Month: Oktober 2011

Menjitak Zona Kenyamanan Diri

Menjitak Zona Kenyamanan Diri Menjitak Zona Kenyamanan Diri comfortzone1

Air yang tergenang mandek akan cenderung keruh, dan air yang mengalir akan cenderung jernih” (pepatah dari Arab).

Salah satu hal tersulit mengintrodusir pelatihan kewirausahawan di lingkungan perusahaan, terutama perusahaan yang yang ketika sebelum didirikan “sudah mempunyai pelanggan tetap” adalah berinisiatif untuk bergerak mencari altrenatif baru dan melayani. Perusahaan di sini bisa bermacam-macam, bisa perusahaan milik Negara yang berdiri dengan mengantongi sederetan perintah untuk tinggal “mengerjakan” pekerjaan dimana pekerjaan tersebut merupakan “monopoli” Negara. Sampai perusahaan swasta, dimana perusahaan tersebut didirikan dan lahir untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang ada di perusahaan di lingkungan groupnya (holding company).

read more

Menjajakan Bisnis Kesadaran Akan Kesehatan

Menjajakan Bisnis Kesadaran Akan Kesehatan Menjajakan Bisnis Kesadaran Akan Kesehatan slow food in soup

Minggu lalu, Jagoan kecil and Peri Kecilku saya ajak sedikit refreshing yang tidak seperti biasa, yang biasanya hanya wira-wiri masuk mal nan dingin oleh semburan AC, seringkali disisipi makan siang yang terkadang berujung di restoran cepat saji (fast food), maklum mengikuti selera mereka berdua. Saya berpikir “refreshing” yang sama sekali kurang sehat, walaupun sekilas memanjakan tubuh (karena tidak berkeringat) dan dibuai kenyamanan. Akhirnya makan pun yang dimakan juga instan yang memuja kecepatan namun “tidak intim” dengan kesehatan. Sebuah kebiasaan yang mesti dirubah. Kalo sudah begini Ayahnya harus bisa memilih tempat refreshing yang tidak selalu “mengamini” keinginan anak.

read more

Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas

Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas Memberitakan Alasan, Menggapai Produktivitas productivity

Dulu tempat saya bekerja, per dua minggu sekali, kita ada acara chourei (chou berarti Pagi, rei Berarti hormat) yakni semacam “briefing pagi” di tradisi kita. Bedanya, kalau briefing pagi di tempat kita terlampau banyak “bunga-bunga” bahasa dan basa-basi yang terkadang membuat makna pesan yang disampaikan agak kabur. Chourei di yang dilakukan di perusahaan saya, lebih banyak menyampaikan fakta-fakta lapangan, seperti tingkat prosentase defect produk yang diproduksi agar dibawah 0,005%, agar tetap mengurangi kesalahan produksi, sampai kiat-kiat secara singkat untuk berperilaku produktif disertai dengan penjelasannya.

read more

Fenomena Starts Up di Indonesia : Momentum dan Daya Tahan

Fenomena Starts Up di Indonesia : Momentum dan Daya Tahan  Fenomena Starts Up di Indonesia : Momentum dan Daya Tahan internet marketing

Bulan Puasa lalu, saya berkesempatan menyambangi kantor detik.com di kantornya di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Dari obrol mengobrol dengan rekan-rekan disana, teman di detik mengabarkan bahwa baru beberapa hari ini manajemen detik.com akan dipayungi manajemen baru, saya sempat terperanjat. Kala itu serta merta saya bertanya siapa buyer-nya? Dengan nada guyon, teman di detik.com berseloroh kita akan menjadi saudara sepupu stasiun yang terkenal dengan Opera Java-nya. Mafhumlah saya, pengakusisi detik.com, adalah group Para yang dikomandani Chairul Tanjung. Bisik punya bisik rekan yang bekerja disana menyebut nilai akuisisi-nya ratusan M. Beberapa hari kemudian beberapa berita mewartakan nilai akuisisinya mencapai Rp. 530 M. Wuiiih…..

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén