Month: November 2009

Menyunat Kemubaziran, Mengakrabi Efisiensi ala Jepang

Menyunat Kemubaziran, Mengakrabi  Efisiensi  ala Jepang Menyunat Kemubaziran, Mengakrabi  Efisiensi  ala Jepang samurai
Proses yang benar akan menghasilkan hasil yang benar “ (The Toyota Way)

Tidak sengaja saya menonton film lama berjudul Last Samurai di sebuah stasiun televisi, sebuah film adi karya lama yang dibintangi oleh Tom Cruise, sebuah film berlatar belakang jaman restorasi meiji, ada salah satu potongan dalam film tersebut yang menggambarkan betapa sejak dulu bangsa Jepang amatlah mengedapankan efisiensi di dalam kehidupan sehari-harinya. Ketika sang lakon Tom Cruise sedang berlatih pedang dari bambu ketika ditawan, dia memamerkan jurus pedang yang sedikit tidak beraturan waktu latih-tanding. Salah satu samurai Jepang berguman “muda”, yang arti harfiahnya mubazir atau tidak perlu. Gerakan yang tidak perlu saja, dianggap inefisiensi (mubazir). Dalam 5 pilar yang digagas Kaizen (perbaikan yang berkesinambungan), reducing waste atau muda merupakan salah pilar penting yang sudah mendarah daging dan terimplementasi dengan kokoh di banyak perusahaan Jepang, salah satunya perusahaan kelas dunia, Toyota. Singkat kata, muda alias waste harus dieliminir di segala sisi untuk “memenangkan pertempuran”.

read more

Jurus Jitu Jadi Karyawan No.1

Jurus Jitu Jadi Karyawan No.1 Jurus Jitu Jadi Karyawan No.1 foto buku jurus jitu
Banyak hal diperlukan untuk meraih sukses dalam pekerjaan. Membaca buku ini serta menggabungkan 7 jurus yang ada di dalamnya akan menjadi panduan yang dapat memotivasi setiap pribadi yang ingin meraih sukses” ( komentar Andy F.Noya, Host Kick Andy )

Pertama kali saya mencermati judul buku yang cukup provokatif ini, bayangan pertama di benak saya, kolega saya ini “terjebak” juga akan kebanyakan buku-buku yang membanjiri toko-toko buku yang menawarkan beragam cara instan dan super cepat menjadi kaya dan populer. Tetapi sebaliknya, setelah mengulik halaman demi halaman buku tipisnya tersebut sampai tamat, ternyata saya salah menilai. Justru, proses pembentukan diri menjadi karyawan yang tough sekaligus siap memberikan best effort di setiap front kerja menjadi panglima di buku ini. Di tiap Bab-nya disisipi kisah-kisah yang cukup menggugah, pengalaman panjang serta mendalam sang penulis yang dikail dari pengalamannya menjadi karyawan selama 8 tahun, cukup inspiratif.

read more

Kisah Mantan Follower Market dari Negeri Gingseng

Penari Korea Kisah Mantan Follower Market  dari Negeri  Gingseng Kisah Mantan Follower Market  dari Negeri  Gingseng penari korea
“Hasil yang luar biasa tidak bisa direngkuh dengan usaha-usaha yang biasa-biasa saja, pasti direngkuh dengan usaha-usaha yang luar biasa pula”

Terkadang panggung kehormatan dan hamparan karpet merah di dunia bisnis seringkali hanya meneropong kiprah dan gerak-gerik para pemimpin pasar (market leader). Bak bintang film kenamaan semua dari ujung rambut kepala sampai kuku kaki dikupas habis oleh pers, tidak tersisa. Kalau toh ada pemberitaan lain, diberitakan perusahaan second –layer alias para penantang pasar (challenger market) yang omsetnya “hampir menyalip” sang pemimpin pasar, masih sesekali diberitakan dan diulas sekali dua kali di media bisnis. Tapi amatlah jarang para pengikut pasar, yang dalam terminologi “Bapak Pemasaran” Philip Kotler disebut follower market, dikerling dan dibahas oleh media. Diacuhkan….disentil pun tidak.

read more

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén