Month: Juni 2011

Ketika Office Boy Pindah Kuadran Jadi Juragan Ayam bakar

Ketika Office Boy Pindah Kuadran Jadi Juragan Ayam bakar Ketika Office Boy Pindah Kuadran Jadi Juragan Ayam bakar mas mono

Seringkali orang-orang yang berhasil menaklukkan rintangan untuk pindah ke kuadran kanan, terkadang halangan terberat bukanlah berpuncak pada modal semata, tetapi acapkali adalah “resistensi” dari inner-circle mereka sendiri. Inner circle bisa jadi keluarga, pasangan, maupun teman dan kolega terdekat. Hal yang sama dialami oleh Agus Pramono, nama lengkap Mas Mono, founder sekaligus penggagas Ayam Bakar Mas Mono, yang di tahun 2010 dianugerahi UKM Entrepreneur Award 2010 serta Franchise Best Seller 2010 untuk kategori Bisnis Resto Ayam Bakar.

read more

Ketika Staf Tangan Kanan Melayang

Ketika Staf Tangan Kanan Melayang Ketika Staf Tangan Kanan Melayang turnover

Seorang Kawan pernah bercerita betapa dia mati-matian mengajukan surat resignation kepada Bos-nya agar dia “diperkenankan” untuk mundur dari perusahaan. Tetapi jawaban yang ia terima bukanlah persetujuan melainkan sodoran tawaran untuk mengambil cuti panjang dengan tetap digaji untuk menghilangkan penat dan kebosanan. Ketika suatu saat dia menagih persetujuan untuk mundur di waktu yang lain, jawaban dari bosnya lebih fantastis, jabatan lebih tinggi dengan area Negara lebih luas malah ditawarkan dengan ditemani segepok fasilitas yang sungguh “asoy” untuk ditolak. Maklum teman saya ini termasuk kategori karyawan “tangan kanan” Big Boss.

read more

Ketika Mama Mengerek Bendera Entrepreneur

Ketika Mama Mengerek Bendera Entrepreneur Ketika Mama Mengerek Bendera Entrepreneur mom entrepreneurs

Menjadi Ibu dan tetap memilih tetap ngantor, terkadang menghadirkan sebuah dilema tersendiri. Apalagi kalau budaya kantor yang dimasuki tergolong menggilai kerja sampai malam, dijamin kualitas pertemuan dengan sang putera-puteri menjadi tereduksi signifikan. Ini belum lagi jebakan macetnya jalanan, membuat jam keberangkatan menjadi “semakin pagi” untuk menghindari kemacetan, yang itu berarti semakin menyunat waktu kebersamaan bersama anak-anak. Apalagi kalau mereka masih lucu-lucunya (balita).

read more

Teh Sosro : Menjajakan Ritual, Menepis Cemohan

Teh Sosro : Menjajakan Ritual, Menepis Cemohan Teh Sosro : Menjajakan Ritual, Menepis Cemohan tehsosro

Menyeduh daun teh dan kemudian meminumnya merupakan sebuah tradisi lama dimana banyak bangsa mengkonsumsinya. Teh yang punya nama keren Camellia sinensis ini memang menjadi salah satu minuman yang banyak digemari banyak orang di seluruh pojok dunia. Bangsa Inggris bahkan punya tradisi sakral tea time di sore hari yang masih dilakukan sampai saat ini. Bahkan di Jepang kebiasaan minum teh dibuat ritus dan upacara yang dikenal dengan nama chadou (茶道) masih dilestarikan sampai saat ini.

Bicara tentang teh, saya menjadi ingat sebuah perusahaan teh yang dikelola oleh keluarga Sosrodjojo dari Slawi, Jawa Tengah. Tentu Anda ingat Iklannya yang khas yang kerap mondar mandir di layar kaca “Apapun makanannya….minumannya tetap teh Sosro”. Rasa-rasanya sekarang tidaklah sulit untuk mendapatkan “teh dalam botol” ini di Indonesia. Bisa dipastikan di warung, kedai pinggir jalan sampai kelas restoran pun jarang yang tidak menjajakan produk satu ini. Tidak heran, sebuah perusahaan minuman karbonat multinasional di tanah air kewalahan “menggeser” kebiasaan minum teh dalam botol ini di Republik ini.

Read More

read more

Horenso : Bukan Sekedar Pelaporan semata

Horenso : Bukan Sekedar Pelaporan semata Horenso : Bukan Sekedar Pelaporan semata horenso2

Ada banyak permasalahan di perusahaan seringkali berujung pada bagaimana cara berkomunikasi

Ada perbedaan yang menarik ketika saya mendengarkan Sacho (Boss), Bucho (Direktur) ketika memberikan pengarahan waktu chorei (semacam acara pengarahan di pagi hari, biasanya di hari senin) waktu saya magang dulu di Jepang dengan mendengarkan “big boss” saya ketika saya bekerja di Indonesia ketika memberikan pengarahan. Boss saya yang pertama, isi pengarahannya berisi informasi kekinian yang kaya fakta, dibarengi solusi bagaimana kita harus bisa “keluar” dari permasalahan tersebut. Tidak bertele-tele, dan terkadang diselipi motivasi “khas Jepang” yang selalu mengingatkan untuk tetap menyalakan api “ganbarimasu” (tetap semangat, pantang menyerah).

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén