Month: Februari 2011

Panggung Digitalpreneur Sendiri

Panggung Digitalpreneur Sendiri Panggung Digitalpreneur Sendiri internet surfSeorang pernah dengan nada bangga dan menggebu-gebu, seorang Konsultan Social Media bercerita tentang jumlah pengguna facebook di Indonesia yang mencapai 30 juta. Sehingga tak ayal, dengan jumlah segitu situs social media garapan Mark Zuckerberg bernama facebook ini membuat posisi Indonesia menempati deretan terbanyak penggunanya. Saya juga mendengar, begitu banyak sobat kita lain juga pengguna aktif jaringan social media lain seperti berkicaunya Twitter, tempat ngrumpinya diposting di Foursquare, jaringan profesionalnya nangkring di Linkedin. Sementara eBay, sang raksasa lelang juga sudah menyerbu Indonesia dengan membangun www.id.ebay.com. Yahoo pun mulai “manggung” di tanah air kita dengan mengakusisi Koprol beberapa saat lalu. Rakuten, raksasa mal belanja internet Jepang pun gak mau kalah, menggandeng Global Mediacom, grup MNC milik Hari Tanoe mulai menggarap renyahnya pasar Indonesia.

read more

Berdamai Bersama Office Politics

Berdamai Bersama Office Politics Berdamai Bersama Office Politics get rid of annoying pompous james w bell

Don’t try to solve everything, just do something meaningful-this will be more sustainable” (Barack Obama, buku Audacity of Hope).

Beberapa saat lalu di sebuah pertemuan, seorang kawan bercerita tentang kawan kita yang menjadi tangan kanan seorang CEO konsultan termasyur di sebuah perusahaan konsultasi besar dan ternama di negeri ini, sebut saja Rico, “resigned” dari posisinya. Sebuah berita yang mengejutkan, karena kami tidak menyangkanya, karena posisinya sebagai tangan kanan sekaligus think-tank konsultan tersebut, kok bisa “disingkirkan” juga. Ketika saya tanya kepada kawan tadi apa sebab utamanya. “Ya biasalah….office politics”, katanya sambil menaikkan alis matanya, ”Dia sekarang sedang membangun sebuah perusahaan konsultan sendiri bersama teman-temannya”, paparnya lebih lanjut.

read more

Mandeknya Penerus Bisnis Keluarga

Mandeknya Penerus Bisnis Keluarga Mandeknya Penerus Bisnis Keluarga family business

Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, generasi ketiga menghancurkan” (pepatah China).

“Mau pulang ke Indonesia setelah lulus”, tanya saya kepada seorang kawan ketika siap-siap packing bersama teman-teman menjelang graduation ceremony di kampus, sebut saja Tony. “Kayaknya enggak dulu deh”, jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. “Mungkin aku coba stay di sini dulu, cari job di sini”, ujarnya mantap. Tony ini adalah seorang teman kuliah dari Indonesia, yang keluarganya mempunyai bisnis sepatu dan sandal yang gerainya ada di mal-mal besar di Indonesia. Mungkin Anda akan mengenalinya kalau saya sebut merek sepatu tersebut. Tak lama kemudian, saya mendengar Tony ini memilih bekerja di sebuah institusi keuangan bergengsi dari Amerika di metropolitan Tokyo ketimbang berkutat memperkuat bisnis keluarganya.

read more

CEO Perusahaan Asing : Mengapa Tidak?

CEO Perusahaan Asing : Mengapa Tidak? CEO Perusahaan Asing : Mengapa Tidak? ceo

Ada semburat decak kagum di dada, ketika bertemu serta mengobrol langsung dengan CEO GE Indonesia tersebut beberapa saat lalu, Handry Satriago. Banyak atmosfer positif yang menular kala mencerna setiap ulasan dan langkah-langkah strategis yang diambilnya. Duduk di kursi roda tidak memupus semangatnya terus berkarya. Kita tahu persis, tentunya ndak mudah untuk bisa menduduki kursi prestisius tersebut. Jangankan orang Indonesia, orang bule yang rambutnya pirang dan bermata biru sekalipun meskipun diembel-embeli pendidikan mumpuni dan pengalaman segudang belum tentu dapat merengkuhnya.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén