Month: Juni 2010

Reverse Brain Drain dan Entrepreneur

Reverse Brain Drain dan Entrepreneur Reverse Brain Drain dan Entrepreneur brain drain whatwhat2
Hari Sabtu lalu saya diundang sharing di komunitas rekan-rekan Indonesia yang ada di kota Duisburg, sebuah kota kecil dekat kota besar Dusseldorf, sekitar 1 jam naik kereta api dari kota Bonn. Walaupun musim panas, cuaca dingin masih cukup “menggigit”. Dengan ditemani sayunya mendung dan sergapan angin dingin, kita memasuki stasiun Duisburg. Dua orang berwajah “melayu” diantara rame-nya kerumunan orang-orang bule berwajah tegang dan super serius di stasiun, menyapa dengan penuh kekeluargaan. “Mas Donny….?”, sapanya hangat. Ternyata mereka adalah rekan-rekan dari komunitas Indonesia Duisburg yang menjemput kami dengan hangat.

read more

Mengendus Potensi Bisnis Agro di Jerman

Mengendus Potensi Bisnis Agro di Jerman Mengendus Potensi Bisnis Agro di Jerman chancellor house markusr

Waktu menunjukkan pukul 19.30 sore waktu Jerman. Tetapi terik matahari malu-malu masih menyapa ditingkahi angin sepoi-sepoi musim panas yang menari nari menerpa wajah. Musim panas memang membuat waktu siang lebih panjang, rasanya terasa seperti pukul empat sore di Indonesia. Hari ini saya dijanjikan bertemu dengan seorang Indonesia yang cukup lama bermukim di Jerman. Kita akan mengobrol di Hotel Krug, sebuah hotel di bilangan Poppelsdorfer Platz di kota Bonn, mantan ibu kota Jerman Barat sebelum kembali ke kota Berlin setelah menyatunya Jerman.

read more

Tips Kecil untuk Kohai Kenshusei

Tips Kecil untuk Kohai Kenshusei Tips Kecil untuk Kohai Kenshusei factory workers jurvetson
Hari ini saya diminta menemani staf Ahli Menteri UKM, Bapak Muhammad Taufiq yang akan melepas pemberangkatan program mahasiswa pemagangan ke Jepang di kampus IKOPIN di daerah Jatinangor. Ada wajah-wajah muda yang sumringah nan semangat berdiri di depan kami, ketika rombongan kami datang di kampus yang udaranya masih terasa segar itu. Kami disambut dengan alunan kidung indah lama milik duo Kiroro, Chiharu Tamashiro dan Ayano Kinjo, Mirai e. Mendengar lagu lama itu, sesaat ingatan sempat melayang dan terkenang-kenang , mengingat masa-masa pengalaman magang kerja di Jepang dulu. Ah…. menyenangkan……

read more

Kachou, Entrepreneur Maker dan China

Kachou, Entrepreneur Maker dan China Kachou, Entrepreneur Maker dan China dragon dance tran duc tai

Lebih baik menyalakan dan mati-matian menjaga sebatang lilin agar tetap menyala daripada terus-menerus ‘menyumpahi’ kegelapan” (Sebuah peribahasa China)

Beberapa tahun silam, ketika saya magang di sebuah perusahaan di sebuah kota kecil di prefecture Shizuoka, Jepang, waktu kyuukei (waktu istirahat) seorang kachou (kepala bagian) di tempat kerja mengajak bincang-bincang suatu topik yang saat ini saya baru “menyadari” arti perbincangan pendek kala itu. “Ayah saya berprofesi sebagai kepala cabang yang bertanggung jawab menjual barang “X” di sebuah kota di Indonesia”, papar saya dalam bahasa Jepang terpatah-patah ketika ditanya profesi ayah saya. “Ah sou ka?” jawab sang kachou dengan menggangguk tetap sopan menanggapi, artinya kurang lebih “oh begitu ya”. “Sebuah pekerjaan yang menarik”, ungkapnya diplomatis, “Tapi bagi orang Jepang, membuat suatu produk barang sendiri itu akan lebih “bernilai”, jawabnya sambil tersenyum penuh arti. Sayang kala itu saya tidak dapat “mencerna” sepenuhnya arti kata itu.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén