Month: Juli 2011

Anomali Bank “Ndeso” BRI di Indonesia Best Brand Award (IBBA)

Anomali Bank “Ndeso” BRI di Indonesia Best Brand Award (IBBA) Anomali Bank “Ndeso” BRI di Indonesia Best Brand Award (IBBA) bri1

Ada beberapa catatan menarik dari kontes Indonesia Best Brand Award (IBBA) yang secara rutin diselenggarakan dan dipublikasikan majalah SWA yang bekerja sama dengan lembaga riset MARS yang telah berjalan satu dekade ini. Rekam jejak menarik yang terjadi antara lain “tumbangnya” merek jawara Indonesia, yang secara tradisional sering wira-wiri menduduki klasmen puncak di kategorinya masing-masing. Misalnya disalipnya sang jawara shampo Sunsilk (Unilever) yang selama ini memegang tahta oleh shampoo Pantene (milik Procter&Gamble). Juga naiknya “sang penantang pasar” Yamaha di kategori motor menggeser penguasa motor puluhan tahun di Indonesia, Honda. Serta menyembulnya Bank “Ndeso” BRI melaju melewati Bank yang kuat dan dominan di perkotaan BCA.

read more

Desa Gandusari : Membangun Bisnis untuk Petani

Desa Gandusari : Membangun Bisnis untuk Petani Desa Gandusari : Membangun Bisnis untuk Petani sapi2
Beberapa minggu lalu bertepatan dengan liburan sekolah, kita mencoba mengisi liburan dengan “sedikit berbeda”, yakni mengajak jagoan dan peri kecilku berkunjung ke tempat saudara di sebuah kota kecil kelahiran sang Proklamator Penyambung Lidah Rakyat, Bung Karno di Blitar. Tempat yang kita inapi adalah rumah saudara di adalah sebuah desa asri dengan nuansa dan atmosfer pedesaan yang teramat kental. Kebetulan jagoan dan peri kecilku sangat menikmati “jalan-jalan” yang tidak seperti biasanya ini. Tetapi ada suasana yang menyebabkan denyut desa itu terasa hidup dan ritmenya lain daripada desa-desa yang pernah saya kunjungi.

read more

Merindukan Merek Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Merindukan Merek Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri Merindukan Merek Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri love indonesia

Currently, Asia Consumers are willing to pay a premium only for the likes of Apple, BMW, Omega, and similar Western Brands that provide not only security of implicit guaranteed quality, but also the unique emotional dimensions that create personal and bonding resonance” (The Brutal Truth About Asian Branding : And How to Break The Vicious Cycle, Joseph Baladi).

Beberapa saat lalu, menjelang iPad diluncurkan di beberapa kota besar di Asia, beberapa pembeli sudah mengantri di beberapa toko sebelum toko tersebut dibuka di Tokyo, Hong Kong dan Singapura. Ternyata hal yang sama terjadi di Jakarta, antrian mengular, seakan konsumen “tidak sudi” ketinggalan untuk tidak segera mengulak-kulik iPad yang canggih tersebut. Fenomena di atas seakan mengamini riset yang diadakan salah satu perusahaan riset yang mencatat perilaku konsumen Asia di kota-kota besar Asia, 8 dari 10 warga Asia lebih “menyukai” merek Barat ketimbang merek Asia, dengan perkecualian beberapa merek Jepang dan Korea Selatan.

Read More

read more

Meneropong Kekuatan Diri dan Lipat Gandakan

Meneropong Kekuatan Diri dan Lipat Gandakan Meneropong Kekuatan Diri dan Lipat Gandakan lipat gandakan

Seorang supervisor departemen sebuah pemasaran merasa “gemas” dengan prestasi staf dalam timnya yang “gitu-gitu saja”. Tidak ada kenaikan yang cukup memuaskan dahaga sang supervisor yang nampaknya haus prestasi untuk melengkapi “kesuksesan” marketing report-nya ke Sang Manajer Pemasaran. Beberapa pelatihan marketing public workshop, beberapa staf-nya diikutkan, dengan harapan “prestasinya” lebih moncer. Setelah pelatihan, emang sih terlihat ada beberapa “progress” tapi seiring dengan jalannya waktu, kembali prestasi “biasa-biasanya” kembali kambuh. Pernah dong mendapati staf dengan kondisi seperti ini?

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén