Month: Desember 2009

Free Trade Area (FTA) ASEAN-China di Mata Pebisnis

Free Trade Area (FTA) ASEAN-China di Mata Pebisnis Free Trade Area (FTA) ASEAN-China di Mata Pebisnis greatwall4
Setidaknya tercatat tiga hari berturut-turut, tertanggal 28, 29, 30 Desember 2009, Kompas mengulas Free Trade Agreement ASEAN-China alias Perjanjian Perdagangan Bebas antara ASEAN dan China yang diberlakukan efektif mulai tahun 2010. Diulas di halaman pertama (headline) dengan tulisan besar-besar yang dilambari nuansa kekhawatiran menyusup diantara ulasan tersebut. Dalam berita itu membeberkan sejumlah pengusaha yang “khawatir” akan serbuan produk China yang menghujani Indonesia di era pemberlakuan pasar bebas. “Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China cepat atau lambat akan menghancurkan sendi-sendi industri di dalam negeri,” papar Kompas edisi 28 Desember.

read more

Tradisi “Down to Earth” ala Jepang

Tradisi “Down to Earth” ala Jepang Tradisi “Down to Earth” ala Jepang kuil kinkaku kyoto
Suatu saat saya menyambangi langsung ke tempat klien kami, untuk datang mengecek secara langsung persiapan tim kita di lapangan. Disana saya disambut dengan raut muka sedikit kaget dan tatapan heran staf klien yang berada di situ”, Selamat Malam Pak Donny, wah “Bos” sendiri nih yang langsung turun tangan niih,” ujarnya tersenyum mengajak bersalaman. “Selamat malam Pak, sekedar mampir kok,” jawab saya sambil tersenyum. Saya menangkap ada nada heran dari staf klien saya, dari sapaan di awal pembicaraan saya menduga beliau berpikir untuk urusan seperti ini, tidak perlulah harus “turba” (turun ke lapangan langsung), cukup duduk manis, menunggu laporan saja.

read more

Pengangguran Terdidik, Cak Eko dan Wirausaha

Pengangguran Terdidik, Cak Eko dan Wirausaha Pengangguran Terdidik, Cak Eko dan Wirausaha graduation2
Melihat acara widusa para wisudawan/wati di sebuah universitas dengan segala pernak-pernik yang menyertainya ditingkahi “canda kemenangan” foto bersama memakai toga wisuda dan ucapan selamat bertubi-tubi dari handai taulan, terkadang membuatku “miris”. Betapa tidak, barangkali senyum mengembang di pipinya akan berubah menjadi sebuah kekhawatiran apabila membaca fakta dari Kompas sebagai berikut ini. Ada sekitar 9,26 juta orang tidak/belum mendapatkan pekerjaan alias menjadi pengangguran di Indonesia, 1,14 juta merupakan “pengangguran terdidik” alias lulusan perguruan tinggi. Kurang lebih, 500 ribu adalah pengangguran adalah lulusan diploma dan 630 ribu merupakan lulusan strata satu (Kompas, 17 September 2009). Sebuah data yang mengagetkan, tapi ini adalah fakta lapangan.

read more

Brand Extension dan Brand Stretching ala Lego

Brand Extension dan Brand Stretching ala Lego Brand Extension dan Brand Stretching ala Lego lego army castle2
Beberapa minggu lalu saya mengantar jagoan kecilku pergi ke sebuah mal di bilangan MH Thamrin untuk mengikuti lomba menyusun dan mengkreasi mainan dengan “balok-susun” lego. Lego adalah sebuah mainan untuk anak-anak dari material plastik berbentuk balok-balok (bricks) yang bisa direkatkan satu-sama lain, sebuah mainan ditemukan tukang kayu dari denmark bernama Kirk Christiansen, cukup populer, dan ketika masih kecil saya pun pernah memainkannya. Yang mengagetkan, ternyata cukup ramai antusiasme orang tua yang berpartisipasi mengantarkan anak-anak mereka mengikuti lomba tersebut. Padahal harga yang dibrandol untuk mainan ini tidaklah murah.

read more

Mengibarkan Merek Berdarah Indonesia di Kancah Dunia

Mengibarkan Merek Berdarah Indonesia di Kancah Dunia Mengibarkan Merek Berdarah Indonesia di Kancah Dunia aku cinta indonesia
“Sebagian besar hambatan ada dalam diri kita, bukan berasal dari luar”.

Kalau diteropong di tingkat banyaknya penduduk di dunia, posisi 10 besar dipastikan nama Indonesia bakalan kesebut, karena setelah China, India, dan Amerika Serikat, Republik yang kita cintai ini menduduki posisi ke-4. Di Benua Asia, benua yang disebut-sebut akan mengalami lonjakan ekonomi di abad ini, posisi Indonesia bahkan nangkring di posisi 3 (238 juta) besar setelah China (1,332 milyar) dan India (1,153 milyar), data tahun 2008. Sayangnya, kedigdayaan di urusan jumlah penduduk belum diikuti kehebatan di urusan mengibarkan merek berlanggam Indonesia di kancah dunia bahkan kawasan Asia sekalipun. China telah memiliki Lenovo, setelah mengakuisisinya dari PC IMB. Sedangkan dari India, Bajaj (perusahaan otomotif) dan Grup Tata mulai dilirik pasar internasional. Bagaimana dengan perusahaan dan merek Indonesia?

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén