Month: Januari 2010

Lowongan Pekerjaan itu Bernama Entrepreneur

Lowongan Pekerjaan itu Bernama Entrepreneur Lowongan Pekerjaan itu Bernama Entrepreneur queue james cridland

“Misi seorang entrepreneur adalah mengentaskan kemiskinan, menyelamatkan masyarakat secara keseluruhan dari akibat-akibat kemiskinan, serta mengusahakan kesejahteraan umum. Para entrepreneur juga harus mampu berbagi rasa dalam menciptakan masyarakat yang kaya secara spiritual dan berkecukupan secara material “ (Konosuke Matsushita, pendiri Matsuhita Elektrik)

Berita tentang seminar Daya Tawar Pemuda dalam Dunia Kerja : Menghubungkan Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Kewirausahawan sempat diberitakan di Kompas 21 Januari 2010 dalam sebuah kolom kecil. Dari seminar didapat berita yang “tidak terlampau mengejutkan” bahwa berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) tahun 2009, mayoritas lulusan perguruan tinggi (74%) dan lulusan Sekolah Menengah Atas (64%) memutuskan menjadi karyawan, pegawai atau buruh. Hasil ini menunjukkan bahwa lulusan terdidik –terutama lulusan perguruan tinggi—rela mengganggur hanya untuk menunggu kesempatan menjadi karyawan dan pegawai apapun ketimbang mencoba terjun ke dunia usaha menjadi entrepreneur atau wirausaha (lebih lanjut baca Penggangguran Terdidik, Cak Eko dan Wirausaha di blog ini). Bahkan ada yang rela mengganggur hampir satu tahun untuk ikut tes masuk kerja ketimbang menjajal dunia usaha.

read more

Belajar dari “Sarari-Man” ala Jepang

Belajar dari “Sarari-Man” ala Jepang Belajar dari “Sarari-Man” ala Jepang salary man jrvirtue1

Beberapa hari lalu saya membaca artikel menarik di The Japan Times yang mengisahkan tentang seorang CEO perusahaan furniture Manone Inc. yang bernama Keisuke Tanaka. Dia menceritakan di sakunya selalu ada dua meishi (kartu nama). Lho untuk apa? Kartu nama yang satu posisinya sebagai President Director Manone, yang satunya masih tetap memakai namanya, tetapi jabatannya sebagai salesman, atau di Jepang dikenal dan sering dilafalkan sebagai “sarari-man” (dari serapan bahasa Inggris, salary man), karena dalam lidah Jepang, aksara “l” acapkali dibaca “r”. Saya tersenyum simpul, ”Jepang banget”, pikir saya.

read more

Sang Pemimpi : Bangkitnya Bisnis Kreatif di Indonesia ?

Sang Pemimpi : Bangkitnya Bisnis Kreatif di Indonesia ? Sang Pemimpi : Bangkitnya Bisnis Kreatif di Indonesia ? sang pemimpi4

Creativity is more powerful than knowledge, for knowledge is limited while creativity embraces the entire world (anonym).

Jujur saja ada semburat rasa bangga menyeruak tatkala memandangi antrian film Sang Pemimpi, yang dibesut dua anak bangsa Mira Lesmana dan Riri Riza, di salah satu gedung bioskop di Jakarta terlihat antusias dan terlihat mengular antriannya. Kebetulan sekali, saya sudah mengkhatamkan membaca master-piece tetralogi Novel Andrea Hirata yang sangat memukau, mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov sampai halaman terakhir . Saya sangat menikmati kata demi kata yang dirangkai secara apik dan berkelindan yang disajikan sang penulis. Sebuah novel yang teramat jenial sekaligus menginspirasi, layak untuk diapresiasi.

read more

Agar Tidak Gulung Tikar di Bawah 5 Tahun Pertama

Agar Tidak Gulung Tikar di Bawah 5 Tahun Pertama Agar Tidak Gulung Tikar di Bawah 5 Tahun Pertama monopoli
Seseorang rekan, sebut saja Anto, yang sudah berpindah kuadran dengan membuka usaha sendiri menceritakan dengan mata berbinar dan bersemangat, bahwa keputusan berpindah kuadran-nya ternyata tepat, karena so far hasilnya cukup lumayan, walaupun hasilnya belum sebesar penghasilannya waktu ngantor dulu, prospeknya cukup terang benderang kedepannya serta menjanjikan paparnya bersemangat. “Berarti uang yang terkumpul lumayan dong,” pancing saya. Mendengar pancingan saya, mendadak wajahnya yang ceria berubah sedikit lesu dan muram,” Yah, itulah problemnya, perasaan pembayaran dari klien berjalan lancar, tapi kok cash-flow perusahaanku kok agak tersendat ya?,” jelasnya pelan sambil kepalanya menerawang.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén