketika menapaki sebuah perjalanan menaiki kereta api yang ditingkahi gerimis tipis dan awan gelap menyelimuti di suatu sore. Kebetulan lawan bicara saya seorang pemuda yang berprofesi menjadi pegawai negeri yang berkantor di sebuah departemen di lapangan banteng. Dari perbincangan tersebut, saya bisa tahu pemuda di hadapan saya cukup piawai dan cakap di bidangnya dibalik cara bertuturnya yang taktis dan hidup. Sungguh menggairahkan bicara dengan anak muda dengan struktur pemikirkan visioner seperti dia.

read more

Barkas : Ketika Barang Seken Di-bisniskan

Barkas : Ketika Barang Seken Di-bisniskan Barkas : Ketika Barang Seken Di-bisniskan barkas

Memulai bisnis tidaklah mesti dimulai dengan menggelar sederetan polesan kemewahan atau celetukan “wooow…Keren !!!!!” yang disiulkan banyak orang. Itu semua tidak menjamin kelanggengan dalam bisnis. Tetapi esensi sesungguhnya dimulai dari kelihaian melihat celah kesempatan, sesempit apapun kesempatan tersebut untuk di-“bisniskan”. Bisa jadi barang yang akan dibisniskan sdah tidak terpakai sehingga menjadi jadul dan terkesan usang untuk sang pemilik. Tetapi barangkali menjadi barang tersebut yang sangat diperlukan bagi orang lain yang membutuhkan barang tersebut.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén