10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh

10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh 10 Pemikir Bisnis dan Manajemen yang Berpengaruh business thinker

Kalau pembaca mengikuti majalah Forbes, pasti tahu kalau majalah satu itu sering membikin ranking-rangking-an “orang-orang terkaya”, “wanita terkaya dan berpengaruh”, dls. Ulasan menarik tentunya disertai data-data serta wawancara dengan yang bersangkutan. Kali ini saya tidak akan mengulas rangking-rangkingan “orang kaya” yang biasa Forbes lakoni. Tapi saya mau sedikit mengulas daftar 50 ranking pemikir bisnis dan manajemen yang berpengaruh di dunia versi majalah Forbes (The World’s Most Influential Business Thinkers). Parameter yang dipakai jelas sebagai thinker, adi karya buku-buku yang dihasilkannya. Tapi yang diulas di Blog ini cukup top 10 besarnya saja :

Ranking 1, Clayton Christensen, yang berlanggangan majalah Forbes sedikit banyak akan familiar dengan nama ini. Professor Bisnis Manajemen sebuah sekolah bisnis yang masih menjadi acuan dunia, Harvard Business School terkenal “rajin” menulis di Forbes. Buku adi karyanya yang cukup monumental sekaligus menjadi best-seller di banyak Negara adalah The Innovator’s Dilemma (1997). Dalam buku tersebut Christensen banyak mengulas beberapa pilihan strategi diantaranya tentang “disruptive innovations” agar tidak sekedar menjadi terdepan dalam inovasi, tetapi juga bisa “diterima” oleh konsumen yang semakin lama ekspektasinya semakin tinggi.

Ranking ke-2, W.Chan Kim dan Renee Maborgne, mereka berdua adalah Profesor dari Insead Business School. Kalau “think-tank” satu bisa jadi banyak yang tahu. Karena buku monumentalnya sangat populer dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ya siapa lagi kalau bukan The Blue Ocean Strategy. Buku ini cukup populer tidak hanya di Indonesia tapi juga di banyak Negara. Tidak heran buku Professor Kim dan Maborgne sudah diterjemahkan di 41 bahasa. Strategi ini banyak diterapkan di banyak perusahaan besar dunia, diantaranya oleh Samsung SDI.

Ranking Ke-3, Prof.Vijay Govidarajan, Professor Internasional bisnis di Tuck School of Business. Beliau dikenal penggagas teori reverse innovation dan menjadi Chief Executive of Innovation General Electric. Setidaknya ada enam buku yang ditulisnya, diantaranya The Quest for Global Dominance yang ditulis bersama Anil K. Guptan di tahun 2001 dan bersama Christopher Trimble, Ten Rules for Strategic Innovators: From Idea to Execution yang pernah dinobatkan menjadi buku bisnis terbaik di tahun 2006 untuk kategori strategi+business. Selain di Tuck School of Business, Prof.Govidarajan juga merupakan visiting Professor di Harvard Business School dan di tempat saya pernah bersekolah, International University of Japan (IUJ) di Niigata-Jepang.

Ranking ke-4, Jim Collins. Professor satu ini home-based mengajarnya di Stanford University. Jim Collins cukup terkenal di tanah air. Buku-buku perihal leadership-nya merupakan “buku wajib” di sekolah-sekolah bisnis. Buku-buku besutannya yang cukup populer di Indonesia, Built to Last, Good to Great yang juga menjadi international best-seller. Buku terakhirnya yang ditulis bersama Morten Hansen berjudul Great by Choice: Uncertainty, Chaos, and Luck—Why Some Thrive Despite Them All yang banyak mendapat perhatian banyak pemerhati manajemen bisnis khususnya tentang kepemimpinan. Di Buku itu Jim bertutur tentang kiat Pemimpin (bisnis) menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian berdasar hasil penelitiannya 9 tahun terakhir.

Ranking ke-5, Prof.Michael Porter. Saya yakin nama satu banyak juga yang familiar. Doctor jebolan Harvard Business School ini memang dikenal hal-hal berbau “kompetisi”. Kedelapan belas bukunya, rata-rata membincangkan perihal kompetisi dan bagaimana cara memenangkannya. Sebut saja seperti Competitive Strategy, Competitive Advantage, walaupun itu buku-buku lama tapi merupakan buku pegangan wajib dalam mata kuliah manajemen strategi di sekolah bisnis. Salah satu pemikirannya yang selalu dicomot adalah Five Forces Framework untuk melakukan business mapping.

Ranking ke-6, Prof.Roger Martin, dekan Joseph L.Rothman School of Management School dari Toronto, Canada. Beliau penulis buku Fixing The Games : Bubbles, Crashes and What Capitalism Can Learn from The NFL. Sebuah buku yang mengingatkan perlunya memperbaiki “Kapitalisme Amerika”.

Ranking ke-7, Marshall Goldsmith, seorang executive coach yang menulis banyak buku diantaranya What You Got Here Won’t You Get There in Sales. Sayangnya pemikir satu ini, buku-bukunya “kurang populer” di Indonesia. Termasuk penulis buku yang produktif, setidaknya ada 31 buku yang ditulisnya sendiri maupun bersama penulis lain.

Ranking ke-8, Marcus Buckingham, seorang konsultan. Salah satu sumbangsih pemikirannya ditulis di First, Break All The Rules (bersama penulis Curt Coffman) dan Now Discover Your Strengths (bersama penulis Donald O.Clifton). Pengalaman panjang sebagai senior researcher di Gallup Organization banyak mewarnai pemikirannya. Sayang seperti Goldsmith, buku-buku Buckingham tidak banyak bisa ditemukan dengan mudah di sini.

Ranking ke-9, Don Tapscott seorang pebisnis, trainer, penulis. Sekarang chairman nGenera Insight. Juga mengajar di Joseph L.Rothman School of Management School di Toronto, Canada Beberapa pemikirannya cukup populer terutama buku bertajuk Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything (2006) yang ditulis bersama Anthony D. Williams. Buku Wikinomics merupakan buku international bestseller No.1 the 2007.

Ranking ke-10, Malcolm Gladwell. Seorang penulis New Yorker. Cukup populer di sini dan beberapa bukunya banyak beredar dan mudah ditemukan bukunya. The tipping Points, Blink, Outliers cukup banyak dibaca orang di negeri ini. Sebagai seorang penulis di sebuah media tulisannya enak dibaca dan mengalir. Bagi yang senang membaca tulisan dengan format “bertutur”, membaca buku-buku Malcolm merupakan sesuatu yang mengasyikkan.

Demikian 10 orang yang berpengaruh dalam bisnis dan Management versi Forbes (sebenarnya jumlahnya 50 orang) di akhir tahun 2011 lalu (oleh Crainer Dearlove Consulting). Sedikit kritisi, kebetulan pelaksana riset adalah dari Amerika Utara, jadi penulis dan pemikir yang berasal dan tinggal di area sana (Amerika Utara dan Canada) menjadi terlihat dominan. Padahal pemikir dari area lain yang “pengaruhnya” tidak kalah kuat, seperti Masaaki Imai (penulis buku Kaizen) yang pemikirannya banyak diimplementasikan di banyak perusahaan manufaktur seperti Toyota, atau Ikujiro Nonaka (Professor dari Hitotsubashi Business School) yang banyak menulis tentang Knowledge Management dan Tacit Knowledge, patut diperhitungkan untuk masuk 10 besar orang berpengaruh dalam dunia bisnis dan Manajemen.

Semoga kita bisa sempat membaca dan menyelami pemikiran orang berpengaruh tersebut. Bak pepatah lama,” Kalau ingin “harum” maka banyak bergaul dengan para penjual minyak wangi”. Setidaknya sudah ada 10 orang peracik minyak wangi yang kita bisa “dekati” dan kita “gauli” pemikirannya dan buku-bukunya. Ada berapa buku di atas yang sempat Anda baca? Jadi….selamat membaca.

Credit Photo : www.drivingir.com

Previous

3 Langkah Agar Mimpi Menjadi Wirausaha Tetap Menyala

Next

BRICS : Kiblat Bisnis Baru ?

4 Comments

  1. Rambat

    Moga2 yg dr Indonesia nanti mas donny…

    • @Mas Rambat : Amin Mas…..Doa yang penuh kebaikan harus segera di-aminkan, mohon doa restunya Mas Rambat….saya juga berharap Mas Rambat masuk juga jajaran manajemen dan bisnis berpengaruh dunia berikutnya 🙂

  2. matur nuwun bro…

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén