Month: Mei 2011

Agar Singgasana Bisnis Tidak Melayang

Agar Singgasana Bisnis Tidak Melayang Agar Singgasana Bisnis Tidak Melayang falling down stairs

Success breeds complacency. Complacency breeds failure. Only the paranoid survive” (Andrew S.Grove dalam buku Only The Paranoid Survive)

Minggu lalu ketika ada urusan di Jogja, saya mampir dan menginap di rumah. Sambil memandangi foto-foto masa lalu yang terpampang di dinding, sesaat tatapan saya berhenti di sebuah lemari kaca di sudut ruangan. Di lemari itu, terdapat sederetan buku-buku ensiklopedi nan tebal terbitan Amerika tertata dengan wajah sedikit kusam karena termakan usia, tetapi masih dalam kondisi baik. Ingatan saya sesaat melayang, kala itu Ayah saya membelikan sejumlah buku serie ensiklopedi untuk dibaca untuk kita semua. Saya lupa harganya kala itu, tapi saya yakin harganya tidaklah murah, belum banyak orang bisa membeli ensiklopedi berjilid-jilid kala itu. Tapi Ayah saya tidak sayang keluar duit kalau untuk beli buku. Tapi kini, saya mendengar perusahaan publisher terkenal itu, kondisinya “tidaklah seperkasa” dahulu, untuk tidak mengatakan terengah-engah.

read more

Kearifan Jurangan Lele dari Desa Gadog

Kearifan Jurangan Lele dari Desa Gadog Kearifan Jurangan Lele dari Desa Gadog nasrudin dan saya

Saya mengenal ikan ini dan mengkonsumsi ikan yang punya nama keren Clarias batrachus ini pertama saya kenal ketika sekolah dan kos di Jogja beberapa puluh tahun silam. Kala itu kebanyakan dijajakan dengan digoreng dengan ditemani lalapan dan sambal ala Jawa Timuran, nama menunya Pecel Lele. Kala itu belum banyak yang suka mengkonsumsinya. Alasannya beragam untuk tidak mengkonsumsinya. Tapi sekarang Anda pasti kaget kalau demand di Jabotabek saja 100 ton/hari. Tapi para pemasok lele, termasuk Pak Nasrudin “kedodoran” memenuhi permintaan itu, Belum permintaan dari kota lain.

read more

Menjadi Entrepreneur di Usia Senja : Beresiko ?

Menjadi Entrepreneur di Usia Senja : Beresiko ? Menjadi Entrepreneur di Usia Senja : Beresiko ? retire worker

Pernah suatu saat, saya diundang oleh Manager SDM dan staff sebuah perusahaan pelat merah di bilangan Jakarta yang mendiskusikan sebuah aksi untuk para karyawan yang memasuki MPP (Masa Persiapan Pensiun) di perusahaan tersebut. Sudah menjadi rahasia umum, acapkali banyak pegawai yang memasuki masa purnabakti menghadapi kehidupan financial yang cukup berat (untuk tidak mengatakan akut). Biasa menerima gaji per bulan yang cukup lumayan secara kontinyu, mendadak ketika memasuki masa pensiun yang didapat hanya sekian persen dari gaji yang biasa diterima, tentunya sebuah tantangan yang tidak ringan. Apalagi ketika pengeluaran sekarang yang cenderung membengkak. Sementara pendapatan bulanan tergerus signifikan.

read more

Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi

Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi Socialpreneur ala CEO Tas Reptil dan Amphibi ants

Sebaik-baik orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain” (Nabi Muhammad ).

Ada sebuah undangan datang dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) untuk menjadi dosen tamu adalah sebuah kehormatan tersendiri yang pantang untuk ditolak. Di kampus ini pula, ada banyak teknokrat jebolan fakultas ini yang ditahbiskan menjadi menteri di Republik ini, sebut saja Ali Wardhana, JB Soemarlin, mantan menteri Keuangan Sri Mulyani sampai Bapak Agus Martowardojo menteri Keuangan saat ini adalah alumni jebolan FE-UI. Berbicara di depan mahasiswa di kampus kuno-berwibawa peninggalan Belanda di kampus UI-Salemba merupakan sensasi tersendiri. Tapi saya sedang tidak mengulas kedigdayaan FE-UI, tapi ingin sharing teman bicara saya di sesi itu, seseorang yang sederhana dengan prestasi yang “tidak sederhana”.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén